Sidang Kabinet Paripurna Tanggal 12 February 2018 Pukul 14:00:00

Sidang Kabinet Paripurna | Tanggal 12 Februari 2018 | Pukul 14:00:00
Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2019

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat siang, salam sejahtera bagi kita semuanya.

Yang saya hormati para Menteri, Ibu dan Bapak sekalian seluruh Kepala Lembaga, Pak Wakil Presiden.

Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat terlebih dahulu kepada Menteri Keuangan, Ibu Sri Mulyani Indrawati, yang mendapatkan sebuah kepercayaan menjadi Menteri terbaik, satu-satunya Menteri terbaik dunia. Saya tak nyalamin dulu.

Rapat Paripurna pada sore hari ini akan dibahas mengenai Rencana Kerja Pemerintah (RKP, red.) Tahun 2019. Dan sebelum Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, red.) melaporkan usulan tema, sasaran, dan arah kebijakan dan prioritas RKP 2019, saya ingin menekankan beberapa hal untuk menjadi perhatian kita bersama.

Yang pertama, yang berkaitan dengan momentum pertumbuhan ekonomi yang trennya semakin meningkat dari 5,06 di triwulan ke III (tahun) 2017 tumbuh menjadi 5,19 di triwulan ke 4 (tahun) 2017. Kita ingin tren peningkatan pertumbuhan ekonomi terus berlanjut di 2018. Apalagi saya melihat angka ekspor kita, terutama di sektor komoditas dan batubara menunjukkan kinerjanya yang semakin meningkat. Begitu pula dengan konsumsi rumah tangga yang kita harapkan makin membaik sejalan dengan berjalannya program Padat Karya Tunai yang telah kita gulirkan dan telah dilaksanakan di beberapa daerah.

Untuk hal ini, saya telah melihat kemarin beberapa titik oleh Kementerian PU (Kementerian PUPR/Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, red.), 1 titik Kementerian Desa (Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, red.). Dan saya lihat, saya belum lihat kementerian yang lain. Agar nanti disampaikan untuk program Padat Karya ini dari kementerian yang lain agar bisa kita lihat bahwa sudah dimulai dan sudah dilaksanakan di beberapa daerah.

Yang kedua, saya kira saya selalu mengingatkan kepada kita semuanya bahwa investasi dan ekspor adalah kunci untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi agar bisa tumbuh lebih tinggi lagi. Oleh sebab itu kita harus terus memperbaiki iklim kemudahan berusaha, berinvestasi, dari pusat sampai provinsi, kabupaten dan kota, dan ini sudah lama ditunggu-tunggu oleh para pengusaha.

Kita sedang adu kecepatan dengan negara lain yang juga melakukan langkah-langkah yang hampir sama dengan kita. Jika kita terlambat artinya kita ditinggal. Dan investasi akan beralih ke negara-negara yang menawarkan iklim yang lebih baik. Padahal kita membutuhkan tambahan lapangan pekerjaan baru untuk mengatasi pengangguran yang ada.

Selain investasi saya mengingatkan bahwa ekspor memiliki kontribusi 20,37% dari PDB (Produk Domestik Bruto, red.) kita. Ini seharusnya bisa ditingkatkan lagi dengan langkah-langkah terobosan. Mulai dari percepatan penyelesaian hambatan-hambatan yang dialami para eksportir dalam negeri, dan kita juga harus mulai melibatkan pelaku usaha dan BUMN (Badan Usaha Milik Negara, red.) untuk menggarap pasar-pasar ekspor non tradisional.

Saya tadi pagi juga telah memerintahkan di Kementerian Luar Negeri untuk pameran di negara-negara, non tradisional ini di, mulai tahun depan, awal tahun depan sudah mulai dilakukan untuk terutama negara-negara yang berpenduduk besar, Pakistan, Bangladesh, atau misalnya di Afrika yang penduduknya banyak, dengan pertumbuhan ekonomi yang juga di sana tinggi.

Kemudian juga para Duta Besar, para Konjen (Konsulat Jenderal, red.), Konsul, Atase Perdagangan juga memperkuat diplomasi ekonomi kita, memperkuat intelijen ekonomi kita agar mereka menjadi ujung tombak promosi, peluang investasi, dan juga jeli melihat peluang-peluang ekspor yang bisa kita lakukan dari negara kita.

Yang ketiga, saya minta program prioritas dan juga proyek-proyek strategis nasional yang belum selesai di 2017 agar juga segera dirampungkan, diselesaikan, dan dituntaskan! Dan program proyek strategis yang direncanakan dan mulai dikerjakan tahun 2018 harus betul-betul dipastikan eksekusinya di lapangan! Untuk itu saya minta Menko Perekonomian mengevaluasi lagi program dan proyek yang betul-betul bisa dieksekusi, mana yang memang tidak mungkin bisa dilaksanakan ini harus diputuskan cepat!

Kemudian terkait rencana RKP 2019, saya ingatkan bahwa tahun 2019 adalah tahun politik, dan saya minta agar setelah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur untuk peningkatan daya saing ekonomi kita, maka mulai 2019 kita harus fokus pada pembangunan SDM, pembangunan Sumber Daya Manusia. Oleh sebab itu, kementerian-kementerian yang terkait dengan ini karena tahapan kedua setelah infrastruktur adalah kerja besar kita adalah pembangunan Sumber Daya Manusia, di Menaker (Menteri Tenaga Kerja, red.), Menteri Perindustrian, Mendikbud (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, red.), Mendikti (Menristekdikti/Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, red.), mungkin Menteri BUMN dan kementerian yang lain, saya kira harus mulai merancang apa yang akan dikerjakan dalam kerja besar pembangunan Sumber Daya Manusia.

Saya kira itu sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Dan saya persilakan mungkin Pak Wakil Presiden kalau ada yang ingin ditambahkan.