Rapat Terbatas Tanggal 2014-05-08 Jam 13:00:00

Rapat Terbatas | Tanggal 08 Mei 2014 | Pukul 13:00:00
Kejahatan Seksual terhadap Anak-Anak

Bismillahirrahmanirrahim.

Saudara Wakil Presiden dan para peserta Rapat Kabinet Terbatas yang saya hormati, kita semua dikejutkan dengan kejadian yang tentu membuat kita semua marah, shock, dan berbagai reaksi yang memang patut kalau itu terjadi, yaitu kejadian kekerasan seksual terhadap anak. Ini sesuatu yang sangat serius, sebagaimana yang saya sampaikan ketika pertama kali saya mendengar insiden tentang itu di sebuah sekolah internasional di Jakarta.

Saudara-saudara, sebenarnya pada masa bakti Kabinet Indonesia Bersatu II ini, saya selaku Presiden telah menambahkan satu fungsi kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan menjadi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Meskipun waktu itu yang mendasari pemikiran saya mengapa fungsi perlindungan anak harus kita resmikan menjadi portofolio resmi dalam susunan pemerintahan adalah banyaknya kekerasan terhadap anak misalnya di daerah konflik pada komunitas yang miskin secara absolut, paksaan-paksaan kepada anak untuk bekerja yang sebenarnya belum saatnya, kekerasan di jalanan dan ragam kekerasan yang menimpa anak-anak kita termasuk tentunya kekerasan dalam rumah tangga. Itulah sebabnya kita kokohkan menjadi sebuah fungsi yang melekat pada Kementerian Pemberdayaan Anak.

Tetapi kejahatan kali ini berbeda, meskipun tetap dalam lingkup perlindungan anak, dan apa yang terjadi kemarin ternyata setelah itu kita ketahui juga terjadi di beberapa tempat di Indonesia. Kita juga tahu hal begini juga terjadi di luar negeri. Oleh karena itu, saya menganggap ini masalah yang serius, tidak boleh kita anggap biasa saja, business as usual,dan setelah pertemuan hari ini saya nanti setelah mendapatkan laporan dari para Menteri terkait, saya ingin minggu depan kita bertemu lagi, membahas lagi secara lebih serius, dan kita undang pemangku kepentingan yang lain-- KPAI dan semua yang peduli, yang juga selama ini menjalankan misi kemanusiaan untuk perlindungan anak.

Ini harus menjadi gerakan, movement, bukan hanya kebijakan dan program pemerintah, gerakan di seluruh tanah air, di keluarga-keluarga, di rumah tangga-rumah tangga, RT, RW, dusun, kelurahan, desa, sekolah, karena mungkin tidak semua mengetahui. Barangkali yang paling mengetahui what is going on inside the family, di tengah keluarga, lingkungan yang lebih kecil sehingga kewaspadaan, kepedulian, pendidikan, dan pengawasan ini harus masuk pada komunitas-komunitas yang paling kecil. Itu yang terpikir bagi saya. Oleh karena itu, khusus hari ini pada tingkat pemerintah, tingkat kabinet mari kita diskusikan. Kemudian setelah itu kita bertemu lagi nanti dengan komunitas yang lebih luas. Mari setelah itu kita jadikan gerakan yang sangat serius untuk menyelamatkan anak-anak kita. Trauma itu akan dibawa seumur hidup, akan berpengaruh pada kejiwaan, mental mereka, mereka memandang kehidupannya dan masa depannya. Oleh karena itu, sekali lagi, ini sesuatu yang serius, kita harus bekerja all out. Tetapi pemerintah tidak bisa sendiri, mari kita jadikan sebuah gerakan.

Itulah pengantar saya Saudara-saudara. Setelah ini nanti Menko Kesra saya berikan kesempatan terlebih dahulu menyampaikan laporan dan presentasinya dan kemudian nanti kita bahas dengan secara seksama.

Terima kasih.  

(Humas Setkab)