Rapat Terbatas Tanggal 2014-02-14 Jam 00:09:30

Rapat Terbatas | Tanggal 14 Februari 2014 | Pukul 00:09:30
Pasca Letusan Gunung Kelud

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Jero Wacik)

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam sejahtera untuk kita semua                  

Saudara-saudara, para jurnalis, awak media, wartawan, sahabat-sahabat saya, tadi Bapak Presiden memimpin Sidang Kabinet Terbatas diperluas khusus membahas tentang Gunung Kelud di Jawa Timur.

Seperti Saudara ketahui, Gunung Kelud sudah menunjukkan tanda-tanda kegiatannya itu dimulai akhir Januari, sudah kelihatan tanda-tanda peningkatan. Saya didampingi oleh Dr. Surono memberikan penjelasan pers, beliau ahli gunung api, sudah pengalaman luar biasa. Banyak sekali beliau ditempa oleh pengalaman mengurus gunung berapi di Indonesia dan juga sekarang menjadi pakar gunung api di dunia. Jadi kalau ada seminar gunung api di dunia, di Italia, di manapun biasanya Pak Surono selalu jadi salah satu yang diundang. Jadi penghargaan dunia kepada kepakaran beliau.

Nah, bulan yang lalu, Pak Surono yang Staf Ahli Menteri ESDM, jadi gunung api ini pengamatannya diawasi oleh Pusat Vulkanologi itu di bawah Badan Geologi Bandung, ESDM, di bawah saya, di bawah Menteri ESDM itu struktur organisasinya dan Pak Surono dulu Kepala Pusatnya. Sekarang beliau Staf Ahli Menteri dan baru tadi diangkat oleh Bapak Presiden menjadi Kepala Badan Geologi yang tetap membawahi gunung api.

Saudara-saudara, pada tanggal 2 Februari 2014, status Gunung Kelud ditingkatkan statusnya menjadi waspada, itu tanggal 2 Februari. Dengan peningkatan status menjadi waspada maka mulai persiapan di Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur, Pak Sukarwo dengan Bupati Malang, Bupati Kediri, dan Bupati Blitar, 3 (tiga) kabupaten itulah yang paling intensifkan kita ajak untuk mempersiapkan jika suatu saat Gunung Kelud meletus. Itu kita mulai dari 2 Februari, statusnya waspada. Makin hari terus kita hadapi dan persiapannya kita lakukan di lapangan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga sudah mulai turun  persiapan di Jawa Timur.

Pada 10 Februari 2014, status Gunung Kelud dinaikkan lagi dari waspada menjadi siaga. Tentu ini berdasarkan analisa ilmiah kegunungapian itu meningkat statusnya menjadi siaga dan pada saat itu tanggal 10 Februari, 4 (empat) hari lalu, menit by menit sudah kita monitor gunung itu, kegempaannya, ada Gempa Tremor mulai muncul. Tadi malam, Saudara-saudara, kami terus monitor, jam 21.15 itu status Gunung Kelud ditingkatkan lagi menjadi awas. Ini status yang paling tinggi sudah awas, level IV itu. Nah, persiapan makin intensif dan saya mendapat laporan dari para Bupati.

Kemarin sore, kemarin siang, kemarin sore ada tanda-tanda alam di Jawa Timur.  Ini agar Saudara tahu juga, alam memberi sinyal di samping ilmiah yang kita monitor di Pusat Pemantauan di Gunung Kelud, itu ada harimau dari Gunung Kelud turun, ular-ular pada turun, itu laporan kami terima. Kemudian rusa, binatang-binatang kera itu pada turun, jadi alam memberi tanda bahwa sebentar lagi meletus. Terus jam 21.15, saya ulangi statusnya berubah menjadi awas dan 35 menit berikutnya, 1 jam 35 menit, jadi 22.50, jadi 1,5  jam berikutnya erupsi terjadi, letusan berat besar terjadi jam 22.50.

Sampai dengan pagi ini perkembangannya mereda, ketinggian letusan itu 17 KM sehingga menggangu penerbangan. Jadi kami  sudah berkomunikasi dengan BMKG, itu debunya setinggi 17 KM sehingga dikoordinasikan dengan BMKG, mana lapangan-lapangan terbang yang mesti diwaspadai.

Itulah yang bisa kami laporkan, mulai tadi pagi mulai agak mereda dan saya minta tetap namanya gunung api, itu alam walaupun kita punya monitoring tetap saja waspadanya tidak boleh turun. Jadi para pengungsi saya minta bersabar, jadi jangan buru-buru. Saya dengar tadi laporan, sudah ada yang ingin kembali ke rumahnya, waspada tetap, ikuti arahan-arahan dari Pusat Vulkanologi, BNPB yang ada di Jawa Timur. Jadi jangan dulu buru-buru dengan begitu saja mau pulang ke desanya, waspada, toh pengungsian sudah disiapkan semua. Terima kasih kepada Pemda di Jawa Timur, Pak Gubernur, para Bupati, barusan Pak Presiden berbicara langsung dengan Pak Gubernur dengan Pangdam jadi semua sudah dilaporkan, semua secara umum siap Jawa Timur menghadapi Gunung Kelud meletus, dan mudah-mudah ini akan menjadi suatu yang baik bagi kita. Kita harus siap dan siaga menghadapi bencana alam.

Itu saja. Terima kasih banyak. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.