Sidang Kabinet Paripurna Tanggal 2014-01-16 Jam 10:00:00

Sidang Kabinet Paripurna | Tanggal 16 Januari 2014 | Pukul 10:00:00
1. Perkembangan Perekonomian Terkini 2. Kesiapan Penyelenggaraan Pemilu 2014 3. Penanganan Bencana

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua.

Saudara Wakil Presiden dan segenap peserta Sidang Kabinet Paripurna yang saya cintai. Alhamdulilah kita dapat kembali melaksanakan Sidang Kabinet Paripurna hari ini. Ada 3 (tiga) agenda yang akan kita bahas pada hari ini. Pertama adalah pengelolaan ekonomi kita, kedua kesiapan menghadapi dan sekaligus menyukseskan pemilihan umum sesuai dengan amanah undang-undang, dan yang ketiga adalah berkaitan dengan penanganan bencana yang tengah kita lakukan.

Khusus menyangkut ekonomi, sebagaimana Saudara ketahui, meskipun alhamdulillah ekonomi  kita tahun 2013 yang lalu sekalipun ada tekanan dan gejolak yang juga tidak ringan tetapi kita bisa meminimalkan dampaknya. Dampak tetap ada, pelambatan pertumbuhan ada, pelemahan nilai tukar rupiah ada, defisit neraca berjalan ada, permasalahan yang berkaitan dengan perdagangan ada, tetapi apa yang kita sangat khawatirkan dulu bahwa ekonomi kita akan betul-betul memburuk tahun 2013 itu tidak terjadi. Tetapi saya katakan situasinya belum aman benar. Oleh karena itu, tahun ini harus kita lakukan pengelolaan dengan sebaik-baiknya.

Saya menekankan 2 (dua) hal untuk kita kerjakan bersama-sama berkaitan dengan perekonomian kita. Pertama, mari kita berupaya sekuat tenaga untuk menjaga stabilitas harga atau inflasi, terutama pangan. Jangan kita menunggu sampai harga bergejolak kembali, tetapi mari kita pastikan ada kecukupan suplai, terutama sekali lagi pangan. Saya berharap jajaran Menko Perekonomian menjadikan ini sebagai prioritas. Sekali lagi, stabilitas harga utamanya harga pangan, dengan segala cara, dengan segala upaya. Yang kedua, saya juga berharap kita bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru, seraya mencegah terjadinya pengangguran yang semestinya tidak perlu terjadi. Jadi job creations ini juga prioritas. Berkaitan dengan itu saya berharap pembangunan infrastruktur yang sudah ada dalam MP3EI-- saya tahu sebagian tengah berlangsung, sebagian akan di mulai tahun ini, dan seterusnya-- itu juga dapat dilaksanakan sebagaimana yang telah direncanakan. Tentu penyerapan lapangan pekerjaan juga memerlukan kontribusi dari sektor industri, sektor pertanian, dan sektor jasa, tetapi pembangunan infrastruktur tahun ini yang sudah on the pipeline dalam konteks MP3EI betul-betul bisa dilaksanakan.

Tolong 2 (dua) prioritas itulah yang perlu kita laksanakan bersama. Kita akan mendengar nanti dari Menko Perekonomian tentang perkembangan dan dinamika perekonomian kita terkini.

Yang kedua, berkaitan dengan pemilu, saya berharap Menko Polhukam dan Mendagri nanti mempresentasikan kepada kita agar kita tahu apa kewajiban, tugas, dan tanggung jawab pemerintah. Kita tahu ada KPU sebagai sebuah lembaga yang mandiri, independen, dan mereka bertanggung jawab untuk menyelenggarakan pemilu, tapi undang-undang juga mengamanatkan ada tugas dan kewajiban yang dilaksanakan oleh pihak-pihak lain-- artinya bukan hanya KPU dan Bawaslu, dalam hal ini termasuk pemerintah. Saya ingin kita, Saudara, apalagi para menteri yang berasal dari partai-partai politik, bahkan pemimpin partai politik, itu sungguh mengetahui kandungan undang-undang, termasuk peraturan yang berlaku. Dengan demikan, kita bisa memberi contoh untuk mentaati aturan pemilu dan kemudian di luar itu kita juga ikut menyukseskan pemilu itu sendiri, sesuai sekali lagi dengan amanat undang-undang. Itu yang kedua.

Sedangkan yang ketiga, sebagaimana Saudara ketahui di tanah air kita kembali terjadi sejumlah bencana alam-- banjir di Jakarta, letusan Gunung Sinabung yang belum dikatakan aman sehingga 25.000 saudara-saudara kita berada di pengungsian. Dua hari yang lalu kita sudah menambahkan kembali logistik, bantuan dari kita. Insya Allah awal minggu depan saya akan berkunjung kembali ke Sinabung. Saya mendengar kemarin ada  banjir di Sulawesi Utara, di Manado, ini membuktikan bahwa karena tipologinya sama-- kecuali yang Sinabung—banjir, tanah longsor, ini diakibatkan oleh cuaca, oleh iklim. Berkaitan dengan itu saya tahu BNPB telah dan terus bekerja untuk itu. Saya berharap nanti Pimpinan BNPB bisa melaporkan, di samping Kepala BMKG juga bisa mem-brief kita semua perkiraan iklim dan cuaca 1, 2, 3, 4  bulan kedepan. Dengan demikian kita, utamanya pemerintah, di seluruh tanah air  lebih siap bisa melakukan antisipasi dan manakala bencana itu datang responnya juga cepat dan tepat.

Itulah Saudara-saudara, 3 (tiga) hal yang ingin saya sampaikan pada pengantar Sidang Kabinet Paripurna hari ini. (HUMAS SETKAB)