Sidang Kabinet Paripurna Tanggal 2014-04-29 Jam 14:00:00

Sidang Kabinet Paripurna | Tanggal 29 April 2014 | Pukul 14:00:00
Percepatan Pembangunan dan Persiapan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas)

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua.

Yang saya hormati Saudara Wakil Presiden Republik Indonesia beserta para Menteri dan Anggota Kabinet Indonesia Bersatu II. Yang saya hormati Pimpinan dan para Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, para Gubernur dan Wakil Gubernur, Pimpinan dan Anggota Komite Ekonomi Nasional, Pimpinan dan Anggota Komite Inovasi Nasional, para Pimpinan Badan-badan Usaha Milik Negara, hadirin peserta Sidang Kabinet sekalian yang saya cintai. Alhamdulillah hari ini kita dapat kembali menyelenggarakan Sidang Kabinet Paripurna diperluas, sebelum esok hari kita menghadiri satu acara yang sangat penting yaitu musyawarah berkaitan dengan perencanaan pembangunan nasional untuk tahun anggaran 2015.

Mengapa Musrenbangnas besok menjadi penting? Karena sebenarnya meskipun yang merencanakan kita, RKP dan RAPBN tahun 2015, tetapi yang melaksanakan adalah presiden dan pemerintahan mendatang. Oleh karena itu, di samping rencana ini harus baik, insya Allah pada saatnya nanti, ketika kita sudah mengetahui siapa presiden terpilih, saya akan sampaikan ke Beliau rancangan kita untuk tahun 2015, agar diketahui. Kemudian manakala nantinya akan dilakukan perubahan dan penyesuaian, rancangan ini telah dapat diketahui dan dipelajari lebih awal. Tujuannya itu. Di samping itu tentu kita harus membangun asumsi yang tepat dan sebagaimana yang kita lakukan selama lima tahun ini atau bahkan sebagian dari kita selama sepuluh tahun ini, maka semua akan kita tuangkan dalam RAPBN tahun 2015 dan juga RKP tahun 2015 agar kedua rancangan itu, sekali lagi, betul-betul tepat, achieveable-- bisa dicapai, dan kemudian tentu menjawab sejumlah isu dan tantangan yang kita hadapi di tahun mendatang. Artinya, kita bisa merumuskan sasaran-sasaran yang tepat dan tentunya harapan kita presiden baru nanti beserta pemerintahan yang dipimpinnya juga bisa melaksanakan RAPBN ataupun RKP ini dengan baik, dengan berhasil.

Saudara-saudara, saya ingin menggunakan kesempatan yang baik ini untuk secara resmi mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Saudara semua, termasuk para Gubernur dan para Wakil Gubernur, yang atas kerja sama, kebersamaan, dan kerja keras kita, pemilihan umum legislatif dapat kita selenggarakan dengan damai dan demokratis, dapat berlangsung secara aman, tertib, dan lancar. Kembali kita membuat tonggak baru dalam sejarah pematangan demokrasi di negeri ini. Manakala kita mengulangi sekali lagi, nanti insya Allahpada tahun 2019, maka dunia dan kita sendiri pun akan mengatakan bahwa konsolidasi demokrasi ataupun transisi demokrasi di Indonesia berlangsung dengan baik. Itu tentu sejarah yang lama dinanti-nantikan oleh bangsa kita dan yang juga ditunggu oleh dunia. Meskipun sebagaimana yang kita dengar di sana-sini ada laporan atau aduan atas dugaan penyimpangan, tetapi secara nasional, secara menyeluruh sekali lagi kita bisa mengatakan bahwa pemilu ini berjalan secara damai dan demokratis. Dugaan penyimpangan apapun itu ada mekanismenya, dan kita berharap semua diselesaikan dengan baik, tuntas, dan adil sesuai dengan ketentuan konstitusi dan Undang-Undang yang berlaku.

Sementara itu, sebentar lagi kita akan memasuki tahap kedua dari pemilihan umum tahun 2014 ini, yaitu pemilihan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia. Saya mengajak Saudara semua, saya memberikan instruksi kepada jajaran pemerintah agar sesuai dengan amanat Undang-Undang, sesuai dengan porsi yang diberikan kepada pemerintah, marilah pemilihan presiden mendatang juga kita sukseskan. Tugas negara, tugas pemerintah adalah memastikan bahwa pemilihan presiden dan wakil presiden juga berlangsung secara damai dan demokratis. Para calon presiden tentulah tengah mempersiapkan dirinya masing-masing. Partai politik ataupun gabungan partai politik sekarang juga tengah mempersiapkan siapa yang hendak dicalonkan, dinominasi, ataupun diusung. Ini proses politik dan semua tahu siapa bertanggung jawab apa, siapa berbuat apa dalam rangka pemilihan presiden tahun ini. Yang penting kita semua-- negara, pemerintah, baik pusat maupun daerah-- marilah kita lakukan upaya agar sekali lagi pemilihan presiden ini juga berlangsung secara baik, secara damai, dan demokratis.

Tentu agenda kita bukan hanya pemilihan umum saja, baik pemilu legislatif maupun pemilihan presiden. Kepada kita diwajibkan dan ditugaskan untuk menuntaskan tugas kita, utamanya tugas pemerintahan pada tahun kelima masa bakti Kabinet Indonesia Bersatu II. Oleh karena itulah, enam bulan mendatang ini mari kita lakukan semua pekerjaan kita, tugas kita. Apalagi kalau kita tahu ada yang harus kita kejar, marilah kita lakukan langkah-langkah percepatan dan penuntasan semua tugas dan pekerjaan yang mesti dilakukan oleh pemerintah, pusat dan daerah.

Nanti, setelah pengantar saya ini, para Menteri Koordinator masing-masing sekitar sepuluh menit akan menyampaikan pekerjaan rumah apa yang harus kita selesaikan dan tuntaskan secara bersama. Diperlukan sinergi dan koordinasi yang baik antara unsur-unsur pemerintah, baik itu sektoral maupun regional. Sektoral itu bisa bersifat horizontal, sedangkan regional pusat dan daerah-- daerah bukan hanya Gubernur tetapi juga Bupati dan Walikota-- yang insya Allah besok akan saya sampaikan di hadapan Musrenbangnas.

Itulah yang menjadi inti dari pertemuan kita pada sore hari ini. Besok akan lebih luas lagi saya ingin menyampaikan kepada Saudara semua potret ataupun perjalanan kita lima tahun terakhir, bahkan sepuluh tahun terakhir, apa yang sudah bisa kita capai dan apa-apa yang belum bisa kita capai. Kemudian kita melihat ke depan, lima tahun mendatang apa tugas dan kewajiban kita untuk memenangkan waktu lima tahun mendatang. Itulah kira-kira yang ingin saya sampaikan besok, dengan demikian semua tahu tugas yang hendak dilaksanakan oleh pemerintah ini lima tahun mendatang.

Saya tahu bahwa di ruangan ini banyak sekali yang masih akan bertugas setelah 20 Oktober nanti, utamanya para Gubernur dan para Wakil Gubernur. Kalau anggota Kabinet saya tidak tahu, mungkin juga ada yang masih berlanjut pada Kabinet yang akan datang atau mungkin ingin pensiun bersama saya, saya tidak tahu, tetapi yang lain dari KEN, dari KIN, dari BUMN masih akan bertugas ke depan. Oleh karena itu, saya berharap, sambil mendoakan semoga Saudara yang ada di ruangan ini memiliki masa depan yang lebih baik. Saya akan tenang untuk menyaksikan negara kita makin ke depan juga makin baik.

Itulah pengantar saya Saudara-saudara. Setelah ini nanti saya berikan kesempatan kepada para Menteri Koordinator untuk menyampaikan presentasi singkatnya.

Terima kasih.

(Humas Setkab)