Rapat Terbatas Tanggal 2014-01-21 Jam 09:00:00

Rapat Terbatas | Tanggal 21 Januari 2014 | Pukul 09:00:00
Persiapan Kunjungan ke Sinabung

Bismillahirrahmanirrahim. Saudara-saudara, hari ini Rapat Terbatas kita khusus membahas penanganan bencana, lebih khusus lagi solusi untuk saudara-saudara kita yang ada di sekitar Gunung Sinabung.

Namun sebelumnya, saya mengucapkan terima kasih kepada BNPB dan Kementerian terkait atas kerja keras untuk membantu daerah menangani bencana di tempatnya masing-masing. Sebagaimana Saudara ketahui, saya juga sudah berkomunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta urusan banjir, Gubernur Sulawesi Utara juga urusan banjir, Gubernur Sumatera Utara menyangkut penanganan pengungsi di Kabanjahe akibat erosi Gunung Sinabung dan kemarin dari Bali saya berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Barat menyangkut apa yang berkaitan dengan banjir yang melanda sebagian wilayah Jawa Barat, utamanya Bekasi, Karawang, sampai Indramayu. Insya Allah saya akan segera turun ke lapangan hari ini untuk melihat langsung karena ada implikasinya pada pertanian kita sehingga kita harus kalkulasikan dampaknya seperti apa dan kemudian apa yang harus kita lakukan.

Menyangkut Sinabung, kita sudah membahasnya berkali-kali, bantuan juga sudah kita berikan, tambahan bantuan juga sudah kita kirimkan beberapa hari yang lalu. Alhamdulillah sudah sampai. Terima kasih Panglima TNI atas bantuan kapalnya. Karena lusa insya Allah saya berkunjung kembali ke Kabanjahe, maka yang menjadi harapan masyarakat yang dilaporkan oleh Pak Syamsul Maarif kemarin dapat kita carikan solusinya. Saya sudah bicara dengan Menteri Keuangan kemarin juga, kira-kira anggaran seperti apa yang bisa kita gunakan, secara hukum dibenarkan, tapi memang kita perlukan untuk membantu saudara-saudara kita di sana. Utamanya mata pencaharian penduduk yang sangat terganggu karena dia tidak bisa bekerja sehingga ada kerugian yang mengait kepada pinjaman mereka. Oleh karena itulah, karena ini bencana tentu harus ada solusi yang tepat.

Menko Kesra sudah mengirim SMS ke saya kemarin, pandangannya bagus, nanti kita bahas hari ini juga apa yang bisa kita lakukan. Pendek kata Saudara-saudara, yang diperlukan adalah gerak cepat sekarang ini. Kalau menyangkut anggaran, anggaran itu tepat dan tentu sesuai dengan aturan hukum. Kalau ada keragu-raguan konsultasikan. Saya kira kalau tujuannya baik, menolong saudara kita yang kena musibah, tidak sepatutnya lantas takut karena takut sama KPK, takut sama BPK, takut sama BPKP, takut sama Jaksa Agung, takut sama polisi. Koordinasikan dengan baik, sekali lagi tujuannya membantu saudara-saudara yang terkena musibah bencana. Kira-kira itu yang ingin saya sampaikan dan kita bahas secara seksama.

Terima kasih Pak Rono, ini istilah saya suhu vulkanologi, kegunungapian, dan beliau sangat terkenal di luar negeri juga. Mari kita pikir bareng-bareng dari segi vulkanologi seperti apa, kemudian dari segi pemerintah juga seperti apa. Yang saya dengarkan langsung adalah suara rakyat di Kabanjahe, lewat Pak Sudi Silalahi, lewat SMS saya, masuk di social media, itu yang saya dengar, karena pasti itu benar. Mereka yang merasakan, mereka yang sekian bulan mengungsi, mereka yang mengalami kerugian besar dari cocok tanam yang selama ini dikerjakan. Utamanya apa Pak Suswono yang pertanian mereka itu apa biasanya di Kabanjahe? Tanamannya apa?

(“tanamannya hortikultura, tapi sudah diinventaris”)

Baik, saya kira Menteri Pertanian sudah, BNPB juga sudah menginventarisasi. Saya telepon Pak Gubernur Sumatera Utara, Pak Gatot kemarin, saya bilang Pak Menteri Keuangan sudah bicara juga kemarin.

Saya mau break sebentar, saya mau bicara sama Erwiana, saudari kita yang bekerja di Hongkong, yang kemarin disiksa itu. Saya bicara sama yang bersangkutan, sekaligus sama orangtuanya.

 

Presiden SBY berbicara dengan Erwiana dan orangtuanya melalui sambungan telepon

Assalamualaikum, saya bicara dengan Pak Rahmat?

Ya, Pak Rahmat, di sini Pak SBY, saya sedih, saya prihatin terhadap musibah yang mengenai putri Bapak, Erwiana. Saya juga marah kepada mereka yang berbuat kejahatan dan saya minta hukum dan keadilan ditegakkan. Saya kira, Hongkong tahu dan saya dengar Polisi Hongkong juga sudah datang ke Indonesia untuk menanyai Erwiana, supaya yang jahat itu mendapatkan hukum yang setimpal. Saya ingin tanya bagaimana kondisi Erwiana sekarang?

Sekarang di mana dirawat di situ? Sragen.

Ya, saya akan bicara nanti. Pak Rahmat sendiri tinggalnya di Ngawi ya?

Oke, kemudian bapak petani Pak Rahmat ya?

Nanti sebagai kecintaan saya dan rasa keprihatinan saya, nanti akan ada bantuan untuk Pak Rahmat dan Erwiana supaya bisa ikut mengatasi apa yang dilaksanakan sekarang ini.

Sebenarnya Hongkong itu termasuk baik Pak Rahmat dibandingkan banyak negara, tetapi musibah ini. Saya juga sudah berbicara sebetulnya dengan Pemimpin Hongkong waktu di Bali, titip saudara-saudara saya tenaga Indonesia yang bekerja di sana. Selama ini penanganannya baik tapi ya sekali lagi ini musibah. Yang penting Bapak tahu bahwa kami tidak senang, pemerintah tidak senang. Pak SBY juga marah begini-begini ini, tapi yang penting kita sembuhkan Erwiana, pulih. Kemudian tentu kalau sudah pulih nanti bisa bekerja seperti biasanya. Nanti silakan bicara dengan Pak Bupati, Pak Kapolres, Dandim, bagaimana sebaiknya.

Saya sekarang bisa bicara dengan Erwiana?

Saya bicara dengan Erwiana. Ya saya dengar suaranya senang, Pak SBY dengar suara Erwiana. Saya sedih Erwiana ada seperti itu. Percayalah hukum akan ditegakkan, keadilan akan ditegakkan dan yang penting Erwiana kita bantu pengobatannya insya Allah sembuh seperti sediakala dan nanti bisa melanjutkan apapun pekerjaan yang baik.

Sekarang yang dirasakan apa? Pusing?

Saya sekali lagi prihatin. Nanti kalau ditanyai oleh Polisi Hongkong jelaskan apa adanya. Jelaskan apa adanya supaya yang salah diberikan sanksi. Tidak boleh seperti itu. Tabah, ini cobaan Allah. Percayalah nanti, Allah itu maha adil. Kalau sudah sembuh nanti bisa berpikir ke depan. Pak SBY membantu dana, gunakan dengan baik nanti. Tapi yang penting sekali lagi utamakan pengobatannya sampai sembuh dan kemudian hukum ditegakkan, yang salah kita beri sanksi. Mudah-mudahan Allah melindungi Erwiana dan keluarga Pak Rahmat sehingga bisa menjalani kehidupan yang baik.

Saya kira begitu Erwiana ya, salam dari Ibu Ani, tadi nitip salam lewat saya. Tabah, kemudian semoga lekas sembuh.

Pelakunya, Erwiana, menurut Polisi Hongkong pelakunya sudah ditangkap sekarang. Jadi hukum atau keadilan akan ditegakkan.

Baik, saya kira begitu saja. Terima kasih. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pak Rahmat, saya kira itu. Saya senang sekali, tabah si Erwiana. Saya minta nanti semua dijelaskan kepada Polisi Hongkong ya.

Yang penting disembuhkan dulu. Nanti ada Pak Bupati, ada semua di situ, sampaikan kalau ingin menyampaikan kepada saya.

Terima kasih Pak Rahmat. Assalamualaikum.

Jadi waktu ada pertemuan APEC, itu ada pertemuan bilateral kita dengan Pemimpin Hongkong yang baru, yang dulu namanya Donald Tsang, sahabat dekat saya. Di situlah, ketika KPK baru memulai tugasnya dulu, kita bekerja sama dengan Hongkong. Saya minta Pemimpin Hongkong, “tolong KPK Indonesia bisa studi banding dengan KPK Hongkong karena sangat berhasil dalam memberantas korupsi”. Itu saya sampaikan pada tahun 2004 di Chili-Santiago. Setelah itu terjadi kerja sama. Sekarang sebetulnya agresivitasnya tidak kalah KPK kita di dalam memberantas korupsi. Jadi, baik hubungan kita. Yang baru kemarin, saya kira menteri juga mendampingi saya, dia juga saya titipkan “tolong titip warga negara Indonesia yang di sana”. Selama ini baik sebetulnya dan beliau berjanji akan memberikan hak dan perlindungannya. Makanya kejadian ini mungkin juga tidak senang.

Pak Tarman, itu ada Polisi Hongkong di sini, kalau bisa komunikasi. Sampaikan, “Indonesia, Presiden kami ingin hukum ditegakkan seadil-adilnya”. Saya kira begitu.

Baik, itu dulu. Nanti setelah break kita lanjutkan pembahasan kita masalah penanganan bencana utamanya Sinabung. Terima kasih.