Info Sidang
Sidang Kabinet
  1. 16 April 2018,  15:00:00
  2. 16 April 2018,  14:00:00
  3. 09 April 2018,  15:00:00

 

 

Kuesioner

Apakah pencarian informasi mengenai persidangan kabinet cukup mudah?

  • Ya
  • Tidak
  • Tidak Tahu
  • Mungkin

Apakah informasi mengenai sidang kabinet sudah lengkap?

  • Ya
  • Tidak
  • Tidak Tahu
  • Mungkin

Apakah informasi persidangan kabinet selalu up to date?

  • Ya
  • Tidak
  • Tidak Tahu
  • Mungkin

Apakah informasi persidangan kabinet bermanfaat?

  • Ya
  • Tidak
  • Tidak Tahu
  • Mungkin
Rapat Terbatas Tanggal 22 December 2017 Pukul 19:30:00
Rapat Terbatas | Tanggal 22 Desember 2017,  Pukul 19:30:00
Pembahasan : Penanganan Dampak Erupsi Gunung Agung Pada Sektor Pariwisata Bali

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Om swastiastu.

Selamat malam, salam sejahtera bagi kita semuanya.

Rapat Terbatas pada malam hari ini akan dibahas mengenai pariwisata di seluruh tanah air, tetapi lebih khusus mengenai sektor pariwisata di Bali yang terdampak karena erupsi Gunung Agung.

Yang pertama, kenapa Rapat Terbatas ini diadakan di Bali? Kita ingin menunjukkan kepada turis, kepada wisatawan, kepada dunia bahwa wisata di Bali aman karena memang dampak dari erupsi di Gunung Agung hanya berjarak 8 sampai 10 kilometer dari puncak gunung. Tadi saya sudah diberi informasi oleh Pak Gubernur dan oleh Pak Menko (Menteri Koordinator, red.) Kemaritiman. Artinya sebetulnya tempat-tempat tujuan wisata yang ada di Bali seharusnya tidak ada masalah, tetapi karena banyaknya pemberitaan mengenai erupsi Gunung Agung yang tidak akurat dan diikuti oleh keluarnya travel ban dari beberapa negara, sehingga berdampak langsung pada penurunan aktivitas pariwisata yang ada di Bali.

Tapi tadi sore Pak Gubernur Bali juga menyampaikan bahwa sekarang sudah mulai kembali akan menuju pada normal kembali, sehingga dengan Rapat Terbatas yang kita lakukan di Bali ini kita harapkan bahwa memang di Bali tidak ada masalah yang berkaitan dengan aman dan tidaknya wisata di Bali karena erupsi di Gunung Agung. Dan saya harapkan baik Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata untuk terus memberikan informasi yang benar, informasi yang lengkap kepada Dubes-dubes (Duta Besar, red.) kita yang berada di negara-negara sahabat agar warganya banyak berwisata ke Indonesia khususnya di Bali. Perlu dikerahkan kedutaan-kedutaan besar kita di luar negeri agar memberikan penjelasan, informasi yang akurat, yang menyangkut keamanan berkunjung ke Bali, dan tentu saja langkah contingency yang kita siapkan kalau memang bencana itu terjadi.

Yang kedua, saya harapkan juga secara konkret terutama Menteri Pariwisata dan Menko untuk mengajak pelaku-pelaku pariwisata, baik PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, red.), baik ASITA (Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies, red.), baik maskapai-maskapai penerbangan, untuk juga diajak memberikan informasi, mempromosikan, sehingga wisata di Indonesia khususnya di Bali menjadi normal kembali dan target wisatawan yang berkunjung sesuai dengan yang sudah kita kalkulasi.

Kemudian yang kedua, yang berkaitan dengan destinasi-destinasi baru yang juga sudah 1,5 tahun ini mulai kita kerjakan. Saya hanya ingin memberikan beberapa hal yang ada di lapangan, terutama ini mungkin menyangkut dari Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, red.), kemudian PU (PUPR/Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, red.), kemudian Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif, red.), yang berkaitan dengan tata ruang yang ada di 10 destinasi baru yang, yang sudah kita tetapkan. Baik yang berkaitan dengan tata pemukiman, baik yang berkaitan dengan penghijauan wilayah, baik yang berkaitan dengan resort atau hotel yang akan dibangun. Ini mumpung belum besar-besaran investasi, investor masuk ke wilayah itu, hal-hal seperti ini harus kita siapkan. Pembangunan infrastruktur juga perlu kita siapkan.

Saya berikan contoh, misalnya seperti yang baru saja kita kunjungi di Hari Ibu tadi pagi, di Raja Ampat. Ini adalah sebuah destinasi baru yang mestinya bisa kita khususkan pada segmen tertentu.

Yang pertama misalnya runway dan terminal di sana yang belum siap. Yang kedua, masalah tata kota yang ada di Kota Raja Ampat. Nah, ini saya kira tugasnya Bappenas untuk mendesain baik yang berkaitan dengan tata kotanya, dengan pemukimannya sehingga tidak campur. Kalau enggak segera kita tetapkan antara di mana kotanya, di mana tempat wisatanya, di mana... semua akan berjalan sendiri-sendiri.

Saya kira perlu kita kunci sejak awal sehingga tata kotanya juga bagus, tempat wisatanya juga terkendali, kemudian hutan konservasi, hutan lindung yang ada di situ, kemudian konservasi sumber daya alam laut yang ada di situ juga semuanya terlindungi, terproteksi semuanya. Saya kira kalau hal-hal ini dimulai sejak awal, penataan kota, penataan destinasi baru wisata kita akan lebih terarah dan lebih jelas.

Saya kira itu sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan. Saya persilakan Pak Menko atau Pak Gubernur, 2 menit-2 menit untuk menyampaikan laporan mengenai, terutama mengenai Bali terlebih dahulu.