Sidang Kabinet Paripurna Tanggal 02 October 2017 Pukul 14:00:00

Sidang Kabinet Paripurna | Tanggal 02 Oktober 2017 | Pukul 14:00:00
Arahan Presiden

Bismillahirrahmanirrahim.

          Assalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh.

          Selamat pagi... selamat siang, salam sejahtera bagi kita semuanya.

          Yang saya hormati Pak Wapres (Wakil Presiden, red.), beserta Bapak/Ibu, Saudara-saudara sekalian.

          Saya ingin menyampaikan beberapa hal sebagai arahan pembuka. Yang pertama, yang berkaitan dengan masalah kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab kita. Saya ingin menekankan sekali lagi agar masyarakat yang terkena dampak letusan dari Gunung Sinabung dan yang kedua, dari Gunung Agung, agar dibantu secara maksimal dari semua sisi.

          Kemudian yang berkaitan dengan Rakhine State dan pengungsi yang ada di Bangladesh maupun di Myanmar, kita juga tetap concern kita untuk terus kita bantu Saudara-saudara kita yang menghadapi musibah itu.

          Yang kedua, saya minta APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, red.) di tahun 2018 ini lebih difokuskan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan, yang pertama, kemiskinan. Anggaran yang berkaitan dengan ini agar betul-betul diperhatikan dan ditambah.

          Kemudian yang kedua, yang berkaitan dengan pengangguran. Ini nanti berkaitan dengan investasi dan yang lain-lainnya.

          Dan yang ketiga, yang berkaitan dengan ketimpangan. Saya kira mulai Oktober ini akan dimulai masalah hutan sosial, masalah pembukaan Bank Wakaf Mikro. Saya kira arahnya harus ke arah-arah itu.

          Kemudian yang ketiga, ingin saya sampaikan sekali lagi kepada seluruh kementerian dan lembaga, jangan biarkan investasi, jangan biarkan investor, jangan biarkan pelaku-pelaku usaha ini “wait and...” ngomongnya terus kalau saya tanya, “wait and see”. Artinya kalau ada masalah, ada problem segera di kementerian-kementerian ini diselesaikan.

Dunia usaha harus didukung, harus difasilitasi, harus dibantu, apa pun! Karena yang bisa membuka lapangan pekerjaan, yang bisa menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan infrastruktur itu mereka, 60-70% itu ada di mereka. Tolong ini yang berkaitan dengan perizinan, sekali lagi, yang berkaitan dengan investasi betul-betul kita perhatikan.

          Yang keempat, yang berkaitan dengan politik. Politik harus kondusif. Oleh sebab itu, jangan bertindak dan bertutur kata yang membuat masyarakat khawatir dan bingung! Ini semuanya! Permasalahan antar lembaga, antar kementerian, selesaikan secara kondusif. Bahas di tingkat Menko (Menteri Koordinator, red.). Di tingkat Menko belum selesai, di tingkat ke Pak Wapres. Kalau masih belum selesai, bisa ke saya.

          Perlu saya ingatkan bahwa tahun 2018 sudah masuk ke tahun politik. Ada Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah, red.), ada tahapan Pileg (Pemilihan Legislatif, red.), ada tahapan Pilpres (Pemilihan Presiden, red.) sudah masuk. Oleh sebab itu, sekali lagi jangan melakukan hal-hal yang menimbulkan kegaduhan, menimbulkan kontroversi.

Kita bekerja saja, sudah bekerja saja. Dan kalau ragu-ragu, agar diangkat ke Rapat Terbatas. Sekali lagi, kita ingin terus menjaga keteduhan, ketenteraman, ketenangan, persatuan di antara kita dan juga di masyarakat.

          Dan yang terakhir, sekali lagi, sebagai Kepala Pemerintahan, sebagai Kepala Negara, sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Darat, Laut dan Udara, saya ingin perintahkan kepada Bapak/Ibu dan Saudara-saudara sekalian fokus pada tugas masing-masing, terus bekerja sama, terus bersinergi, jaga stabilitas politik, jaga stabilitas ekonomi, tingkatkan kinerja-kinerja kita, tingkatkan prestasi-prestasi kita dalam mendukung semua program yang berkaitan dengan pembangunan negara kita.

          Saya kira itu sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan.