Sidang Kabinet Paripurna Tanggal 2014-04-17 Jam 14:00:00

Sidang Kabinet Paripurna | Tanggal 17 April 2014 | Pukul 14:00:00
Pasca Pemilu dan Persiapan pemilihan Presiden serta Percepatan Pembangunan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua.

Para peserta Sidang Kabinet Paripurna yang saya hormati, alhamdulillah kita dapat kembali melaksanakan Sidang Kabinet Paripurna hari ini. Agenda sidang kita, pertama adalah evaluasi pelaksanaan pemilihan umum legislatif yang alhamdulillah telah dapat kita laksanakan; sedangkan yang kedua, kita ingin melihat kembali program-program pemerintah yang penting yang mesti kita laksanakan dengan sebaik-baiknya hingga akhir masa bakti Kabinet ini. Pada bagian yang kedua itu, saya ingin mendengar nanti dari Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan perkembangan situasi perekonomian terkini, dan sekaligus agenda utama kita untuk kita laksanakan, sekali lagi, enam bulan mendatang yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi.

Saudara-saudara yang pertama, sebagaimana kita ketahui pemilu legislatif telah kita laksanakan, hasilnya pun kita sudah tahu. Bahkan dalam kapasitas saya yang lain sebagai salah satu pemimpin partai politik, pada hari pemungutan suara tanggal 9 April yang lalu, malam hari saya juga telah menyampaikan bahwa pemilu yang kita laksanakan berlangsung secara aman dan demokratis, peaceful and democratic.

Saya juga bisa menerima sepenuhnya hasil pemilu legislatif yang lalu dan sekaligus saya mengucapkan selamat kepada partai-partai politik yang memiliki perolehan yang tinggi atau relatif tinggi. Saya ingin meletakan tradisi politik yang baru di negeri tercinta ini, dalam sebuah kompetisi tentu ada yang menang, ada yang kalah, ada yang berhasil, ada yang tidak berhasil. Yang kalah dan tidak berhasil dengan lapang dada harus bisa menerima sepenuhnya. Sedangkan yang menang atau yang berhasil tentu bersyukur dan akan baik kalau memberikan juga contoh bagaimana perilaku politik yang baik bagi yang menang atau yang berhasil itu.

Satu hal yang betul-betul perlu kita syukuri Saudara-saudara, sekaligus merupakan terima kasih dan penghargaan kita kepada para penyelenggara pemilu, utamanya KPU dengan jajarannya, Bawaslu dengan jajarannya, jajaran pemerintah sendiri yang oleh Undang-Undang juga diharuskan untuk ikut menyukseskan pemilu, partai-partai politik, para calon anggota legislatif, para calon presiden dan terlebih masyarakat luas yang telah melakukan kontribusi yang luar biasa bagi pematangan politik dan demokrasi kita, sehingga sekali lagi alhamdulillah pemilu telah berhasil dengan aman dan damai. Tentu terima kasih dan penghargaan jangan lupa perlu disampaikan kepada jajaran Polri dan TNI yang juga bekerja siang dan malam untuk menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran pemilihan umum tersebut.

Saudara-saudara, sebentar lagi kita akan melaksanakan pemilihan presiden. Jika pilpres berlangsung satu putaran, maka tanggal 9 Juli mendatang, dua bulan lebih sedikit kita akan memiliki presiden yang baru. Meskipun pelantikannya mesti harus menunggu hingga tanggal 20 Oktober mendatang. Kalau satu putaran belum selesai, ada putaran kedua, maka pada bulan September lah kita akan mengetahui siapa pemimpin baru kita, atau presiden pengganti saya nanti. Sebagaimana yang telah dapat kita lakukan dan sekaligus harapan rakyat Indonesia, pemilihan presiden inipun dapat berlangsung secara aman dan demokratis, peaceful and democratic.

Saya menerima banyak SMS dan tentunya saya sampaikan kepada Saudara semua, yang ikut bertanggungjawab bagi penyelenggaraan kehidupan bernegara yang baik, termasuk dalam pemekaran demokrasi di negeri ini antara lain bunyinya seperti ini, “Pak SBY, apa benar demokrasi kita makin matang? Ya, kita tahu pemilu ini berlangsung secara aman dan demokratis tetapi kenyataannya di lapangan tidak sedikit terjadi politik uang.” SMS-nya masih saya simpan sekarang, saya print out sebagai bukti, bagaimana kalau masih ada politik uang di sana-sini? Tentu secara persuasif saya jawab, ya, fakta menunjukkan bahwa pemilu ini berlangsung secara aman dan demokratis, itu fakta. Yang kedua juga fakta, rakyat berpartisipasi secara baik dalam pemilihan umum ini. Sedangkan yang ketiga, jika ada irregularitas di sana-sini katakanlah penyimpangan di sana-sini, itu sebagaimana pemilu-pemilu yang lalu atau pemilu yang dilaksanakan oleh banyak negara, itu selalu ada tetapi tidak berarti itu kita anggap wajar. Tetap dengan aturan dan mekanisme yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang itu juga harus dilakukan penindakan yang semestinya.

Saudara-saudara, terus terang sebagai seseorang yang telah memimpin negeri ini hampir sepuluh tahun dan sebagai seorang yang dua kali mengikuti pemilihan presiden, tiga kali mengikuti pemilihan umum legislatif, masukan dari rakyat itu harus sungguh kita perhatikan. Harus betul-betul menjadi pemikiran kita semua para pencinta demokrasi di negeri ini agar praktek pemilihan umum itu sendiri dan demokrasi pada umumnya di tahun-tahun mendatang, di masa mendatang benar-benar lebih baik, lebih bermartabat, lebih mapan, dan lebih berkualitas. Alasannya adalah kalau budaya politik uang itu masih terjadi apalagi makin menjadi-jadi maka tentu suara rakyat bisa tidak tercermin apa adanya. Tidak berarti partai-partai politik atau para caleg atau para capres yang kebetulan memiliki uang yang banyak, lantas mereka mau melakukan politik uang, belum tentu. Mereka barangkali juga menjaga moral politik, seperti amanah bagaimana berpolitik yang baik. Demikian juga rakyat, belum tentu mereka mau menerima pemberian uang itu sehingga mengubah jalan pikiran meraka. Kita juga tidak bisa langsung memvonis bahwa itu pasti terjadi.

Yang menjadi pemikiran saya adalah saya mempelajari hasil survei di bulan-bulan terakhir sebelum pemungutan suara, ditanyakan kepada rakyat, hasil surveinya juga masih saya pelajari karena bukan hanya satu lembaga, menanyakan sikap masyarakat terhadap politik uang ini. Kalau tidak salah sekitar 70 persen menyatakan itu tidak apa-apa, di daerah ada 10 items apa yang disukai oleh rakyat ternyata politik uang, kaos, dan seperti-seperti itu juga bukan sesuatu yang ditabukan. Oleh karena itulah, ke depan mari kita sempurnakan terus Undang-Undang dan peraturan yang ada, kita bangun terus budaya politik yang hendak kita tingkatkan kualitasnya. Kita pastikan bahwa suara itu betul-betul berangkat dari hati dan pikiran rakyat kita dan bukan oleh faktor-faktor yang lain. Maksud saya, kalau pemilihan umum dari tahun ke tahun-- 1999, 2004, 2009, dan 2014-- ini memang kenyataan makin peaceful, makin demokratis, makin tertib, makin lancar, tidak terjadi benturan yang mengakibatkan korban jiwa, bahkan yang terakhir ini benturan hampir tidak ada, kecuali di Aceh 1-2 kejadian. Ini disertai pula dengan budaya demokrasi dan budaya politik yang bebas dari hal-hal yang tidak baik tadi, termasuk apa yang disampaikan oleh sebagian kalangan kepada saya langsung tentang masih terjadinya yang disebutkan dengan politik uang itu.

Saya tidak bisa mengatakan bahwa itu membahayakan atau itu besar, tetapi sekecil apapun meskipun barangkali belum pada tingkatan yang membahayakan sebagai bangsa yang melihat ke depan mari itu sungguh kita dengar masukan yang muncul dari kalangan masyarakat kita. Tetapi sekaligus Saudara-saudara, saya kira Saudara setuju dengan saya, rakyat kita, rakyat, grassroot, masyarakat luas itu makin matang dalam berpolitik. Yang mudah di panggung-panggung kampanye, di perjalanan, di sekitar kampanye dilaksanakan cukup tertib, cukup matang, tidak ada rasa permusuhan apalagi benturan di antara mereka, ini modal yang luar biasa. Kalau kita melihat di banyak negara, banyak kekerasan, benturan fisik, bahkan terjadi korban jiwa luka-luka dengan jumlah yang besar. Alhamdulillah, itu tidak terjadi dan ini modal, dengan demikian pihak Kepolisian yang dibantu TNI juga tidak terlalu repot untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat kita. Dengan modal yang luar biasa seperti ini, sebagai rasa kecintaan kita kepada rakyat dan sekaligus tekad untuk membangun demokrasi yang makin matang, maka di samping sistem Undang-Undang dan peraturan yang makin baik juga budaya politik, cara?cara berpolitik termasuk dalam pemilihan umum harus sungguh kita sempurnakan di masa mendatang.

Sebentar lagi situasi politik akan diwarnai oleh persiapan pemilihan presiden, tugas dan tanggungjawab saya adalah bersama-sama para penyelenggara pemilu memastikan dalam pilpres ini pun juga berlangsung secara aman, tertib dan lancar, damai, dan demokratis. Tugas partai-partai politik tentu mengajukan siapa calon presiden dan calon wakil presidennya. Bisa gabungan partai politik. Dengan peta politik terkini tidak ada satupun partai politik yang mengantongi suara 25 persen, kalau itu suara ataupun barangkali 20 persen kalau itu kursi di parlemen, meskipun masih harus kita tunggu. Mungkin ada yang memenuhi, mungkin, atau tidak satupun yang memenuhi. Kalau tidak ada satupun yang memenuhi berarti ada gabungan partai politik. Mereka yang bertanggungjawab untuk menominasi siapa calon presiden dan calon wakil presidennya. Tanggungjawab yang lain, rakyat dengan kedaulatan yang dimilikinya adalah memilih siapa capres dan cawapres yang menurut mereka paling tepat untuk memimpin kita lima tahun mendatang. Inilah yang saya sebut dengan responsibility sharing dalam rangka pemilihan presiden beberapa bulan mendatang. Semua sudah diatur dalam Undang-Undang Dasar dan dalam Undang-Undang.

Yang ingin saya sampaikan, sebagaimana dulu yang saya sampaikan sebelum pemungutan suara pemilu legislatif, selama proses politik ini berlangsung, pemerintahan harus tetap berjalan. Oleh karena itulah, sidang hari ini sebagai contoh kita ingin melihat apa saja yang menjadi prioritas enam bulan mendatang untuk melengkapi atau menuntaskan program lima tahunan kita, melengkapi, menuntaskan program tahunan baik RKP maupun APBN.

Dengan pengantar ini Saudara-saudara, setelah ini nanti saya persilakan Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan untuk memberikan update, apa saja yang menjadi agenda dan prioritas kita. Sekaligus agar di-update pula perkembangan perekonomian global-- Menteri Keuangan saya kira baru saja menghadiri pertemuan Menteri Keuangan G20-- dengan demikian yang kita lakukan tepat sesuai pula dengan perkembangan lingkungan strategis.

Begitu Saudara-saudara pengantar saya. Terima kasih.

(Humas Setkab)