Paparan Gubernur Tanggal 2014-01-23 Jam 13:00:00

Paparan Gubernur | Tanggal 23 Januari 2014 | Pukul 13:00:00
Perkembangan Situasi Terakhir dan Penanganan Bencana Erupsi Gunung Sinabung

Terima kasih Pak Gubernur, terima kasih Komandan Satgas atas laporan dan penjelasannya. Ini adalah kunjungan saya yang kedua kalinya ke Sinabung dan dalam catatan saya beserta istri, sejak akhir tahun 2004, tahun pertama saya mengemban tugas memimpin negeri dan menjalankan pemerintahan, saya sudah berkunjung ke-21 lokasi bencana di seluruh tanah air dan ada yang saya kunjungi lebih dari sekali, misalnya Aceh itu 7 kali karena tentu berganti-ganti, Lhokseumawe, Simeleu, Meulaboh, Banda Aceh, dan sekitarnya, karena 200 ribu saudara kita yang meninggal waktu itu. Skalanya besar sekali, terbesar di dunia di awal abad 21.

Kemudian saya pernah berkunjung 2 kali ke Merapi, ini skala bencana yang lebih besar dibandingkan Sinabung. Yogya 3 kali karena 2.500 saudara kita yang meninggal dan ribuan yang cacat waktu itu. Dan kemudian ke Sinabung 2 kali, meskipun alhamdulillah tidak ada korban jiwa karena erupsi Gunung Sinabung, tetapi ada kasus-kasus meninggal dunia dari saudara kita.

Oleh karena itu, atas dasar pengalaman kita, pengalaman pemerintah pusat mengelola dan mengatasi akibat bencana di tanah air kita, maka sudah pada saatnya ada satu kebijakan dan solusi yang kita ambil untuk mengatasi dampak erupsi Gunung Sinabung ini. Saya sudah berbicara dengan Pak Gubernur melalui telepon beberapa hari yang lalu, di tingkat pemerintahan sudah 3 kali saya laksanakan sidang kabinet untuk mencari solusi dan menetapkan kebijakan yang tepat yang berlaku untuk Sinabung utamanya, benar yang disampaikan Pak Gubernur tadi, apa tugas dan tanggung jawab pemerintah pusat, tugas dan tanggung jawab pemerintah provinsi, serta tugas dan tanggung jawab pemerintah kabupaten.

Sebelum berangkat ke Sumatera Utara khususnya ke Kabanjahe ini, saya sudah memiliki konsep solusi dan kebijakan, dan insya Allah besok pagi akan saya tetapkan sebagai solusi dan kebijakan untuk mengatasi dampak erupsi Gunung Sinabung. Mengapa besok, saya masih akan meninjau sore hari ini kondisi yang riil di lapangan, tentu berinteraksi dengan saudara-saudara kita, utamanya yang berada di penampungan, kemudian nanti malam saya mengundang Pak Gubernur, Pak Bupati, dan pejabat daerah terkait untuk bersama-sama kami yang dari pusat melaksanakan pembahasan lanjutan dengan tujuan di samping yang telah dipaparkan tadi, saya ingin konfirmasi, misalnya menetapkan tempat relokasi, harus pasti, demikian juga bantuan untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terganggu mata pencahariannya, harus tepat datanya dan sebagainya. Mengapa? karena anggaran yang diperlukan besar, hampir Rp1 triliun tadi. Oleh karena itu, yang harus saya pastikan dana itu tersedia.

Yang kedua, ada legalitas untuk penggunaan dana itu dan kemudian bagaimana mekanisme penyaluran dan penggunaan dana. Itu misalnya urusan anggaran atau urusan dana, terutama yang berkaitan dengan APBN.

Yang kedua, misalkan penghapusan tanggungan kredit, itu domainnya adalah domain perbankan. Oleh karena itulah kami berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan sekarang Otoritas Jasa Keuangan, karena pemerintah tidak punya kewenangan untuk tiba-tiba menghapuskan, tetapi saya sampaikan kepada pimpinan OJK, ini ada permasalahan yang riil di lapangan, ada saudara-saudara kita yang memang mengalami kesulitan yang berat yang tidak bisa diatasi oleh dirinya sendiri, bagaimana ketentuan undang-undang perbankan agar ada solusi terhadap tanggungan kredit itu dan kemudian manakala ada keterbatasan dunia perbankan apa yang mesti dilakukan oleh pemerintah.

Saya harus memikirkan sampai di situ, karena disamping jumlahnya yang besar, juga harus akuntabel, tidak bertabrakan dengan hukum dan undang-undang dan kemudian di kelak kemudian hari tidak ada masalah apapun.

Itu sudah saya bahas beserta para menteri terkait, pimpinan BNPB, dan pejabat yang lain dengan tujuan sekali lagi dalam kunjungan saya ini beserta rombongan, ada solusi, ada kebijakan, dan kemudian bisa dijalankan.

Saudara-saudara sebenarnya ya kami memiliki pengalaman yang panjang di dalam menangani bencana di seluruh tanah air. Jadi saya mengerti mana itu yang menjadi prioritas dan mana yang nomor dua setelah itu, mana yang segera, dan mana yang juga bisa beberapa saat kemudian.

Oleh karena itulah kita harus memiliki cara berpikir yang sama, kemudian setelah berpikirnya sama pasti yang kita lakukan tepat dan benar.

Pertama yang harus kita pastikan pengelolaan kita benar, utamanya pemerintah kabupaten di-backup oleh pemerintah provinsi dan di-backup serta dibantu oleh pemerintah pusat utamanya BNPB adalah keselamatan jiwa. Ini nomor satu, mari kita cegah jangan sampai ada korban jiwa untuk saudara-saudara kita yang tinggal di sekitar Gunung Sinabung, itu prioritas dari prioritas. Kalau soal rumah rusak bisa kita ganti, kalau saudara kita meninggal dan berkaitan dengan jiwa, kita tidak bisa menggantinya. Jadi semua fokus, semua upaya haruslah diarahkan untuk keselamatan saudara-saudara kita, mencegah jatuhnya korban jiwa.

Yang kedua yang harus kita lakukan dan ini harus terus-menerus, saya tahu sudah dilaksanakan, adalah pelayanan saudara-saudara kita yang ada di tempat penampungan, yang paling basic tentu makan, minum, air bersih, dan juga perawatan kesehatannya.

Tidak boleh ada kekurangan di situ, karena negara kita memiliki kemampuan, belum bantuan dari pihak-pihak tertentu. Masih di sekitar penampungan, maka ada persoalan psikologis, persoalan sosial. Mari kita kelola dengan sebaik-baiknya supaya tidak mengganggu apa yang ada di daerah penampungan.

Kami juga pernah punya pengalaman berkunjung misalnya ke lereng Gunung Kelud, lereng Gunung Merapi, saya juga bermalam bersama-sama pengungsi di situ, kebosanan begitu tinggi. Oleh karena itulah, apa yang bisa kita lakukan, mungkin olah raga, mungkin hiburan, mungkin membaca anak-anak dan lain sebagainya, termasuk konseling para psikiater, ahli psikologi agar mereka yang tinggal sebulan, dua bulan, tiga bulan, empat bulan tidak ada masalah psikologi dan sosial apapun.

Pendidikan, saya mendengar saran tadi, Wakil Menteri Pendidikan bersama kita, saya minta dibantu, tidak boleh ada yang drop out dari anak-anak kita yang ada di penampungan ini. Masih di sekitar penampungan, lantas apa mata pencaharian yang bersangkutan, yang tadinya bekerja, kemudian tidak bekerja. Saya dilapori ada yang disebut dengan cash for work, sudah ada, tetapi saya kira perlu kita lanjutkan dan kita tingkatkan jumlahnya. Oleh karena itu, saya sudah memikirkan alokasi anggaran sekian miliar untuk betul-betul yang tadinya bekerja kemudian nganggur kita kasih pekerjaan, sehingga dia mendapat penghasilan dan hasilnya bisa kita gunakan untuk keperluan yang lain.

Ini seputar pengelolaan bantuan dan pelayanan kepada warga masyarakat yang ada di daerah penampungan. Kalau tersebar tempatnya, maka program ini, kebijakan ini harus berlaku sama, jangan hanya yang di penampungan A, B, C saja, kemudian yang lain tidak dibegitukan, ini juga menimbulkan masalah sosial karena saling melihat, nanti tidak bagus. Itu yang kedua.

Pertama tadi keselamatan jiwa, yang kedua bantuan pengelolaan dan pelayanan saudara-saudara kita yang ada di tempat penampungan.

Yang ketiga adalah bagaimana solusi terhadap saudara-saudara kita utamanya para petani, pekebun yang karena musibah, saya sudah lihat foto-fotonya, benar-benar rusak. Tentu kalau dibebankan kepada yang bersangkutan tidak punya kemampuan. Inilah yang harus kita hitung secara pasti, kemudian kebijakan seperti apa, saya sudah punya hitung-hitungannya, tapi nanti malam saya ingin bicara langsung dengan saudara Gubernur, saudara Bupati, dan semua, supaya hitung-hitungannya pas, karena ini penting sebagai akuntabilitas kita.

Prinsipnya mereka kita bantu dan negara wajib membantu. Saya sudah mencoba apakah ada kebijakan wipe out, pemutihan atau penghapusan kredit. OJK mengatakan, Bank Indonesia mengatakan harus ada syarat-syarat tertentu. Nah pikiran saya, kalau memang ada keterbatasan perbankan yang penting ada, yang dilakukan perbankan, tetapi pemerintah juga bisa memberikan bantuan, bantuan yang kita anggap tetap. Itu yang ketiga.

Sedangkan yang keempat adalah relokasi. Ya kalau dalam radius 3 kilometer, itu saya kira di gunung berapi manapun itu dangerous, di sini ada Doktor Surono, Doktor Surono yang ahli vulkanologi, yang memiliki pengalaman yang dan pengetahuan yang luar biasa, mengatakan Pak Surono bahwa yang berada di radius 3 kilometer ini tidak aman untuk tinggal di sana. Kesimpulannya harus kita relokasikan. Boleh barangkali masih, apa namanya ya bertani di tempat itu, tetapi tempat tinggalnya haruslah di luar radius yang disebutkan aman tadi.

Pikiran saya adalah, dan mudah-mudahan ini saudara-saudara kita sadar dan mendukung, karena ada juga kasus yang mau direlokasikan tidak mau, tetap ada di situ, bencana datang lagi, kemudian sekian orang meninggal karena di sapu oleh awan panas, itu contohnya.

Ada juga waktu saya meninjau ke Aceh Tengah dan Bener Meriah, longsor, gempa berkali-kali. Saya datang, Pak Presiden tolong Pak kami dipindahkan, kami direlokasi supaya hidup kami tenang, tidak terhantui setiap saat ada gempa dan kemudian kami bisa tewas. Nah saya suka seperti itu. Nah mudah-mudahan ada kesadaran yang baik dari saudara-saudara kita yang tinggal, terutama di radius 3 kilometer dan secara tradisional, historis memang sebaran dari apa namanya, apa Pak Rono yang panah ke arah Tenggara itu?

 

Doktor Surono

Awan panas.

 

Presiden

Awan panas ke arah sana. Ini juga penting, karena dari erupsi ke erupsi itulah rute tradisional yang terjadi di Gunung Sinabung ini. Relokasi ini memerlukan tempat. Kita sudah bekerja, Menteri Kehutanan bekerja, kemudian kita hitung, misalkan 1.000 KK kita pindahkan. Berapa yang kita perlukan, apa misalkan 1 hektar, 1 kepala keluarga, berarti ketemu 1.000 hektar. Ada wilayah 8 ribu hektar yang bebas dari hutan lindung, tapi itu HTI, bisa dibebaskan untuk saudara kita. Kita menghitungnya sampai ke situ. Kemudian tentu membangun hunian tetap perlu waktu. Sebelum pindah ke sana, merekalah sebenarnya dibangunkan hunian sementara. Kalau hunian sementara bisa saja tempat yang kurang ideal tapi bisa untuk huntara dan pada saatnya mereka pindah. Sedangkan yang tidak dalam kategori berbahaya, tapi sekarang ada di penampungan dan mudah-mudahan, kita berdoa kepada Allah Swt, Tuhan Yang Maha Kuasa agar beberapa minggu mendatang kemudian ini berhenti erupsinya. Vulkanologi mengatakan aman katakanlah dan kemudian saudara kita yang di luar radius 3 kilometer bisa kembali misalnya, sisa yang dalam radius 3 kilometer kita atasi sendiri, dengan cara tadi huntara kita persiapkan menuju ke hunian tetap. Ini juga persoalan yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Saya sebagai Presiden menetapkan kebijakan mengalokasikan anggaran tetapi implementasinya daerah. Jadi kalau pusat sudah menetapkan kebijakan, menyiapkan anggaran, membantu misalkan mencarikan lahan barangkali sulit didapatkan oleh Gubernur atau Bupati, maka pesan saya, instruksi saya, setelah itu laksanakan semua proses dengan sebaik-baiknya sama memberikan penjelasan kepada masyarakat apa langkah-langkah yang perlu dilakukan dan kemudian kalau kerja samanya baik, kolaborasinya baik, maka solusi dan kebijakan ini akan dapat dilaksanakan dengan baik pula.

Itulah pada titik sekarang yang perlu saya sampaikan. Jadi kalau empat hal yang utama tadi, menjaga keselamatan jiwa, bantuan dan pelayanan saudara kita yang ada di penampungan, bantuan kepada saudara-saudara kita yang kehilangan mata pencaharian dan mengalami kerusakan pertanian dan perkebunan yang dilaksanakan, dan kemudian proses membuat hunian tetap di tempat relokasi dengan proses ada huntara menuju hunian tetap. Itulah tujuan saya berkunjung ke Kabanjahe kali ini bersama rombongan dan saya minta para menteri terkait sementara kita berada di sini ya, mari kita gunakan kesempatan ini untuk koordinasi pusat dengan daerah, sebab besok setelah saya putuskan kebijakan kita, solusi kita, saya berharap tidak ada lagi masalah-masalah yang bertentangan dengan itu. Kalau ada masalah nanti malam kita bicarakan, setelah saya putuskan jalankan, begitu manajemen pemerintahan dan mudah-mudahan kita bisa mengatasi masalah ini untuk saudara-saudara kita.

Saya tidak tahu tempatnya nanti malam bisa dimana begitu, kemudian di sini dengan tenda tempat saya bermalam jauh itu? Jauh, oke. Apa betul Pak Syamsul, tadi malam saya dengar berita katanya tenda Presiden itu harganya Rp15 miliar?

 

Kepala BNPB

Ngga betul, Rp60 juta.

 

Presiden

Rp60 juta. Saya diberitahu mungkin ada di sini Metro TV sama TV One katanya mengangkat bahwa, entah dari mana beritanya, tenda untuk Presiden biayanya Rp15 miliar. Saya kira dengar sendiri barangkali Metro TV dengan TV One. Lihat nanti di-shoot, di-shooting nanti tenda saya apa betul harganya Rp15 miliar. Mudah-mudahan tidak. Kita tentu mengertilah berhemat, mengerti kondisi yang ada di tempat ini dan mudah-mudahan mari kita bekerja sama dengan niat yang baik membantu saudara-saudara di sini, mengatasi masalah untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara yang kita cintai.

Terima kasih saudara-saudara, selamat berjuang, mari kita laksanakan tugas kita.