Rapat Terbatas Tanggal 2014-03-10 Jam 13:00:00

Rapat Terbatas | Tanggal 10 Maret 2014 | Pukul 13:00:00
Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah dan Pagu Indikatif Kementerian/Lembaga Tahun Anggaran 2015

Bismillahirrahmanirrahim.

Yang saya hormati Saudara Wakil Presiden, para peserta Rapat Terbatas Kabinet sekalian. Agenda Rapat Terbatas hari ini sebetulnya ada dua. Yang satu akan kita acarakan pada sesi pertama yaitu mendengarkan presentasi Kepala Bappenas yang akan dilengkapi oleh Menteri Keuangan berkaitan dengan Rancangan Awal dan Pagu Indikatif untuk Tahun 2015.

Meskipun RKP dan nantinya APBN tahun 2015 itu akan dilaksanakan oleh presiden baru dengan pemerintahan yang baru pula, tetapi sesuai dengan amanah dan ketentuan Undang-Undang kita bertugas dan berkewajiban untuk menyusunnya. Sangat mungkin setelah pemerintahan baru terbentuk setelah tanggal 20 Oktober mendatang, akan ada revisi atau peninjauan kembali RKP dan APBN tahun 2015. Saya, sebagaimana yang telah saya sampaikan sebelumnya, ingin juga menyampaikan kepada pengganti saya nanti sebelum berakhir masa jabatan saya, tentang rencana yang telah kita susun ini agar Beliau mengerti dan kemudian bisa memikirkan apakah itu dijalankan dulu kemudian suatu saat dilakukan perubahan, APBN-P misalnya, atau segera dilakukan perubahan. Itu adalah hak sepenuhnya dari presiden baru dan juga pemerintahan yang baru. Tugas dan kewajiban saya, menjelaskan secara utuh, dengan demikian, harapan saya, presiden dan pemerintahan yang baru nanti berhasil menjalankan RKP dan APBN tahun 2015.

Alhamdulillah, meskipun situasi  perekonomian dunia tahun lalu kurang baik, terutama yang dialami oleh negara-negara berkembang termasuk di dalamnya emerging market, emerging economy, tetapi apa yang terjadi di negeri kita tidak seburuk yang banyak diperkirakan oleh orang, baik oleh pengamat di dalam negeri maupun pihak-pihak di luar negeri, apakah itu berkaitan dengan neraca berjalan, defisit perdagangan, ataupun nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan. Bahkan satu bulan terakhir ini, sebagaimana Saudara ketahui, nilai tukar rupiah itu menguat signifikan. Pernah beberapa bulan yang lalu, nilai tukar rupiah per satu dolar Amerika Serikat hampir menembus 13.000 rupiah, sekarang pada angka sekitar 11.500 rupiah. Kita berharap akan ada ekuilibrium yang tepat dan yang penting stabil. Dengan demikian, akan mudah mengkalkulasikan aktivitas dan kegiatan ekonomi secara menyeluruh. Perbaikan juga terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan. Juga trennya sebetulnya secara umum berkaitan dengan neraca berjalan dan neraca perdagangan juga baik.

Tentu tidak berarti bahwa perekonomian dunia termasuk perekonomian Indonesia tahun ini sudah dikatakan akan baik-baik saja ataupun tidak  ada permasalahan dan tantangan. Saya tidak mengatakan begitu. Tetapi rancangan ini kita bangun atas dasar asumsi-asumsi dan asumsi itu berangkat dari kondisi objektif sekarang, dari posisi sekarang, kemudian kita perkirakan kira-kira tahun depan seperti apa gambaran perekonomian global, perekonomian regional, dan perekonomian kita sendiri.

Itu yang perlu saya sampaikan sebelum Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan menyampaikan laporan dan presentasinya.

Sedangkan agenda untuk Rapat Terbatas sesi kedua berkaitan dengan pembangunan kekuatan dan profesionalitas, serta modernisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia akan saya sampaikan nanti pada awal Rapat Terbatas sesi kedua.

Namun ada satu hal, Saudara mengikuti bahwa Provinsi Riau kembali mengalami bencana asap termasuk kebakaran ladang. Sebenarnya pemerintah sudah bekerja, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, tetapi masih belum sepenuhnya teratasi. Saya terus terang harus mengatakan bahwa situasinya masih belum baik.

Ada dua faktor. Faktor pertama, cuaca tahun ini kembali tidak normal. Apalagi ada ramalan akan terjadi el nino pada tahun 2014 ini. Dengan cuaca yang makin ekstrim seperti itu maka hutan-hutan kita, ladang-ladang kita, akan mudah terbakar-- flammable. Sehingga, ini yang menjadi faktor yang kedua, kalau ada kelalaian apa lagi kesengajaan yang dilakukan oleh penduduk lokal ataupun perusahaan-perusahaan tertentu atau gabungan-- maksud saya penduduk lokal yang menjadi anggota perusahaan itu-- membakar ladang maka dampaknya akan jauh lebih besar dibandingkan di waktu yang lalu.

Solusi dan cara bertindak yang dilakukan pemerintah dan sekarang terus berlangsung, berusaha untuk memadamkan kebakaran dan mengurangi asap itu. Saya sudah menginstruksikan, saya dengar sudah dijalankan, yang memang benar-benar secara sengaja termasuk juga yang lalai melakukan pembakaran yang menyusahkan penduduk kita di sana, dan kalau itu asapnya pergi ke negara lain juga menyusahkan negara lain, agar diberikan sanksi hukum yang tegas. Saya diberi tahu sudah sejumlah orang yang diperiksa dan akan menjalani proses hukum. Instruksi saya, ”cepat”. Kalau perlu pengadilan dipercepat, dengan demikian rakyat tahu bahwa yang lalai itu betul-betul diberikan sanksi. Sebab kalau tidak nanti, sebulan, dua bulan, setahun, dua tahun, lupa lagi, sehingga terbentuk opini, “ah ndak apa-apa”. Buktinya diperiksa ya diperiksa tetapi tidak ada konsekuensi hukumnya. Jadi saya instruksikan, agar pelaksanaan penindakan dan proses hukum dipercepat. Tetap adil tetapi dipercepat, dengan demikian akan menimbulkan efek yang baik untuk tidak begitu saja mereka ceroboh, sengaja membakar dan tidak bertanggung jawab yang akan menyusahkan ratusan ribu saudara-saudaranya, mengganggu kesehatan mereka, mengganggu penerbangan dan aktivitas yang lain.

Itulah yang ingin saya sampaikan dan sudah saya sampaikan kepada Menteri-menteri terkait, tetapi melalui Saudara tolong disampaikan kepada saudara-saudara kita yang ada di daerah itu, jangan  melakukan sesuatu yang menyusahkan orang lain, tidak bertanggung jawab, dan apalagi dengan penuh kesengajaan.

Itulah Saudara-saudara pengantar saya. Terima kasih dan setelah ini akan kami lanjutkan Rapat Terbatas sesi pertama.

(HUMAS SETKAB)