Rapat Terbatas Tanggal 2014-05-08 Jam 13:00:00

Rapat Terbatas | Tanggal 08 Mei 2014 | Pukul 13:00:00
Kejahatan Seksual terhadap Anak-Anak

Saudara-saudara, dua minggu terakhir ini saya, pemerintah, telah mendengar kemarahan dari masyarakat kita sekaligus harapan-harapan yang kuat agar kejahatan seksual terhadap anak itu betul-betul bisa dicegah dan diberantas. Saya sungguh memahami kemarahan dan harapan masyarakat kita, karena kejahatan seksual terhadap anak, itu sesuatu yang sangat serius, membawa trauma dan dampak kejiwaan yang tidak kecil atas masa depan anak-anak kita.

Sebenarnya sejak kejadian itu ataupun kejadian-kejadian sebelumnya pemerintah telah menjalankan tugasnya. Sebagai contoh pihak kepolisian melakukan penindakan hukum terhadap pelaku kejahatan termasuk kejahatan seksual terhadap anak tersebut. Demikian juga kejadian di JIS, Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak telah melakukan langkah-langkah yang diperlukan disamping apa yang dilakukan pihak kepolisian dan penegak hukum.

Oleh karena itu, saya menetapkan bahwa yang diperlukan sekarang ini adalah aksi nyata kita, tindakan nyata secara bersama di seluruh tanah air. Oleh karena itulah, dalam pertemuan yang baru saja saya pimpin bersama Wakil Presiden, telah saya tetapkan dan putuskan sejumlah langkah yang akan kita ambil, di samping apa yang telah kita lakukan sekarang ini agar benar-benar kita bisa melakukan gerakan nasional untuk pencegahan dan pemberantasan kejahatan seksual terhadap anak.

Banyak elemen yang harus kita lakukan dalam rangka gerakan nasional anti kejahatan seksual terhadap anak itu, misalnya adalah diperlukan edukasi dan sosialisasi secara masif dan terus menerus tentang tidak dapat dibenarkannya kekerasan dan kejahatan seksual terhadap anak itu di sekolah-sekolah dan juga di saluran media massa. Kita akan lakukan secara agresif, masif, dan berkelanjutan.

Yang kedua bagaimanapun pengawasan perlu dilaksanakan secara seksama juga terus menerus, terutama di lingkungan keluarga. Yang lain juga manakala ada kejadian seperti itu, diperlukan respon yang cepat dan kemudian penindakan hukum yang nyata, transparan atas, atau terhadap para pelaku kejahatan.

Yang tidak kalah pentingnya adalah rehabilitasi  terhadap anak-anak yang menjadi korban terutama secara mental. Kemudian yang lain elemennya adalah disadari memang perangkat undang-undang dan peraturan yang ada perlu dilakukan penguatan, revisi dan penyempurnaan. Dengan demikian manakala dijalankan itu akan menimbulkan efek tangkal, kemudian juga efektif dan menjanjikan hukuman yang tidak ringan bagi para pelaku kejahatan itu. Ini diperlukan sekali lagi revisi, penataan dan penyempurnaan semua perangkat itu.

Harapan saya bersama-sama DPR-RI kalau ini merupakan undang-undang bisa dilakukan percepatan karena urgensi hadirnya undang-undang itu.

Saudara-saudara karena ini harus merupakan gerakan nasional di seluruh tanah air terus menerus, tentu kita akan melibatkan semua pihak, pemerintah sendiri tentu, termasuk para penegak hukumnya, komisi-komisi terkait misalnya Komisi Perlindungan Anak, lantas organisasi perempuan, komunitas pakar, para psikolog, psikiater, organisasi keguruan --guru amat penting-- dunia usaha juga kita ajak. Lantas komunitas pers, saudara memiliki peran penting untuk membikin kita semua aware, peduli, sadar, waspada untuk tidak memberikan toleransi apapun sehingga terjadi kejahatan seksual terhadap anak itu.

Lantas para relawan, saya tahu banyak relawan, saya banyak menerima SMS dari saudara-saudara kita yang siap menjadi relawan untuk sebuah gerakan yang amat penting ini.

Komunitas masyarakat lokal, saya menggarisbawahi pentingnya Ketua RT, Ketua RW, Lurah/Kepala Desa, merekalah yang mengerti setiap harinya, setiap jamnya, apa yang terjadi di rumah-rumah, di komunitas-komunitas yang paling depan, komunitas paling kecil. Itulah yang akan kita ajak, yang akan kita perankan, yang akan menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan gerakan nasional anti kejahatan seksual terhadap anak ini.

Saudara-saudara kalau ditanya kapan, sesegera mungkin. Jadi, tidak perlu kita menunggu kelengkapan, baru melaksanakan tindakan masif, harus kita mulai pada bulan ini, bulan Mei dan minggu depan saya akan undang komunitas yang saya sebutkan tadi untuk berbicara. Saya akan dengarkan pandangannya, usulan-usulannya tapi tentu tidak boleh berlama-lama, harus ada gerakan bersama dan kemudian sambil jalan kita sempurnakan segalanya. Sebab sekali lagi yang diperlukan oleh kita semua adalah tindakan nyata, action dari kita semua.

Instrumen yang akan saya keluarkan agar segera bisa bergerak adalah Instruksi Presiden. Dan sekali lagi ketika sudah mulai kita jalankan, kita lakukan evaluasi di sana sini dan manakala harus ada penyempurnaan Instruksi Presiden itu, kita sempurnakan, karena itu hanya instrumen untuk sebuah implementasi yang langsung di lapangan.

Saya kira itulah yang saya sampaikan kepada rakyat Indonesia melalui saudara semua apa yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk kita jalankan bersama-sama. Saya berharap para ibu, ayah, keluarga terdekat meningkatkan pengasuhan, bimbingan dan pengawasan terhadap putra putrinya. Sekali lagi jangan hanya menyerahkan kepada guru, kepada pengasuh, kepada siapapun, karena ayah, ibu orang-orang yang paling disayangi itulah yang paling bertanggung jawab.

Sering terjadi, terjadinya justru di rumah tangga, itupun harus menjadi perhatian seorang ayah dan ibu untuk keselamatan putra putrinya.

Itulah saudara-saudara yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini, terima kasih. (Humas Setkab)