Rapat Terbatas Tanggal 2014-04-02 Jam 11:00:00

Rapat Terbatas | Tanggal 02 April 2014 | Pukul 11:00:00
1. Masalah Listrik di Sumatera Utara; 2. Masalah Bandar Udara Ahmad Yani di Semarng, Jawa Tengah.

Menko Perekonomian

Rekan-rekan wartawan semua yang saya cintai. Hari ini, Presiden memimpin Rapat Kabinet Terbatas Bidang Perekonomian dengan dua agenda khusus yaitu yang pertama mengatasi shortage listrik di Sumatera Utara dan yang kedua adalah penyelesaian pembangunan bandara Ahmad Yani di Semarang. Saya ingin sampaikan dari hasil-hasil rapat tersebut, yang pertama, Bapak Presiden meminta agar dalam waktu dua minggu kedepan, hal-hal yang berkaitan dengan teknis kerjasama antara Angkasa Pura dengan Kementerian Pertahanan yang memiliki lahan baik dalam bagi hasil maupun di dalam katakanlah sewa lahan tersebut tuntas. Dan tadi dilaporkan bahwa dengan adanya proposal baru dari Kementerian Pertahanan maka menteri Keuangan melalui Dirjen Kekayaan Negara sudah akan menetapkan pola kerjasama bagi hasil maupun sewa tersebut yang artinya di dalam keekonomian yang dikembangkan oleh Angkasa Pura ini masuk dalam kategori commercially viable. Dan ini bisa mempercepat pembangunan Bandara Ahmad Yani di Semarang. Ini yang saya sampaikan dalam dua minggu akan kita tuntaskan dengan adanya proposal baru dari Kementerian Pertahanan tersebut. Dan tinggal kita menuntaskan tentu adalah sedikit perubahan PP Nomor 6 yang sebagai dasar nanti Menteri Keuangan menetapkan pola bagi hasil dan kerjasama tersebut.

Yang kedua terkait dengan Sumbagut. Bapak Presiden meminta agar segera diatasi shortageyang ada di Sumatera Utara, listrik, dengan sesegera mungkin menuntaskan, mempercepat hambatan-hambatan yang ada. Upaya penyelesaian defisit pasokan jangka pendek itu diusulkan tentu yang pertama mempercepat penyelesaian PLTU Nagan Raya yang 2 X 95 Mega Watt (MW) ini sudah  on the fight plan sehingga sampai dengan April ini bisa kita, akhir April barangkali sudah bisa kita atasi jangka pendeknya. Penyelesaian kerjaan pemeliharaan dan perbaikan gangguan pembangkit 300 MW PLTGU Belawan. Ini adalah PLTU Labuhan angin-angin. Ini juga dalam pengerjaan, pengoperasian sewa PLTD MFO 120 MW secara bertahap dari April 40 MW sampai dengan Juni 120 MW. Ini untuk jangka pendek untuk mengatasi ini. Kemudian juga mempercepat penyelesaian pembangunan PLTU pangkalan susu 2 X 200 MW dan penyelesaian masalah sosial. Saudara-saudara sudah tahu kita punya pembangkit tetapi tidak bisa dievakuasi powernya karena sistem transmisi tegangan tingginya mengalami hambatan untuk kembali lagi masalah lahan, masalah tanah. Sutet 275, bukan sutet ini, SUTT 275 KV, Binjai, Pangkalan Susu. Ini menyangkut sengketa tanah antar ahli waris. Nah, kemudian ini sudah ada solusinya sehingga PLN bisa mempercepat penyelesaian tersebut.

Ada juga usulan agar access power yang ada di PT. Innalum itu yang sekarang disalurkan 90 MW untuk ditambahkan menjadi 135 MW, usulan ini tentu harus melalui satu pengkajian karena Innalum juga memerlukan standby power juga dan nanti Menteri Perindustrian akan melihat usulan ini dan menyesuaikan dengan planning kedepannya. Ini hasil-hasil rapat dan dalam dua minggu ke depan Bapak Presiden meminta semuanya bisa dirampungkan, dituntaskan dan kami nanti bersama dengan Menko Polhukam akan memimpin rapat sesuai arahan Bapak Presiden, karena ini terkait juga dengan Kementerian Pertahanan dan sebagainya sehingga dengan rapat koordinasi tersebut dalam dua minggu ke depan ini semua bisa kita tuntaskan. Ini saja. Terima kasih. Assalamualaikum Warrahmatulahi Wabarakatuh.