Rapat Terbatas Tanggal 2014-06-30 Jam 00:00:10

Rapat Terbatas | Tanggal 30 Juni 2014 | Pukul 00:00:10
Masalah Ekonomi

Bismillaahirrahmaanirrahim.

Saudara Wakil Presiden dan peserta Rapat Kabinet Terbatas yang saya cintai.

Hari ini agenda pertemuan kita adalah untuk membahas sejumlah isu di bidang perekonomian, termasuk kebijakan yang akan kita tempuh utamanya dalam jangka pendek, sisa masa bakti kita pada tahun 2014 ini, meskipun keputusan dan kebijakan yang kita ambil selalu memiliki implikasi di masa depan. Oleh karena itu, tetap pengambilan keputusan dan penetapan kebijakan kita harus cermat memperhitungkan segala aspek sehingga tidak akan menjadi bom waktu bagi pemerintahan yang akan datang, bagi presiden yang akan datang.

Ada sejumlah isu yang akan diangkat oleh Menko Perekonomian beserta para menteri terkait dan sebenarnya, sebelumnya sudah dilaporkan secara lisan kepada saya, dan saya pandang perlu untuk dibawa ke forum ini dengan demikian lebih utuh, lebih lengkap, sehingga keputusan yang saya ambil nanti menjadi lebih tepat.

Pertama-tama tentu akan diaudit perkembangan perekonomian terkini dan saudara masih ingat, dalam berbagai sidang kabinet saya sampaikan meskipun tahun ini adalah tahun pemilihan umum dan sekarang memasuki tahapan pemilihan presiden, tetapi perekonomian nasional harus tetap dikelola dengan baik.

Waktu itu saya sampaikan kepada Menko Perekonomian yang baru Pak Chairul Tanjung, ada 3 (tiga) isu penting yang harus dikelola dengan serius, pertama adalah  fiskal atau APBN kita yang mengalami tekanan-tekanan baru dan harus selamat, harus menjadi instrument yang tepat untuk menjaga pertumbuhan perekonomian di tahun ini sekaligus untuk mencapai sasaran-sasaran lain misalnya stabilitas harga, penciptaan lapangan pekerjaan, dan indikator-indikator makro ekonomi yang lain.

Alhamdulillah dengan kerja keras saudara semua yang membahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat Repubilk Indonesia, APBN-P telah disetujui dan itulah yang menjadi pedoman kita, untuk kita jalankan dengan sebaik-baiknya pada tahun 2014 ini. Atas kerja keras saudara saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi, saya tahu selalu ada dinamika dalam pembahasan APBN dan APBN-P, tetapi saya senang meskipun keras, alot, sering kadang-kadang harus mengalami semacam deadlock, tapi pada akhirnya pelajaran yang kita petik demokrasi di negeri ini juga memberikan konfusi yang baik, ending yang baik, karena selalu ada kesepakatan diantara parlemen dengan pemerintah. Kalau take and give, kompromi disana sini itu adalah hukum demokrasi, sepanjang itu untuk kebaikan kita, sepanjang untuk kepentingan rakyat, kita harus bersedia untuk membuka ruang seperti itu, take and give, kompromi dan juga konsensus.

Yang kedua yang saya amanahkan kepada Menko Perekonomian dan jajaran kementerian di bidang ekonomi adalah agar mengelola stabilitas harga dengan sebaik-baiknya utamanya harga-harga bahan pokok, apalagi sekarang kita memasuki bulan Ramadhan, nanti masuk Idul Fitri memang selalu ada kenaikan bahan pokok tertentu dan itu seperti kenaikan yang sifatnya seasonal dan setelah lebaran lewat biasanya kembali ke normal, namun bagaimanapun harus kita kelola dengan sebaik-baiknya. Karena pasar kadang-kadang memiliki keganjilan tertentu yang apabila kita biarkan bisa menggangu kecukupan maupun stabilitas harga bahan pokok itu, dan sejauh ini saya juga mengamati relatif terjaga harga bahan pokok itu dan saya berharap bisa dilanjutkan pengelolaannya mendekati Idul Fitri beberapa minggu mendatang.

Saudara-saudara, disamping fiskal kemudian stabilitas harga, yang lain-lain adalah memang kita harus mengelola dampak dari perekonomian global terhadap perekonomian kita apakah itu nilai tukar rupiah, kemudian situasi perdagangan kita, investasi, dan lain-lain. Oleh karena itu,  bagaimanapun meskipun politik sekarang pada puncak kehangatannya tetapi pemerintah kita semua harus focus, dan tetap memperioritaskan pada pengelolaan tugas-tugas kita termasuk di bidang perekonomian.

Dalam Sidang Kabinet Terbatas kali ini nanti akan dibahas disamping perkembangan perekonomian terkini juga kemungkinan perubahan blue book yang itu mesti kita pertanggung jawabkan akuntabilitasnya, dan juga kemungkinan membangun infrastruktur kabel bawah laut menuju efesiensi energi listrik, karena kalau instrumennya ini keliru menjadi lebih boros. Nah, idenya adalah bagaimana dimasa depan menjadi lebih efisien.

Memang apa yang kita putuskan hari ini dan kebijakan yang akan ditetapkan sekang ini dampaknya baru dirasakan ditahun-tahun mendatang, tentu bukan era kita, tapi ini menjadi tugas dan kewajiban moral kita untuk menghadirkan kebijakan-kebijakan yang lebih baik.

Dan yang terkahir, nanti mungkin bisa ditambahkan oleh Menko Perekonomian dan Menteri ESDM, hasil negosiasi harga jual gas tangguh. Saudara masih ingat dulu ada isu karena kontrak pada tahun 2002 itu dianggap terlalu rendah dulu harganya hanya 2,7 dollar AS/MMBTU. Kemudian ternyata untuk mengubah kontrak tidak mudah, dengan negosisasi yang alot waktu itu hanya naik beberapa begitu.

Oleh karena itu, kita masih berjuang dengan Tingkok, dan pada tahun 2012 saya juga didampingi oleh saudara-saudara kembali mengingatlkan Tingokok. Saya bertemu dengan Perdana Menteri Wen Jiabao, Presiden Hu Jintao, bahwa negosiasi untuk harga jual gas tangguh itu sungguh diperlukan untuk keadilan. Indonesia tidak ingin menjadi pihak yang merugi, memang contract is contract kita hormati, tetapi selalu ada ruang untuk negosiasi, itulah yang sedang dilakukan, dan Alhamdulillah saya mendapatkan good news bahwa ada perubahan yang sangat signifikan, tentu dirampungkan dulu technical-nya tetapi kalau itu bisa diwujudkan mulai tahun ini maka lompatan penerimaan total hingga akhir itu bisa mencapai naik 400%. Dengan demikian rasanya lebih adil dan memang adil bagi kita, nanti silahkan dilaporkan di bagian akhir oleh Menteri ESDM hasil pembicaraan yang dilaksanakan di Tiongkok berkaitan dengan perbaikan atau peningkatan harga jual gas tangguh ke Tiongkok.

Saudara-saudara itulah pengantar saya, pada Sidang Kabinet Terbatas hari ini dan nanti setelah break saya persilahkan Menko Perekonomian untuk memimpin presentasi dan laporan.

Terima kasih.