Sidang Kabinet Paripurna Tanggal 2013-11-14 Jam 14:00:00

Sidang Kabinet Paripurna | Tanggal 14 November 2013 | Pukul 14:00:00
Pelaksanaan APBNP Tahun 2013 dan APBN Tahun 2014

Assamulaikum Wr. Wb.
Selamat sore dan salam sejahtera bagi kita semua

Teman-teman media, tadi di dalam Sidang Kabinet Paripurna dibahas mengenai, yang pertama adalah perkembangan situasi ekonomi terakhir, kemudian yang kedua adalah mengenai APBN 2014 yang sudah mendapat persetujuan dari DPR pada Oktober lalu. Mungkin saya akan memberikan sedikit daripada gambaran dari apa yang tadi disampaikan di dalam sidang kabinet.

Pertama, mulai dari perkembangan terkini, seperti rekan-rekan media ketahui bahwa pertumbuhan ekonomi kita di dalam triwulan III itu tumbuh 5,6%, sehingga dari triwulan I - III itu rata-ratanya 5,8. Dengan kondisi seperti ini, maka perkiraannya pertumbuhan ekonomi pada tahun 2013 ini ada pada kisaran 5,6 – 5,8% seperti apa yang disampaikan oleh pemerintah sebelumnya.

Hal kedua yang juga dibahas adalah berkaitan dengan neraca pembayaran. Defisit transaksi berjalan mengalami penurunan yang cukup besar sebetulnya dari 9,9 billion US dolar menjadi 8,4 billion US dollar di bulan III. Ada penurunan sekitar 16% dan kalau kita lihat sebetulnya capital account-nya itu masih mengalami surplus sebesar 4 billion. Penurunan dari defisit transaksi berjalan ini sebetulnya in line atau sejalan dengan perkiraan pemerintah dan Bank Indonesia. Memang kemudian pertanyaannya adalah ketika prosentase terhadap PDB karena presentase terhadap PDB-nya pada waktu lalu disampaikan adalah 3,4 - 3,5% tapi sekarang 3,8.

Saya akan menjelaskan ini simply masalah statistik karena kalau misalnya current account dibagi dengan GDP, GDP-nya itu dalam rupiah. Kalau kemudian asumsi dolarnya berubah maka dengan sendirinya, maka dolarnya menjadi lebih kecil sehingga current account terhadap GDP-nya itu kemudian seolah-olah mengalami peningkatan, padahal ini yang perlu dilihat sebetulnya adalah nominalnya.

Jadi kalau saya ambil contoh, ini saya bacakan saja angkanya ya, pada triwulan I itu defisitnya 5,8, triwulan II 9,9 dan triwulan III 8,4. Kalau triwulan IV bisa lebih rendah lagi di bawah 8 maka defisit transaksi berjalan kita itu pada kisaran 30-31, kira-kira angkanya seperti itu dan itu adalah sejalan dengan proyeksi baik pemerintah maupun Bank Indonesia. Jadi harapannya, bahwa di dalam policy yang dilakukan ini ada gejalan penurunan. Memang kita harus mengakui bahwa keberhati-hatian tetap perlu dilakukan terutama berkaitan dengan tekanan di dalam impor migas.

Tadi di dalam sidang kabinet, Menteri ESDM juga menyampaikan bahwa sampai bulan Oktober, penggunaan kuota volume dr subsidi BBM itu 33 juta kilo liter, yang sampai dengan akhir tahun diperkirakan bahwa volumenya itu akan di bawah 47 juta kilo liter. Tadi Menteri ESDM menyampaikan bahwa ini pertama kalinya volume tidak melampaui kuota, jadi sudah ada perbaikan, improvement yang dilakukan.

Hal kedua, hal lain yang juga disampaikan adalah pemerintah akan terus melakukan atau mengeluarkan paket-paket kebijaksanaan untuk  mengantisipasi kemungkinan tapering off. Insya Allah, akhir bulan ini akan ada paket kebijakan dari Kementerian Keuangan yang berkaitan dengan upaya promosi ekspor, peningkatan ekspor, dan satu lagi adalah pengurangan impor dalam kaitan PPh. Itu yang berkaitan dengan situasi ekonomi terakhir yang disampaikan.

Hal lain yang dibicarakan dalam sidang kabinet tadi adalah mengenai APBN. Yang pertama, itu adalah mengenai realisasi dan outlook APBN 2013 yang sampai dengan per 11 November ini supaya nanti angkanya gak salah lagi karena sering kali salah ya. Sampai dengan 11 November, itu pendapatan negara sudah mencapai 1432 triliun rupiah, belanja negaranya sudah mencapai1658,9 triliun rupiah. Jadi kalau kita gunakan, misalnya realisasi dari APBN per 7 November itu 74,9, belanja negara 73%, outlook-nya sampai dengan akhir 2013 untuk pendapatan negara itu diperkirakan akan mencapai 95,3%.

Jadi ini sebetulnya pendapatannya, realisasinya cukup baik, belanja negara itu sekitar 96,1%. Sehingga defisitnya itu diperkirakan pada kisaran yang kami pernah sampaikan pada waktu itu sekitar 2,3 - 2,4% kemungkinannya. Ini artinya bahwa APBN kita akan kurang lebih sesuai dengan target, ini biasanya jauh lebih rendah tetapi pada tahun ini kita bisa sesuai target. Untuk APBN 2014, defisitnya itu 1,69 karena memang dalam pembicaraan di parlemen disepakati, kita membutuhkan defisit yang lebih rendah.

Salah satu isu yang penting yang dibicarakan dalam sidang kabinet paripurna hari ini adalah mengenai alokasi belanja yang terkait dengan tambahan belanja atau dana optimalisasi yang sebesar 27 triliun yang diberikan kepada kementerian dan lembaga. Ada arahan langsung dari Bapak Presiden pada sidang kabinet, bahwa kementerian dan lembaga yang mendapat dana optimalisasi harus memastikan bahwa penggunaan dan pemanfaatannya sejalan dengan RKP, harus jelas dan terukur output-nya, governance-nya harus dijaga, harus mendapatkan persetujuan Komisi DPR, dilakukan pembahasan kembali di pemerintah dalam forum trilateral, Kementerian Keuangan, Bappenas dan kementerian lembaga. Itu yang dibahas secara khusus sehingga terjamin pembahasan dan penetapan alokasi dana optimalisasi yang transparan dan akuntabel.

Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan apa yang tadi dibicarakan di dalam sidang kabinet paripurna hari ini.