Sidang Kabinet Paripurna Tanggal 2014-01-16 Jam 10:00:00

Sidang Kabinet Paripurna | Tanggal 16 Januari 2014 | Pukul 10:00:00
1. Perkembangan Perekonomian Terkini 2. Kesiapan Penyelenggaraan Pemilu 2014 3. Penanganan Bencana

Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Syamsul Maarif)

Saudara sekalian, jadi dalam rapat tadi salah satu acaranya adalah masalah penanganan bencana. Jadi tadi saya melaporkan kebencanaan di seluruh Indonesia dan juga terutama masalah Sinabung, karena beliau nanti akan berangkat ke Sinabung.

Yang kami laporkan adalah bahwa masyarakat yang berada di radius 30 meter ataupun sampai dengan 5 kilometer, saat ini menderita kerusakan lahan pertanian. Yaitu kerusakan lahan pertanian tanaman pangan sebanyak 1.837 hektar, kemudian untuk lahan hortikultura 5.716 hektar, kemudian tanaman buah 1.630 hektar, biofarmaka 1,7 hektar, dan perkebunan 2.856 hektar. Di samping itu, juga ada kerugian dan kerusakan sektor perumahan dan pemukiman, prasaranan publik, serta terganggunya kehidupan sosial ekonomi daerah dan masyarakat.

Bapak Presiden tadi telah memberikan petunjuk kepada saya agar bersama-sama dengan Kementerian dan Lembaga yang lain untuk segera memperhitungkan semua, atau di-assess kerugian dan kerusakan yang diderita oleh masyarakat.

Di samping itu, tadi juga kami laporkan tentang koordinasi yang selama ini terbangun antara posko utama yang dilaksanakan oleh Pemda Karo, di mana pada saat ini ditunjuk sebagai incident commander atau komandan tanggap darurat adalah Ibu dr. Maria-- merupakan Sekda dari Kabupaten Karo. Posko nasional yang ada di Karo diperintahkan untuk lebih diperkuat dalam rangka memberikan bantuan. Beliau tadi menyampaikan jangan sampai kabupaten yang memang tidak mampu lagi, terus kita biarkan bekerja sendiri sehingga posko nasional yang selama ini memang sudah mendampingi di sana diperintahkan untuk lebih memperkuat lagi terutama dalam hal pelayanan terhadap pengungsi dan juga dipikirkan tentang kehidupan mereka sehari-hari. Sebagai contoh, dilakukan kegiatan-kegiatan yang disebut dengan cash for work dan ini nanti akan dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat.

Begitu pula untuk transparansi dan akuntabilitas di dalam penanganan bencana karena ada penggunaan anggaran, maka diperintahkan untuk selalu dikawal dan dengan ini kami juga melaporkan bahwa pelibatan BPKP Provinsi itu selalu melekat di dalam organisasi penanganan darurat di dalam rangka pendampingan, pengendalian, dan pengawasan pelaksanaan.

Tadi juga Kementerian Pertanian telah melaporkan bahwa tim dari Kementerian Pertanian telah melakukan assessment sehubungan dengan masalah-masalah yang menyangkut perkebunan, pertanian, maupun peternakan masyarakat. Menteri Dikbud juga demikian, telah merencanakan untuk kepentingan pemberian beasiswa dan juga berbagai kebutuhan-kebutuhan pendidikan di Karo sehingga anak-anak sekolah tidak ada yang terlantarkan.

Kami laporkan juga, bantuan yang telah disalurkan dari BNPB adalah senilai 20,1 milyar kepada Kabupaten Karo, yakni digunakan untuk dana siap pakai 7,5 milyar bagi provinsi dan pemkab, dana siap pakai untuk program cash for work 7,2 milyar, kemudian bantuan logistik tahap 1 maupun tahap 2 senilai 5,7 milyar. Kemudian akan direncanakan tambahan untuk cash for work sebanyak 10 milyar.

Dari Kementerian Sosial juga telah dikirimkan bantuan logistik senilai 16 milyar, meliputi bantuan logistik pada tahap 1 dan 2 di akhir tahun 2013, maupun juga pada Januari pada 2014 ini yang terdiri dari lauk pauk, family kits, kemudian kids ware, peralatan dapur, paket sandang, dan perlengkapan sekolah.

Begitu juga Kementerian Kesehatan tadi juga sudah disampaikan, melaporkan telah mengirimkan beberapa obat-obatan, kemudian MPASI (makanan pendamping air susu ibu), dan juga masker yang kemarin juga sama-sama telah diluncurkan bersama ke Sinabung pada tanggal 15 Januari kemarin bersama-sama 8.000 paket dari Bapak Presiden yang menggunakan KRI Teluk Banda Aceh yang diharapkan pada tanggal 18 pagi akan sampai di Belawan. Bapak Presiden memerintahkan untuk segera dibagikan.

Begitu juga untuk Kementerian Pekerjaan Umum agar meningkatkan tentang pelayanan air bersih masyarakat di tempat pengungsian karena pengungsi semakin banyak, yaitu meliputi 26.174 jiwa atau 8.161 kk yang tersebar di 89 tempat pengungsian.

Jadi itu yang tadi telah kami laporkan sekaligus juga petunjuk Bapak Presiden dan sekaligus nanti ada bahan-bahan yang kami harus siapkan untuk kita melihat kepada kondisi nyata di lapangan.

Untuk Manado juga demikian, saat ini Manado laporan terakhir cuaca cerah. Tadi juga dari BMKG menyampaikan juga bahwa cuaca cerah sehingga pengungsi sebagian besar sudah kembali. Saat ini tim dari pusat telah datang atas perintah Bapak Presiden. Berangkat tadi malam, pesawat pukul tujuh malam dan sudah bergabung dengan BPPD di Sulut. Saya tadi juga telah berhubungan dengan Gubernur Sulut, sampai dengan saat ini beliau tetap menyampaikan kebutuhannya terutama adalah untuk masalah permakanan. Kami telah memberikan bantuan kepada Gubernur Sulut sebanyak 3,3 milyar.

Saya tadi pagi sudah menyampaikan kepada wartawan bahwa kami mendapatkan informasi dari Pak Gubernur korban masih 15, tapi sampai dengan saat ini saya belum mengecek lagi ada perubahan jumlah. Tentu ini nanti akan berubah terus biasanya informasi tentang yang meninggal, sakit, dan seterusnya pasti akan berubah terus.

Sekian, selanjutnya Bapak Menko Perekonomian. Terima kasih.

 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Hatta Rajasa)

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat sore, salam sejahtera bagi kita semua.

Rekan-rekan wartawan yang saya cintai, hari ini kita melakukan Rapat Koordinasi Bidang Perekonomian dan tadi telah melaporkan perkembangan perekonomian kita di 2013, capaian-capaian kita, dan juga perkembangan perekonomian kita di 2014.

Saya ingin persingkat saja, yang pertama tentu saja ingin saya sampaikan bahwa  pertumbuhan ekonomi kita diperkirakan di 2013 ini berkisar 5,7 persen, bisa kita capai. Itu kita masih menempati pertumbuhan yang cukup baik di antara G20 setelah Cina. Inflasi kita, sebagaimana Saudara ketahui, empat kali kita menaikkan harga BBM. Pada tahun 2005 ketika kita menaikkan BBM inflasi kita mencapai 17 persen. Pada tahun 2008, inflasi kita mencapai 11 persen. Pada tahun 2013 kemarin, ketika kita menaikkan BBM pada bulan Juni, kita perkirakan pada waktu itu inflasi kita berkisaran antara 9 persen, namun kita bisa mengatasi, angka sudah inflasi di 2013 8,38 persen. Salah satu yang bisa kita kendalikan, inflasi tersebut, adalah keberhasilan kita mengendalikan suplai dan stabilitas harga pangan pokok, ini yang paling utama. Jadi, tidak terjadi suatu gejolak pada harga pangan pokok kita. Sementara itu, tingkat kemiskinan juga menurun walaupun landai dan kita harus bekerja keras. Demikian juga dengan tingkat pengangguran yang mencapai 6,25 persen, kemiskinan kita 11,47 persen.

Yang ingin saya sampaikan kepada Saudara sekalian, arahan Bapak Presiden adalah maka pada tahun 2014, seiring atau masih adanya tekanan-tekanan faktor eksternal dan juga cuaca ekstrim sebagaimana Saudara lihat saat ini maka inflasi menjadi sangat penting untuk kita kendalikan. Oleh sebab itu, kami membentuk desk untuk menjaga stabilitas harga pangan pokok, core inflation, dan inflasi-inflasi terhadap harga-harga yang diatur oleh pemerintah. Juga kelancaran arus barang terutama infrastruktur dan logistik yang sangat mempengarui ketersediaan bahan pangan terutama di daerah. Kita akan menjaga inflasi ini dan ketersediaan pangan pokok. Bulog sudah diinstruksikan untuk tidak lagi menunggu perintah, akan tetapi apabila terjadi sesuatu gejolak karena kekurangan suplai maka Gudang Bulog harus segera mensuplai melalui intervensi pasar.

Kami sudah berkomunikasi dengan para gubernur. Beberapa daerah seperti misalkan Sulawesi Selatan, yang dikabarkan di koran hari ini karena gelombang yang sangat tinggi, sehingga ada maklumat dari pejabat Akpel yang melarang berlayar dan ini kita jangan sampai mengganggu pasokan bahan-bahan pangan pokok di pulau-pulau. Oleh sebab itu, tadi kami berkomunikasi dengan gubernur dan gubernur mengatakan bahwa saat ini masih cukup, namun demikian, kami sudah mengantisipasi ini agar tidak terjadi kekurangan di seluruh tanah air.

Yang kedua, yang tidak kalah penting masih dalam kaitan ini, setelah kita mencapai angka-angka yang cukup baik pada akhir 2013, kita tetap harus menjaga agar tidak terjadi pengangguran yang bertambah, akan tetapi justru kita harus meningkatkan lapangan kerja. Untuk itulah maka investasi menjadi faktor yang sangat penting bagi kita sambil kita menjaga daya beli masyarakat kita. Di sini, Saudara sekalian, ingin saya sampaikan nanti langkah-langkah kita untuk menjaga pertumbuhan sambil menjaga stabilitas ekonomi.

Tadi sudah kami sampaikan bahwa ada 6 (enam) poin penting yang harus kita jaga. Yang pertama itu, yang terkait dengan APBN kita tentu menjaga kualitas belanja negara sehingga dapat menstimulasi pertumbuhan ekonomi. Selalu harus ada ruang fiskal kita di 2014 ini untuk  belanja modal. Saudara tahu, di 2014 kita meningkat 6,7 persen belanja modal, sekitar 206 trilyun belanja modal dan itu sebagian besar adalah infrastruktur. Sedangkan untuk belanja pegawai itu stagnan di sekitar 19 koma sekian persen dari total anggaran belanja kita. Oleh sebab itu, maka reformasi birokrasi untuk mengendalikan agar belanja yang lebih berkualitas ini menjadi sangat penting.

Yang kedua, menjaga daya beli masyarakat dengan menjaga laju inflasi. Kita sudah bertekad untuk mengendalikan inflasi kita 4,5 plus minus 1 persen sehingga maksimum kita di 5,5 persen artinya 4,5 plus minus itu adalah angka yang harus kita jaga pada 2014 ini.

Ketiga, kebijakan mendorong pertumbuhan investasi. Ini kaitannya nanti dengan lapangan kerja serta menjaga seluruh investasi yang sudah ada di tanah air kita untuk tidak koleps apalagi pindah karena sesuatu hal. Oleh sebab itu, kebijakan mendorong pertumbuhan investasi ini, kita kaitkan dengan suatu desk PEPI kita dan kebijakan ekonomi. Yang kedua, yaitu apa yang kita sebut dengan mempermudah kebijakan impor untuk tujuan ekspor. Saudara sudah tahu itu paket kebijakan itu yang baru.

Kemudian yang keempat, peningkatan daya saing terutama produk ekspor non migas melalui diversifikasi pasar tujuan ekspor dengan meningkatkan keberagaman dan kualitas produk. Saudara sudah tahu bahwa kebijakan minerba kita cukup baik respon pasar dan kita bertekad untuk tidak lagi mengekspor bahan mentah.

Yang kelima, mengendalikan impor produk-produk yang berpotensi menurunkan daya saing produk domestik di pasar dalam negeri sambil memperluas pasar domestik kita. Ini kaitannya dengan kebijakan ekonomi kita, paket kebijakan ekonomi; paket pertama dan paket kedua.

Yang keenam adalah penguatan perdagangan dalam negeri. Ini juga bagian yang sangat penting untuk menjaga kestabilan harga, kelancaran barang, serta menciptakan iklim usaha. Dalam kaitan ini, maka sistem logistik nasional kita menjadi sangat pernting. Oleh sebab itulah, maka kita mempercepat seluruh hal-hal yang berkaitan dengan konektiviti; pelabuhan, bandar udara, kemudian juga moda-moda transportasi. Ini kita harapkan pada tahun 2014, double track kita selesai, jalan tol kita selesai, bandara-bandara yang sudah dibangun selesai, pembangkit listrik yang tambahan sampai mencapai 49.000 Megawatt selesai, dan juga termasuk yang tidak kalah pentingnya adalah target kita untuk menurunkan beban logistik kita.

Yang berikutnya yang ingin saya sampaikan adalah yang terkait dengan pangan. Saudara sekalian, tahun 2013 kita memproduksi padi 70,87 juta ton. Kita tahun ini, tahun 2013 kita tutup dengan tidak impor beras sama sekali artinya kecukupan kita. Di Gudang Bulog per akhir tahun 2013 di atas 2 juta ton, dan ini akan kita terus pertahankan. Bulog kita minta melakukan suatu intervensi untuk menjaga stabilitas.

Kemudian gula, sedikit menurun dibandingkan tahun 2012. 2012 produksi kita 2,59 juta, tahun 2013 perkiraan 2,55 juta, itu berdasarkan ARAM. Kedelai kita menurun, tahun 2012 masih 843 ribu ton, tahun 2013 diperkirakan dengan ARAM I, ARAM II berkisar 808 ribu ton. Kita sudah bertekad 2015, kita akan meningkatkan setidaknya sudah mendekati kebutuhan kita di atas 2 juta ton. Jagung sedikit menurun, dari 19,39 juta menjadi 18,51 juta ton. Tapi walaupun itu menurun secara keseluruhan, kita tetap bisa dikatakan berswasembada untuk jagung, untuk gula konsumsi masyarakat, dan beras, hanya kedelai yang masih tetap kita impor.

Harga-harga, saya sampaikan kepada Saudara, harga pangan per Januari 2014 dibandingkan 2013 menunjukkan penurunan seperti tempe, gula pasir, ikan bandeng, bawang putih, dan bawang merah. Sedangkan harga pangan yang naik di atas 1 persen yaitu cabai rawit, naiknya cukup tinggi cabai rawit. Kemudian cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, daging sapi, ikan kembung, kedelai, dan terigu, ini semua naik di atas 1 persen.

Untuk komoditas cabai merah, cabai rawit, kedelai, migor, dan terigu, kenaikan harga rata-rata Januari 2014 year on year dibandingkan 2013 relatif lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, relatif sedikit. Namun, apabila kita lihat pada bawang merah, tempe, daging sapi, ikan bandeng, beras, ikan kembung, daging ayam, telur ayam, gula pasir, year on year-nya jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Dari data-data ini, kecukupan suplai kita cukup dan kenaikan harga dalam batas normal tidak disebabkan oleh kekurangan pasokan tapi lebih disebabkan oleh kelancaran logistik yang memang dalam iklim beberapa minggu ini mengalami gangguan.

Kalau posisi beras Bulog, stok kita 2.092.120 ton, cukup kuat. Saya ingin sampaikan ketahanan energi kita, Saudara sekalian, lifting kita menurun dibandingkan 2012, target kita APBNP 840 ribu barrel, produksikita 825 ribu barrel. Untuk tahun 2014 kita perkirakan 870 ribu barrel. Kita sudah membuat rencana aksi untuk meningkatkan lifting kita baik minyak maupun gas.

Saya laporkan soal listrik. Listrik kita ditutup akhir tahun 2013 dengan rasio elektrifikasi 80,4 persen, di mana yang tertinggi yaitu seperti Bangka Belitung 94,77 persen, Jakarta sudah bisa dikatakan 100 persen (99,99 persen) dengan kecukupan dan kehandalan yang tinggi, NAD 91,06 persen, dan Papua satu-satunya yang masih kuning yaitu 50,20 persen. Pada tahun 2014, elektrifikasi kita sudah kita targetkan untuk kita naikkan menjadi 81,5 persen. Dengan demikian, maka tingkat kehandalan apabila kita lihat 2006 masih  63 persen elektrifikasi kita, maka 2013 sudah meningkat 80,4 persen.

Saya ingin sampaikan pada tahun 2013 maka total power kita, listrik kita, ada 46.428 Megawatt, di mana ada penambahan sekitar 1.175 Megawatt dibandingkan tahun 2012. Sedangkan tahun 2014, kita targetkan 49.428 Megawatt dengan tambahan, terutama nanti tambahan dari PLTB sebesar 2.711 Megawatt untuk kita targetkan 2014. Dengan demikian, maka kehandalan listrik kita terus meningkat, demikian juga elektrifikasinya.

Mineral batubara, saya ingin sampaikan, Saudara, beberapa hal yang pokok saja saya sebutkan. Kalau biji nikel selama tahun 2013 kita memproduksi 56 juta ton, maka pada tahun 2014 kita perkirakan produksinya 9 juta ton. Saudara sudah tahu apa penyebabnya, karena tidak lagi dibenarkan ekspor bahan mentah. Bauksit yang selama 2013 diekspor 56 juta ton maka perkiraan kita di 2014 drop ke angka 6 juta ton tapi nanti pada tahun 2016 kita sudah akan surplus kembali karena sudah melakukan pemrosesan dan pemurnian atau peningkatan nilai tambah. Batubara kita pada tahun 2012 kita memproduksi batubara 407 juta ton yang diekspor 340 juta ton sedangkan dalam negeri 67 juta ton. Maka pada tahun 2013 dalam negeri meningkat 72 juta ton tapi pada tahun 2014, kita perkirakan sekitar 95 juta ton di mana ekspor berkisar 324 juta ton.

Yang terakhir yang ingin saya sampaikan adalah tentang MP3EI yang terkait dengan infrastruktur. Kalau investasi, Saudara sudah tahu. Saya sampaikan terlebih dulu investasi sebelum masuk kesana, investasi kita untuk di tahun 2013 untuk PMA dan PMDN sudah di atas 293 trilyun di mana untuk PMA-nya sudah di atas 21 milyar US dollar dan untuk PMDN-nya di atas 94 trilyun. Ini yang bersumber dari BKPM, catat, ini yang BKPM. Karena yang non-BKPM  seperti migas tidak masuk dalam BKPM dan ini tidak mencerminkan PMTB, Pembentukan Modal Tetap Bruto.

Kemudian sumber-sumber investasi terbesar kita sekarang Jepang. Jepang menduduki sumber investasi terbesar pertama dengan 19 persen (1,33 milyar US dollar). Kemudian diikuti dengan Singapura, yang tadinya Singapura nomor satu sekarang menjadi nomor dua (1,14 milyar US dollar). Kemudian diikuti dengan Amerika Serikat, kemudian Korea, dan baru Inggris, dan campuran lainnya.

Saudara sekalian, saya ingin sampaikan 3 (tiga) bulan berturut-turut ekspor kita surplus dan tren menunjukkan akan ada surplus yang terus meningkat di 2014 ini. Diperkirakan current account deficit kita akan terus menurun, yang tadinya pada kuartal ketiga masih berkisar 8,4 milyar dolar atau masih di atas 3 persen maka kita harapkan pada kuartal keempat ini nanti sudah berkisaran 3 persen dari PDB.

Yang terakhir, yang ingin saya sampaikan adalah yang terkait dengan MP3EI. MP3EI kita per akhir tahun 2013 yang sudah groundbreaking dan diresmikan 828,7 trilyun. Perinciannya adalah untuk daerah Papua, Maluku 15 persen, untuk daerah Bali, Nusa Tenggara 3 persen, Sulawesi 8 persen, Kalimantan 24 persen, Jawa 32 persen, Sumatera 18 persen. Terlihat tren Jawa semakin menurun dominasinya, yang kalau dahulu kita lihat, 5 (lima) tahun yang lalu saja, masih di atas 60 persen seluruh investasi berada di Jawa, sekarang Jawa hanya 32 persen.

Di mana saja dana tersebut? Saya sampaikan, BUMN kita menginvestasikan 212,877 trilyun, terdiri atas; infrastrukturnya 145,257 trilyun dan sektor riilnya 67,6 trilyun. Swasta 323,14 trilyun; untuk infrastrukturnya 29 trilyun dan sektor riilnya 293,828 trilyun. Pemerintah 131,159 trilyun, 100  persen itu adalah infrastruktur. Sedangkan campuran PPP dan sebagainya 160,815 trilyun terdiri atas infrastruktur 82 trilyun dan sektor riilnya 78,699 trilyun. Inilah total semua sumber-sumber pembiayaan. Saudara lihat dari seluruh pembangunan di sektor MP3EI, dana pemerintah hanya 131 trilyun dari 828.716,74 trilyun tersebut.

Inilah yang ingin saya sampaikan kepada Saudara-saudara sekalian. Kita menghadapi tahun 2014 dengan lebih optimis, kita melihat tren perekonomian global dikoreksi ke atas, kita perkirakan harga-harga komoditi tertentu akan meningkat. Oleh sebab itu, kita menghadapi 2014 dengan rasa optimis walaupun kita perlu hati-hati karena faktor eksternal tekanan masih akan tetap ada.

Terima kasih. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.