Info Sidang
Sidang Kabinet
  1. 20 Juli 2018,  10:00:00
  2. 18 Juli 2018,  14:30:00
  3. 09 Juli 2018,  14:00:00

 

 

Kuesioner

Apakah pencarian informasi mengenai persidangan kabinet cukup mudah?

  • Ya
  • Tidak
  • Tidak Tahu
  • Mungkin

Apakah informasi mengenai sidang kabinet sudah lengkap?

  • Ya
  • Tidak
  • Tidak Tahu
  • Mungkin

Apakah informasi persidangan kabinet selalu up to date?

  • Ya
  • Tidak
  • Tidak Tahu
  • Mungkin

Apakah informasi persidangan kabinet bermanfaat?

  • Ya
  • Tidak
  • Tidak Tahu
  • Mungkin
Sidang Kabinet Paripurna Tanggal 05 March 2018 Pukul 14:00:00
Sidang Kabinet Paripurna | Tanggal 05 Maret 2018,  Pukul 14:00:00
Pembahasan : 1. Lanjutan Pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2019 2. Kapasitas Fiskal (Resources Envelopes) Tahun 2019

Bismillahirahmanirrahim.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sidang Kabinet Paripurna sore hari ini akan dilanjutkan pembahasan mengenai kerangka ekonomi makro, mengenai pokok-pokok kebijakan fiskal dan kapasitas fiskal kita di tahun 2019.

Sebelumnya saya ingin mengingatkan terkait dengan pelaksanaan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, red.) 2018 maupun juga Rancangan APBN 2019 agar diwaspadai, diantisipasi mengenai dinamika ekonomi dunia yang terus berubah sangat dinamis, bergerak sangat dinamis, baik yang terkait dengan suku bunga, yang terkait dengan komoditas, yang berkaitan dengan arus modal masuk, arus modal keluar, yang berkaitan dengan nilai tukar. Karena itu semua dapat mempengaruhi perekonomian kita, mempengaruhi daya saing kita. Oleh sebab itu harus betul-betul diantisipasi, termasuk munculnya kecenderungan beberapa negara tujuan ekspor kita dalam menerapkan kebijakan perdagangan yang protektif, yang proteksionis, yang mengharuskan kita harus memperkuat daya saing ekspor kita.

Dan saya kira juga sudah saya sampaikan pada saat pertemuan dengan Duta Besar, dengan ITPC (Indonesian Trade Promotion Center, red.), bahwa kita kita harus mencari pasar-pasar alternatif untuk ekspor, pasar-pasar non tradisional, sehingga pasar kita semakin meluas.

Yang kedua, terkait dengan pelaksanaan APBN 2018 (tahun 2018, red.) maupun Rancangan APBN 2019 (tahun 2019, red.). Saya minta untuk program PKH (Program Keluarga Harapan, red.), saya kira dalam Rapat Terbatas juga sudah saya sampaikan bahwa agar PKH untuk tahun ini, ini segera dirampungkan di awal-awal ini sebelum bulan Maret ini selesai, untuk yang 10 juta. Kemudian yang tahun depan saya minta agar rupiah yang diberikan kepada peserta PKH agar bisa paling tidak dilipat dua kali. Hitungan Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, red.) berapa? Enam belas persen dari total pengeluaran rumah tangga.

Tadi yang saya minta, yang saya minta tadi waktu kita ketemu, berapa? Dua puluh persen? Dua puluh persen, ya tolong itu dihitung sekali lagi agar betul-betul yang berkaitan dengan keluarga pra sejahtera ini bisa kita tangani secepat-cepatnya. Saya kira tambahan yang diperlukan tadi sudah saya hitung dengan Kepala Bappenas.

Kalau sekarang 50 triliun, dengan tadi yang saya sampaikan itu hanya perlu tambahan 20 triliun. Betul Pak Bambang (Bambang Brodjonegoro, red.), ya? Ya, perlu tambahan 20 triliun ini akan bisa… kita akan mencapai… saya meyakini bisa di bawah 9 itu bisa dipastikan, kalau sekali lagi, berjalan tepat waktu dan tepat sasaran. Kuncinya ada di situ! Sehingga pendampingan menjadi sebuah kekuatan yang sangat penting.

Kemudian yang berkaitan dengan harga-harga kebutuhan pokok, yang mempunyai kontribusi terhadap inflasi, pada angka kemiskinan, seperti beras sebagai contoh, harus dikendalikan. Saya udah perintahkan kemarin Pak Menko Ekonomi (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, red.) untuk mengkoordinasikan ini. Dan saya minta betul beberapa harga, baik itu yang berkaitan dengan beras, dengan gabah, urusan dengan daging, itu betul-betul di… segera diselesaikan, agar sebelum masuk ke bulan puasa ini sudah bisa kita pastikan bahwa harga itu betul-betul turun.

Kemudian yang berkaitan dengan stabilitas keamanan, stabilitas politik, saya minta ini Pak Kapolri (Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, red.), Panglima (Panglima Tentara Nasional Indonesia, red.), KaBIN (Kepala Badan Intelijen Negara, red.), semuanya dan tentu saja kita semuanya agar hal-hal yang mengarah kepada sisi-sisi keamanan saya kira agar ditangani ini secepat-cepatnya, sehingga tahun ini betul-betul stabilitas politik, dan tahun depan stabilitas keamanan dan politik, betul-betul bisa kita total kendalikan.

Yang ketiga, perlu saya mengingatkan bahwa APBN kita memang memiliki keterbatasan. Oleh sebab itu harus diciptakan sebuah inovasi-inovasi baru, sinergitas yang baru yang melibatkan… jangan semuanya tergantung pada APBN, tetapi dilibatkan yang namanya BUMN (Badan Usaha Milik Negara, red.), dilibatkan yang namanya dunia usaha swasta yang sebanyak-banyaknya, terutama dunia swasta. Ini sudah saya ulang, mungkin yang… enggak tahu udah ke berapa kali, dilibatkan, agar kita tidak banyak ketergantungan kepada APBN melalui peningkatan investasi dan juga ekspor. Yang kita harapkan ini akan membuka lapangan pekerjaan dan mengatasi pengangguran yang ada.

Saya juga ingin agar pada akhir bulan ini, yang berkaitan dengan single submission, untuk mendorong investasi, untuk memberikan insentif-insentif kepada investasi betul-betul harus bisa kita selesaikan, karena dengan inilah kita akan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi kita menjadi lebih baik lagi. Koordinasi, konsolidasi adalah kunci. Oleh sebab itu, Menteri, Menko dan seluruh Kepala Lembaga betul-betul harus memperhatikan 2 hal tadi, yaitu konsolidasi dan koordinasi.

Saya kira itu sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan. Saya persilakan Menteri Keuangan untuk menyampaikan mengenai postur anggaran.