Rapat Terbatas Tanggal 14 August 2018 Pukul 13:30:00

Rapat Terbatas | Tanggal 14 Agustus 2018 | Pukul 13:30:00
Lanjutan Strategi Kebijakan Memperkuat Cadangan Devisa

Menteri Perekonomian (Darmin Nasution)

  1. Dalam Rapat Terbatas dibahas langkah-langkah konkret yang akan dilakukan dalam mengurangi defisit transaksi berjalan.
  2. Akan segera diterbitkan payung hukum terkait percepatan pelaksanaan biodiesel B20, yang pelaksanaannya akan mulai efektif per 1 September 2018.
  3. Penggunaan B20 secara konsisten untuk PSO maupun non PSO sampai akhir tahun 2018, akan berdampak pada tambahan penggunaan biodiesel B20 sekitar 4 juta kiloliter dan penghematan devisa sekitar 2,3 miliar dolar AS.

 

Menteri Keuangan (Sri Mulyani)

  1. Presiden menginstruksikan dengan sangat tegas bahwa pemerintah harus melakukan langkah-langkah untuk mengamankan neraca pembayaran, terutama pada defisit transaksi berjalan.
  2. Langkah pertama, Pemerintah melalui berbagai kementerian akan melihat secara detail berbagai komoditas yang menjadi penyumbang impor terbesar dan akan melakukan pengendalian terhadap komoditas tersebut. Pemerintah juga akan melakukan penguatan terhadap industri dalam negeri.
    1. PLN dan Pertamina yang dalam proyek infrastrukturnya memiliki komponen impor barang modal yang cukup besar akan diawasi secara ketat. Proyek yang belum financial closing akan ditunda dan Menteri ESDM akan menghentikan permintaan impor kedua BUMN tersebut sampai enam bulan ke depan.
    2. Untuk barang konsumsi maupun bahan baku, yang berpotensi mensubsitusi produk dalam negeri, akan dikendalikan dan dikenakan PPH impor sebesar 7,5%.
  3. Langkah kedua, pemerintah akan mendorong ekspor, baik dari sisi pembiayaan, kebijakan untuk insentif, maupun kemampuan untuk penetrasi pasar.
  4. Pemerintah bersama Bank Indonesia terus melakukan dan mengkomunikasikan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas perekonomian Indonesia. Jika ada yang dianggap memiliki kerawanan, pemerintah tidak segan untuk melakukan tindakan korektif tegas dan cepat untuk melakukan koreksi terhadap potensi kerawanan tersebut.

 

Gubernur Bank Indonesia (Perry Warjiyo)

  1. Bank Indonesia menyambut baik langkah-langkah konkret, komitmen yang kuat, dan juga ketegasan pemerintah untuk melakukan langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan untuk semakin memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia.
  2. Prioritas Bank Indonesia dari sisi kebijakan moneter adalah memperkuat dan menjaga stabilitas ekonomi khususnya stabilitas nilai tukar rupiah, dengan cara:
    1. Terus melanjutkan langkah-langkah yang selama ini dilakukan, baik dari sisi kebijakan suku bunga maupun dari kebijakan-kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.
    2. Intervensi ganda, baik di pasar valas maupun pemberian SBN dari pasar sekunder kalau diperlukan dalam hal-hal terjadi tekanan reversal.
  3. Bank Indonesia akan terus melakukan langkah-langkah koordinatif, baik dengan pemerintah maupun OJK, untuk semakin memperkuat pasar valas. Bank Indonesia sudah mengeluarkan kebijakan untuk menyediakan sejumlah instrumen bagi para eksportir, importir, maupun pengusaha untuk bisa melakukan transaksi di valas, baik melalui penjualan mengekspor swap forward atau penanaman instrumen Bank Indonesia.
  4. Bank Indonesia menyediakan swap valas dengan tingkat harga yang murah. Ada 2 jenis swap valas yang disediakan bagi para korporasi yaitu swap valas dalam rangka pengelolaan likuiditas dan swap valas hedging yang diperuntukan bagi korporasi-korporasi yang mempunyai underlying transaksi dari ekspor atau devisa utang luar negeri.