Sidang Kabinet Paripurna Tanggal 2014-10-27 Jam 14:00:00

Sidang Kabinet Paripurna | Tanggal 27 Oktober 2014 | Pukul 14:00:00
Arahan Presiden

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera,

Pada sidang kabinet pertama ini saya ingin menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan agenda-agenda yang ingin kita kerjakan. Yang pertama, ini perlu kami berikan penekanan bahwa rakyat sekarang ini sedang menunggu hasil kerja kita dan kita harus bekerja untuk rakyat sejak hari ini, sejak hari pertama kita bekerja. Kita tidak boleh dan ragu-ragu akan kendala apapun termasuk kendala mengenai penataan organisasi.

Kemudian bagi Menteri yang Kementeriannya tidak berubah saya harapkan langsung bisa bekerja dan tancap gas, tidak usah nunggu-nunggu apa-apa lagi. Tetapi tolong dilihat yang pertama terlebih dahulu kalau masuk di Kementerian tentu saja perencanaan yang ada di situ, anggaran yang ada disitu seperti apa, organisasinya seperti apa, tolong dilihat terlebih dahulu.

Kemudian bagi menteri yang kementeriannya mengalami perubahan, penggabungan maupun pemisahan agar digunakan unit organisasi yang ada walaupun belum ditata. Misalnya, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi bisa langsung dimanfaatkan, misalnya Dirjen Pendidikan Tinggi yang berasal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan deputi-deputinya. Dan telah kita persiapkan Peraturan Presiden untuk hal yang berkaitan dengan ini.

Kemudian bagi menteri yang kementerian baru, belum ada ruang kantor maupun belum ada staf yaitu Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, segera berkoordinasi dengan Menteri Sekretaris Negara, Mensesneg dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tapi tetap mulai bekerja, gunakan apa yang ada, dan bekerja secepat-cepatnya.

Yang kedua, tugas kita semuanya adalah menjalankan visi, misi, dan program utama Presiden. Tidak ada lagi yang namanya visi dan misi menteri karena yang adalah Program Operasional Menteri, sekali lagi Program Operasional Menteri. Kita harus bekerja garis lurus sesuai dengan arahan yang nanti akan saya sampaikan. Ego sektoral harus dihentikan, ego sektoral harus dihentikan dan kita harus mulai semuanya dengan tradisi baru untuk bekerja lintas sektor, lintas kementerian karena tidak ada pekerjaan-pekerjaan kita ke depan yang bisa kita lakukan sendiri. Oleh sebab itu, koordinasi dan sinergi bukan hanya antar kementerian dalam satu Kementerian Koordinasi, Kemenko, tetapi juga bisa lintas Kemenko, juga lebih harus diantisipasi.

Yang ketiga, saya minta untuk merujuk pada visi misi Presiden, Wakil Presiden dan segera menguraikan berbagai kebuntuan implemantasi kebijakan yang membuat hasil kerja pemerintah segera dirasakan manfaatnya langsung oleh rakyat. Temukan titik-titik yang mengalami kebuntuan, lakukan letak nadi, budget bisa biar darahnya bisa mengalir dengan deras yang sebelumnya vitaminnya bisa sampai ke rakyat atau tidak sampai ke rakyat, lihat secara detail, identifikasi secara detail agar seluruh vitamin itu bisa dirasakan langsung oleh rakyat.

Kemudian tim transisi telah menghasilkan banyak rekomendasi yang sangat berharga dan agar rekomendasi-rekomendasi itu segera dipelajari secepat-cepatnya, dan saya minta kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Kepala Bappenas, untuk bisa segera menjelaskan dan menyerahkan dokumen-dokumen tersebut kepada seluruh menteri, Pak Andrinof Chaniago.

Kemudian sebagai catatan tambahan, Menteri Perencanaan Pembangunan atau Bappenas, kita akan tempatkan satu kelompok dengan Mensesneg karena tugas Bappenas makro, dan bukan hanya perencanaan ekonomi semata tetapi makro semuanya. Apapun visi dan misi Presiden secara keseluruhan harus dikawal perencanaannya.

Saya juga minta kepada Menteri Koordinator untuk segera memimpin rapat koordinasi untuk menemukan letak nadi yang bisa segera dilakuand dan dalam 1-2 hari ke depan, saya akan mengundang para Menko untuk melaporkan kepada saya, setelah kita setujui kebijan tersebut bisa segera dilakukan secepat-cepatnya.

Sekali lagi, kita harus menjaga kepercayaan rakyat yang diberikan kepada kita bisa menunjukkan bukti bekerja untuk rakyat dan untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

Kemudian, saya juga minta untuk semuanya melakukan penataan organisasi, identifikasi dan penataan organisasi secara cepat. Lakukan audit organisasi, mana yang sudah jalan dan yang belum jalan, dan fokuskan pada pengembangan organisasi yang bekerja untuk rakyat. Kalau bisa, lakukan penyederhanaan organisasi agar bisa bekerja lebih efektif dan efisien. Saya minta Kepadan Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi untuk mengawal hal ini, Pak Yudhi.

Sebelum masuk ke gambaran-gambaran yang akan saya sampaikan, saya ingin arahan berikutnya adalah tertutup jadi wartawan silakan.