Rapat Terbatas Tanggal 2014-04-08 Jam 15:00:00

Rapat Terbatas | Tanggal 08 April 2014 | Pukul 15:00:00
Persiapan Keamanan Menjelang Pemilu

Bismillahirahmanirahim

Saudara-saudara, di samping saya secara terus menerus memantau, mengecek, dan mengawasi sesuai dengan aturan perundang-undangan pelaksanaan kampanye Pemilu Legislatif Tahun 2014 ini, tadi dalam Rapat Terbatas saya juga mendapatkan laporan dan penjelasan dari para pejabat terkait, mulai dari Menko Polhukam, Mendagri, Kapolri, dan Panglima TNI. Ingin saya sampaikan kepada rakyat Indonesia bahwa pelaksanaan kampanye Pemilihan Umum Legilastif Tahun 2014 ini berlangsung secara aman, tertib, dan lancar. Atmosfer di lapangan, saya kira rakyat kita juga merasakan jauh lebih baik dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya.

Misalnya, dalam era reformasi ini, pemilu yang demokratis yang diselenggarakan oleh bangsa kita adalah Pemilu Tahun 1999, Tahun 2004, dan Tahun 2009. Dalam pengamatan dan evaluasi yang dilaksanakan oleh pemerintah, sekali lagi, suasananya jauh lebih baik dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya. Tidak ada korban jiwa dan tidak ada benturan fisik antar partai politik peserta pemilu, kecelakaan lalu lintas menurun secara drastis, pelanggaran pemilu juga menurun secara signifikan.

Memang ada beberapa insiden di Aceh yang berangkat dari perbedaan atau kompetisi dari elemen-elemen partai lokal dan satu partai nasional di daerah itu. Tapi secara keseluruhan, saya harus mengatakan dengan rasa syukur yang mendalam dan terima kasih kepada semua peserta pemilu, para pimpinan partai politik, dan utamanya rakyat kita, masyarakat kita yang makin matang dalam berpolitik dengan kesadaran yang makin tinggi, dan tentunya petugas keamanan dan jajaran penyelenggara pemilu sendiri yang memiliki peran yang luar biasa dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran kampanye pemilu hingga berakhirnya beberapa hari yang lalu.

Saudara-saudara, hal lain yang ingin saya sampaikan kepada rakyat Indonesia adalah dibandingkan dengan pemilu-pemilu sebelumnya yang lebih baik itu dan kemudian kita benar-benar memasuki tahapan demokrasi yang jauh lebih matang maka kalau ini bisa kita jaga terus, insya Allah, Indonesia akan setapak lagi memasuki era yang kita dambakan bersama yaitu demokrasi yang makin mapan dan makin matang, consolidated democracy.

Artinya transisi dan konsolidasi yang kita jalankan sejak tahun 1999 sudah kita rasakan buahnya, hasilnya. Inilah yang harus kita jaga agar pada pemilihan umum mendatang, masih ada tahun ini pemilihan presiden dan juga Insya Allah semua dapat dilaksanakan dengan baik, maka masih ada lagi Pemilihan Umum Tahun 2019. Kalau lima kali kita melaksanakan pemilu yang peaceful and democratic, maka Indonesia boleh berbangga dan bersyukur karena kita sudah menjadi negara demokrasi yang mapan dan matang.

Saudara-saudara, tentu tidak berarti bahwa kita sudah memiliki sistem dan penyelenggaraan Pemilu yang sempurna, di sana sini sepanjang waktu tentulah kita perbaiki dan sempurnakan. Tapi dari segi atmosfer, dari segi apa yang kita lakukan termasuk pelaksanaan di lapangan, kita harus bergembira bahwa perkembangan atau kemajuannya nyata.

Saudara-saudara, esok hari, rakyat Indonesia akan kembali menggunakan hak pilihnya untuk memilih para wakil yang ada di parlemen baik itu DPR RI, DPD RI, maupun DPRD dan tentunya menjatuhkan pilihannya kepada partai-partai politik yang diyakini bisa membawakan aspirasi dan suara mereka. Atas nama atau selaku kepala negara, saya mengajak kepada saudara-saudara kita rakyat Indonesia untuk memastikan proses pemungutan suara ini berlangsung secara aman, tertib, dan lancar, dan juga fair dan bebas dari penyimpangan.

Saya juga berharap, para penyelenggara Pemilu bisa mengemban tugas yang diamanahkan oleh Undang-undang dengan sebaik-baiknya. Kita juga berharap aparat keamanan, kepolisian dibantu dengan TNI, bisa melakukan tugas pengamanan baik sebelum, selama, maupun setelah pemungutan suara berlangsung. Saya telah menginstruksikan untuk memberikan pengamanan khusus di Aceh dan di tempat-tempat yang rawan lainnya.

Setiap warga negara dan hakekatnya masyarakat luas, kita persilakan untuk menggunakan hak pilihnya dengan bebas, langsung, dan rahasia. Bebas dari tekanan, intimidasi, dan paksaan dari pihak mana pun. Inilah hakekat dan ruh demokrasi, dan inilah nilai tertinggi dari sebuah pemilihan umum.

Itulah saudara-saudara yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini, mari sekali lagi kita ukir sejarah yang baru, demokrasi kita Insya Allah akan semakin matang dan pemilu ini mendatangkan kebaikan bagi rakyat kita, bagi negara kita, dan bagi masa depan republik yang sama-sama kita cintai. Terima kasih.

(Humas Setkab)