Rapat Terbatas Tanggal 2014-03-19 Jam 15:00:00

Rapat Terbatas | Tanggal 19 Maret 2014 | Pukul 15:00:00
1. Penanganan Bencana Asap Riau; 2. Kampanye Pemilu Legislatif dari Aspek Keamanan; 3. Isu Pesawat Airlines yang terkait dengan Indonesia

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat

Saudara-saudara sekalian, saya akan menyampaikan hal-hal yang terkait dengan bencana asap di Riau, karena ini menjadi salah satu mata acara pembicaraan Sidang Kabinet Terbatas pada sore hari ini. Khususnya di Provinsi Riau, kondisi Riau cukup menggembiarakan karena kualitas udara juga semakin baik, diberitakan dalam posisi sedang antara 60-90 ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara). Meskipun tadi pagi ada 11 hot spot yang berasal dari daerah Dumai, Pulau Rupat, dan sekitar Siak, tapi segera Satgas Darat kita sudah bisa melakukan operasi pemadaman sehingga sudah kembali keadaan dapat terkuasai.

Ini adalah suatu realisasi dari instruksi Bapak Presiden, dalam waktu tiga minggu sudah harus dapat dicapai suatu keadaan, dimana tidak ada kebakaran lahan dan hutan, serta tidak ada lagi asap yang mengganggu baik masyarakat sekitar maupun di provinsi atau negara yang lain.

Kesiapan kita lain adalah dalam rangka kesiapan BMKG pada bulan-bulan April, Mei, Juni mendatang dimana musim kemarau cukup memberikan kita harus perhatian maka untuk itu telah dilakukan langkah-langkah menambah kekuatan armada kita untuk water bombing termasuk sedang dipersiapkan suatu proses penyewaan pesawat amphibi yang menurut informasi sudah masuk prioritas yang akan diberikan oleh Rusia, yang disewakan kepada kita.

Selanjutnya sedang dipikirkan, mengingat seringnya kejadian seperti ini dan tidak hanya di satu provinsi tapi kita memiliki delapan provinsi yang mungkin kritis, empat di Sumatera dan empat di Kalimantan, maka dipikirkan bahwa pemerintah akan bisa membeli sebuah pesawat seperti itu yang bisa digunakan untuk di dalam negeri maupun juga untuk dipergunakan di negara-negara lainnya yang memerlukan terutama di negara yang memiliki kawasan hutan yang memiliki kemungkinan terjadi kebakaran lahan dan hutan seperti kita ini, di kawasan ASEAN, contohnya saja seperti itu.

Jadi, di samping helikopter yang besar juga pesawat amphibi, ini dalam jangka panjang kita harus mempersiapkan keadaan yang terburuk, yang mungkin saja terjadi, kita sudah siap baik dalam rangka penegakaan hukumnya juga peralatan-peralatan yang memadai, mengingat luasnya wilayah hutan kita.

Sebagaimana diketahui, kita memilki dua Satgas; Satgas Darat yang dilakukan pemadaman bersama-sama dengan berbagai kalangan masyarakat dan TNI Angkatan Udara, Angkatan Laut, Angkatan Darat, Kepolisian, juga dengan yang dilakukan oleh BNPB, BMKG, dan BPPT. Satuan-satuan tugas ini juga kita miliki Satuan Tugas Udara seperti untuk melakukan modifikasi cuaca TMC untuk menghasilkan musim hujan buatan.

Jadi, Saudara-saudara sekalian, ini juga sudah dijajaki oleh pemerintah dan kemungkinan tentu melihat pada keuangan negara kita tapi dipandang perlu di masa mendatang, kita harus memiliki peralatan tersebut. Inilah yang telah dilakukan.

Kami bergembira pada saat laporan terakhir siang tadi, keadaan cuaca jarak pandangnya 7000-8000 meter yang perlu kita hanya mencapai 700-800 meter sekarang 7000-8000 meter sehingga penerbangan bisa berjalan baik. Mudah-mudahan bulan Maret ini sesuai dengan ramalan masih jatuh hujan tapi kita harus waspada pada bulan-bulan April dan seterusnya.

Demikian laporan kami, terima kasih.

 

Menko Polhukam

Saudara sekalian, ada dua substansi terkait dengan rapat sore hari ini. Yang pertama adalah updating terhadap bantuan Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Malaysia terkait dengan pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 dan nanti satu lagi adalah Kapolri untuk melaporkan hasil dari pemantauan pelaksanaan kampanye selama kurang lebih lima hari terakhir ini.

Terkait dengan bantuan Republik Indonesi terhadap Malaysia dalam upaya pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370, sampai saat ini sejak tanggal 10 yang lalu, yang telah di-deploy lima kapal KRI, satu pesawat Boeing 737 AU Patroli Maritim dan satu pesawat udara AL masih tetap diberikan. Jadi belum ada penarikan apapun terhadap upaya-upaya pencarian tersebut.

Pola atau mekanisme pencarian dan pertolongan ini dikoordinasi oleh Badan SAR Malaysia. Oleh karena itu, ke arah mana, siapa saja negara-negara yang terlibat di situ sangat ditentukan oleh Badan SAR Malaysia. Jadi kalau Saudara-saudara mendengar atau membaca sektor utara, sektor selatan, itu adalah hasil dari analisa terakhir pergerakan pesawat setelah mereka berbelok dari arah Teluk Thailand sampai ke barat sampai dengan titik berakhirnya, hilangnya itu di sekitar Pulau Andaman atau Nikobar.

Jadi sektor selatan itulah sektor kita, selatan itu bukan berarti sampai dengan lautan di Hindia di daerah Pelabuhan Ratu tapi di selatan dari track terakhir pesawat itu. Ini yang sedang diorganisasikan oleh Badan SAR Malaysia, dan kita tetap melaksanakan bantuan tersebut sampai nanti Pemerintah menganggap ini diteruskan atau tidak, tapi sampai sekarang masih terus kita lakukan.

Yang kedua, terkait dengan isu diminta seluruh data penumpang pesawat Malaysia Airlines. Itu sebenarnya, permintan itu adalah kepada semua negara dimana warga negaranya berada di dalam pesawat itu. Data-data passengers itu untuk dilihat dan dikonfirmasi kepada negaranya data-data mereka dan oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia data itu sudah dicari dan sudah diyakinkan bahwa tidak terkait dengan sejarah, tidak ada kejahatan apapun terhadap tujuh warga negara yang berada di pesawat Malaysia airlines tersebut.

Jadi ada dua isu itu tentang kecelakaan pesawat Malaysian Airlines, saya tidak ingin bertindak lebih lanjut kenapa dan apa, karena pesawatnya belum ketemu. Biarkanlah sekarang upaya pencarian itu sampai ketemu, sampai didapat data yang sahid, yang pasti dari black box pesawat tersebut. Perlu diketahui Lautan Hindia di daerah Andaman, Nikobar, itu memang dalam. Tidak seperti pada saat kita menemukan black box-nya Adam Air di Selat Sulawesi. Itupun di Selat Sulawesi, dua minggu kemudian baru kita tahu di situ karena ada pecahan atau kepingan pesawat, tapi saya tidak ingin berlanjut ke situ, kita tunggu saja sampai ketemunya black box dari pesawat itu, baru kita bisa analisa yang menjadi penyebab pesawat tersebut.

Selanjutnya sedikit nanti dari Kapolri tentang pelaksanaan kampanye yang sampai dengan hari ini, silakan.


Kepala Kepolisian Republik Indonesia

Rekan-rekan pers, tadi telah disampaikan bahwa salah satu yang dibahas adalah pengamanan kampanye yang ini sudah hari ke empat tanggal 16, 17, 18, 19, dan kita bersyukur bahwa sampai dengan hari ini tidak ada pelanggaran-pelanggaran yang berarti di beberapa daerah.

Ada laporan yang digabung dulu di Sidoarjo tentang money politic tetapi itu sedang kita analisis apakah itu masuk ranah money politic karena kalau orang membagikan uang kepada peserta kampanye untuk beli makan, itu namanya anggaran kampanye yang digunakan untuk kampanye. Tetapi kalau misalnya dia membagi-bagi duit kepada para pemilih untuk memilih calon tertentu, itu baru money politic, sehingga ini masih dalam proses nanti akan kita tindak lanjuti.

Kondisi aman ini adalah berkat dari masyarakat yang memang benar-benar sudah menyadari akan pentingnya proses demokrasi yang ada di Indonesia. Sehingga aman ini dari masyarakat kita, kalau masyarakat kita menghendaki aman maka Insya Allah akan aman. Polri sebagai aparatur penegak hukum dan sekaligus aparatur keamanan bersama dengan unsur keamanan lainnya akan mengawal proses demokrasi ini sehinga pelaksanaan aman.

Kemudian  juga, beberapa waktu kejadian yang lalu ada case terjadi kecelakaan lalu lintas yang membawa logistik Pemilu yang ada di Aceh tanggal 16 jam 05.00, beberapa waktu yang lalu yang membawa surat  logistik suara untuk pemilih tuna netra. Itu sudah kita bantu dan sekarang  logistik sudah kita dorong sampai ke KPUD yang ada di Aceh sana.

Kemudian juga, yang selama ini terjadi beberapa kejadian di Aceh itu sudah bisa kita tangkap pelakunya, dua orang sudah kita tangkap sehingga diharapkan Aceh akan kondusif. Masyarakat Aceh khususnya, untuk masyarakat Indonesia umumnya akan bisa menggunakan hak pilihnya tanpa ditakuti oleh perasaan-perasaan tekanan-tekanan kekerasan maupun tekanan-tekanan yang lain sehingga rakyat akan menggunakan hak pilihnya dengan jernih dan akhirnya dia akan memilih para pemimpinnya nantinya yang akan duduk di DPRD, DPD, maupun DPR RI, dan Presiden serta Wakil Presiden betul-betul mampu untuk membawa bangsa Indonesia ini ke arah yang sejahtera.

Kemudian, mungkin ada beberapa terkait dengan penegakan hukum masalah asap yang ada di Riau tadi sudah disampaikan oleh Pak Menko Kesra. Dari aspek penegakan hukum, yang ditangkap sudah 66 orang, satu korporasi, ini sudah dalam proses, satu sudah T121 sehingga diharapkan ini membuat jera bagi masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran yang akhirnya dapat membantu aktifitas masyarakat.

Kemudian  yang terakhir, terkait dengan pencarian para korban, tadi sudah disampaikan oleh Bapak Menko Polhukam, bahwa kami tadi sudah sampaikan bahwa para korban yang ikut di dalam pesawat Malaysian Airlines, tujuh korban dari Indonesia, saya pastikan tidak ada yang terafiliasi dengan pelaku terorisme. Ini gambarnya tiga orang, datanya sudah ada dan ini adalah data yang lain dan selama inj tidak ada catatan kriminal di Indonesia.

Sehingga saya pastikan bahwa tujuh passenger Malaysian Airlines dari warga Indonesia ini tidak ada sama sekali terafiliasi dengan kelompok-kelompok terorisme dan data foto, antemortem. Data antemortem sudah kita kirim melalui Kepolisian Malaysia untuk membantu Malaysia nantinya, kalau diketemukan para korban dari Indonesia.

Terima kasih.

(Humas Setkab)