Rapat Terbatas Tanggal 2014-07-03 Jam 10:30:00

Rapat Terbatas | Tanggal 03 Juli 2014 | Pukul 10:30:00
Masalah Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua.

Saudara-saudara para wartawan yang saya cintai,

Sebagaimana Saudara ketahui baru saja kami melaksanakan Rapat Kabinet Terbatas yang dihadiri oleh Wakil Presiden dan para Menteri serta anggota Kabinet utamanya dari jajaran Politik, Hukum, dan Keamanan, dengan satu agenda kesiapan Polri bersama TNI untuk mengemban tugas-tugas pengamanan pemilihan umum presiden dan wakil presiden yang insya Allah akan segera kita laksanakan.

Sebagai pengantar, dilaporkan tadi oleh Menko Polhukam dan dilengkapi oleh Mendagri, KaBIN, Kapolri, dan Panglima TNI atas apa yang dilihat secara nasional, sebenarnya di tengah-tengah kampanye Pilpres tahun 2014 ini yang terasa menghangat dan kadang-kadang panas, tapi pada tingkat masyarakat luas sebenarnya hubungan sosial, keamanan, dan ketertiban publik masih terjaga dengan baik. Tentu ini menggembirakan, bahwa proses konsolidasi demokrasi, proses pematangan kehidupan politik di negeri ini berjalan dengan baik.

Meskipun masih panjang yang harus ditempuh oleh bangsa Indonesia, Indonesia ingin kalau dalam pemilihan umum presiden dan wakil presiden tahun 2004 dan kemudian tahun 2009 yang kedua-duanya berlangsung dengan baik, damai dan demokratis, aman, tertib, dan lancar, kali ini pun kita juga bisa menyelenggarakan pemilihan presiden seperti itu. Itulah yang menjadi harapan kita semua dan tentunya harapan dari seluruh rakyat Indonesia.

Saudara-saudara, sungguh pun kita ketahui dan amati bahwa kehidupan masyarakat berjalan secara normal, tetapi ada sejumlah isu dan alasan bahwa negara, dalam hal ini jajaran Kepolisian dibantu oleh TNI dan pihak-pihak terkait memang harus bekerja keras untuk sekali lagi memastikan pemilihan presiden dan wakil presiden ini sekali lagi berlangsung secara aman, tertib, dan lancar-- baik pada saat pemungutan suara, tanggal 9 Juli mendatang, maupun hari-hari setelah itu.  

Saya mendengar sejumlah kecemasan dari berbagai pihak, kalau-kalau terjadi gangguan keamanan, gangguan ketertiban, dan gangguan sosial. Saya mendengar respons dari berbagai kalangan di dalam dan di luar negeri yang mengkhawatirkan karena menurut mereka kedua capres ini katanya berimbang, maka kemungkinan bisa terjadi masalah setelah pengumuman suara dilakukan-- jika ada pihak-pihak yang kalah dan kemudian tidak bisa menerima kekalahan itu.

Tentunya pemerintah tidak tinggal diam, terus bekerja, di pusat maupun di daerah. Hari ini secara resmi saya memimpin Rapat Kabinet Terbatas untuk membahas semua hal itu dan kemudian untuk mengambil sikap dan menentukan apa saja yang harus pemerintah lakukan kedepan ini utamanya sekali lagi jajaran Kepolisian dan TNI yang mengemban tugas untuk melakukan pengamanan pilpres tahun 2014 ini.  

Dengan penjelasan awal seperti itu Saudara-saudara, atau saya tambahkan satu lagi, tentu saya tidak perlu menyampaikan bahwa baik TNI maupun Polri memiliki komitmen yang tinggi untuk menjaga netralitasnya. Jadi bagi saya sudah selesai. Saya minta memang kepada jajaran TNI dan Polri untuk sungguh menjalankan netralitasnya, mengemban tugas dengan baik, dan kemudian mengukir sejarah yang baru, bahwa Polri dan TNI tetap netral sebagaimana yang dilakukan dalam pemilihan umum atau pilpres di waktu yang lalu.

Saya ingin masuk kepada apa yang mesti dilakukan oleh jajaran Polri dibantu oleh TNI. Ini merupakan instruksi saya, Instruksi Presiden Republik Indonesia, untuk sekali lagi menjaga situasi aman dan damai, dan tentunya tetap menjamin berlangsungnya pemilu yang demokratis utamanya pada saat pemungutan suara pilpres tahun ini dilaksanakan dan hari-hari atau minggu-minggu setelah itu sehingga pada akhir pergantian kepemerintahan dan kepemimpinan dari saya ke pengganti saya nanti semuanya berlangsung dengan baik. Ini juga sejarah yang hendak kita bangun bersama di negeri tercinta ini.

Ada tujuh instruksi saya kepada jajaran Polri dan TNI. Saya juga berharap masyarakat luas memberikan dukungan sekaligus pengawasan terhadap apa yang dilaksanakan oleh jajaran negara utamanya Polri dan TNI dalam hal ini. 

Pertama instruksi saya adalah saya minta jajaran Polri dan TNI tidak menganggap ringan situasi, tidak underestimate. Lebih baik siap menghadapi kemungkinan apapun yang bisa terjadi. Bahwa dengan izin Allah subhanahu wa taala ternyata situasinya baik, normal, dan terkendali, kita syukuri. Tetapi kalau ada gangguan tiba-tiba, maka negara siap, Polri dibantu TNI juga siap untuk merespons dan mengatasi masalah itu demi terjaganya situasi keamanan dalam negeri kita.

Yang kedua, sebelum tanggal 9 Juli 2014 hingga beberapa hari setelah itu atau hingga situasi benar-benar dinyatakan aman, maka jajaran Polri dan jajaran TNI siap dan siaga di seluruh tanah air. Operasi atau kegiatan pengamanan yang dilaksanakan oleh utamanya pihak Kepolisian terus berlangsung dan dilanjutkan. Itu yang kedua. Saya tidak ingin mendengar alasan ketidaksiapan dan ketidaksiagaan terhadap apa yang mungkin terjadi.

Yang ketiga, saya berharap di samping tentunya penyelenggara pemilu tetapi juga di lapangan jajaran Kepolisian dan dibantu oleh TNI untuk mencegah dan menindak semua pelanggaran hukum berkaitan dengan pilpres ini. Misalnya aksi-aksi kekerasan yang bisa saja terjadi, aksi-aksi pengrusakan ataupun pembakaran yang kemungkinan juga bisa terjadi-- dari siapa pun yang dilakukan oleh pihak mana pun. Kita harus adil, harus netral, tapi tidak memberikan toleransi terhadap perilaku seperti itu. Saya harus terus terang mengatakan di waktu yang lalu terjadi, setelah pemilihan kepala daerah misalnya, atau dulu setelah pemilihan presiden tahun 1999. Kita tidak ingin terjadi lagi di negeri tercinta ini.

Yang keempat, Polri mesti membantu penyelenggara pemilu jika ada pelanggaran terhadap aturan pemilu apalagi kejahatan, seperti politik uang, intimidasi dan paksaan kepada penduduk yang mestinya merdeka menggunakan hak pilihnya. Tidak boleh dibiarkan. Aturannya sudah ada, tinggal dijalankan dengan tegas, tanpa pandang bulu sekali lagi. Prinsip, negara tidak melakukan pembiaran. Dengan negara tidak melakukan pembiaran, maka kita bisa mencegah masyarakat tidak melakukan main hakim sendiri.

Yang kelima, saya meminta Polri dibantu TNI untuk melakukan koordinasi sedekat-dekatnya dengan penyelenggara pemilu-- jajaran KPU, jajaran Bawaslu pusat dan daerah, jajaran pemerintah daerah, pers dan media massa yang juga setiap saat di seluruh tanah air akan mewartakan dan menyiarkan tentang semua kegiatan pemilihan presiden tahun 2014 ini, dan juga dengan unsur-unsur terkait lainnya. Koordinasi sangat penting agar apapun yang dilakukan oleh kita semua tidak merugikan masyarakat luas.

Yang keenam, untuk mengemban tugas semuanya ini, saya menginstruksikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan untuk memimpin dan mengendalikan langsung semua operasi pengamanan yang tentunya dilakukan oleh jajaran Polri bersama TNI.

Yang ketujuh, saya sendiri, Presiden Republik Indonesia akan memantau dan melakukan pengawasan secara dekat terhadap proses pemungutan suara dan hari-hari setelah itu. Apabila negara perlu melakukan tindakan bagi terjaganya situasi keamanan di seluruh tanah air saya akan memberikan instruksi-instruksi saya.

Itulah tujuh hal, tujuh instruksi saya yang saya sampaikan dalam Rapat Kabinet Terbatas tadi. Kepada saudara-saudara saya seluruh rakyat Indonesia, dengan kebersamaan kita, dengan niat baik kita, dan dengan semua yang dilakukan oleh jajaran penyelenggara pemilu, para peserta pemilu baik kubu capres-cawapres yang satu dengan yang lain, dan dalam hal ini soal keamanan Polri dan TNI, kalau itu semua bersatu, bekerja bersama insya Allah pemilihan presiden tahun ini juga akan berjalan secara damai dan demokratis sebagaimana yang terjadi dalam pilpres tahun 2004 dan pilpres 2009 yang dulu.

Situasinya relatif aman, tenang, dan terjaga saat ini, mari kita jaga terus, jangan sampai berubah setiap saat oleh niat-niat yang tidak baik, oleh sebab-sebab yang akan mengganggu, yang akan merusak perjalanan demokrasi kita yang alhamdulillah selama ini berlangsung dengan baik.

Saudara-saudara itulah yang ingin saya sampaikan. Saudara-saudara kami, negara-negara sahabat, masyarakat internasional, kami akan bekerja sebaik-baiknya menjaga demokrasi kami, menjaga keamanan negeri kami, dan tentunya marilah kita terus jalin persahabatan dan kerja sama untuk menuju masa depan, memekarkan demokrasi di kawasan kita ini, dan kerja sama dalam  bentuk yang lain.

Terima kasih atas perhatian Saudara,

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

(Humas Setkab)