Rapat Terbatas Tanggal 2014-04-24 Jam 11:00:00

Rapat Terbatas | Tanggal 24 April 2014 | Pukul 11:00:00
1. Peraturan Presiden tentang Perubahan PEraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum 2. Perkembangan World Trade Organization (WTO)

Bismillahirrahmanirrahim.

Saudara-saudara, sebelum Rapat Terbatas kita mulai saya berpesan kepada staf agar rapat-rapat terbatas itu bersifat terbuka, meskipun selama ini tidak harus Ratas itu terbuka, kecuali Sidang Kabinet, apalagi Sidang Kabinet Paripurna itu terbuka. Karena saya membaca, mendengar ada suatu pemberitaan di media massa seolah-olah tidak ada lagi kegiatan pemerintahan. Presidennya sudah berkemas-kemas, tidak ada lagi kegiatan pemerintahan. Tentunya tidak lah. Kontrak kami sampai akhir, sampai insya Allah 20 Oktober mendatang. Oleh karena itu, dibuka saja. Mungkin rakyat juga ingin tahu apa yang dilakukan oleh presidennya, oleh kabinetnya, jadi tidak salah kalau media menginginkan apa yang kita lakukan ini terbuka untuk umum.

Dua hari yang lalu di ruangan ini dalam Rapat Terbatas yang kita laksanakan, kita membahas dua hal penting dan sudah saya berikan arahan juga, apa yang harus kita lakukan ke depan. Pertama adalah berkaitan dengan kebijakan baru di bidang investasi, singkatnya mana yang kita tetapkan sebagai investasi yang terbuka, mana yang tertutup, dan mana yang terbuka dengan syarat. Semuanya tentu di satu sisi untuk memastikan ekonomi kita terus tumbuh dan berkembang, tetapi di sisi lain ada kepentingan nasional yang harus kita junjung tinggi. Ini setelah dikomunikasikan, pada prinsipnya bisa diterima oleh dunia usaha baik dalam maupun luar negeri. Jadi, terpenuhilah apa yang kita inginkan, kepentingan nasional kita di satu sisi, tapi juga investasi dan ekonomi yang terus berkembang, yang semuanya juga untuk kepentingan rakyat kita. Kemudian dilanjutkan waktu itu dengan penjelasan perkembangan situasi terkini termasuk apa saja yang mesti kita lakukan enam bulan mendatang agar sekali lagi tahun 2014 ini meskipun ini tahun pemilihan umum tetapi ekonomi kita tetap terjaga. Sejauh ini, ekonomi kita terjaga dan bahkan beberapa saat yang lalu, ketika saya menerima tujuh orang duta besar yang menyerahkan surat-surat kepercayaannya kepada saya, mereka pada umumnya memberikan apresiasi terhadap pemilihan umum yang kita selenggarakan-- besar, luas, rumit, dan hanya satu hari pemungutan suara, tetapi mereka mengatakan berlangsung secara peaceful and democratic. Banyak di dunia ini negara yang hanya sekian juta menyelenggarakan pemilu tidak seaman, tidak setertib , dan tidak selancar yang kita laksanakan di Indonesia ini. Oleh karena itu, kita patut bersyukur atas semuanya itu. Saya pribadi sudah berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada para penyelenggara pemilu, dan tentunya termasuk rakyat kita. Itu yang kita bahas pada Rapat Terbatas dua hari yang lalu.

Sedangkan hari ini agenda kita ada dua. Pertama adalah akan mendengarkan presentasi dari Kepala Badan Pertanahan Nasional dan tentu nanti Menteri-menteri terkait saya persilakan juga untuk memastikan bahwa aturan di bidang pertanahan ini dapat kita jalankan dengan efektif, memberikan kepastian, menggerakkan perekonomian kita, utamanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga membawa kebaikan bagi rakyat, bagi masyarakat lokal yang wilayahnya akan dibangun infrastruktur atau untuk penggunaan-penggunaan yang lain. Pendek kata, aturan ini harus tepat mengalir dari Undang-Undang, berorientasi kepada kepentingan bersama, utamanya ekonomi dan infrastruktur, tanpa mengabaikan hak-hak rakyat. Kalau ada apa-apa solusinya juga tepat. Sehingga dengan demikian ada kepastian dalam penggunaan tanah dan kepastian ini sekali lagi membawa manfaat bagi kita semua.

Yang kedua, Saudara tahu bahwa perdagangan internasional itu sesuatu yang dinamis, berkembang dari masa ke masa, terjadi benturan kepentingan antar negara. Oleh karena itulah, WTO itu seringkali kandas, deadlock, karena memang benturan kepentingan banyak negara, melibatkan negara-negara besar, negara sedang, juga negara kecil. Indonesia tentu termasuk ekonomi besar di dunia, 20 ekonomi besar-- kita nomor 16 sekarang, anggota G20, dan memiliki prospek yang baik tentu punya peran yang tidak kecil dalam ikut menata rezim perdagangan internasional yang bagus, utamanya dalam kerangka WTO maupun dengan kerja sama perdagangan regional maupun bilateral. Dalam konteks itulah, Menteri Perdagangan akan menyampaikan nanti isu terkini yang berkaitan dengan perdagangan, yang tentu harus kita sikapi dengan tepat dan benar karena menyangkut kepentingan nasional kita. Dua hal itulah yang kita akan acarakan dalam Rapat Terbatas kali ini.

Demikian pengantar saya, Saudara-saudara.  Terima kasih.

(Humas Setkab)