Info Sidang
Sidang Kabinet
  1. 16 Oktober 2018,  14:00:00
  2. 02 Oktober 2018,  10:30:00
  3. 02 Oktober 2018,  14:00:00

 

 

Kuesioner

Apakah pencarian informasi mengenai persidangan kabinet cukup mudah?

  • Ya
  • Tidak
  • Tidak Tahu
  • Mungkin

Apakah informasi mengenai sidang kabinet sudah lengkap?

  • Ya
  • Tidak
  • Tidak Tahu
  • Mungkin

Apakah informasi persidangan kabinet selalu up to date?

  • Ya
  • Tidak
  • Tidak Tahu
  • Mungkin

Apakah informasi persidangan kabinet bermanfaat?

  • Ya
  • Tidak
  • Tidak Tahu
  • Mungkin
Rapat Terbatas Tanggal 22 December 2017 Pukul 19:30:00
Rapat Terbatas | Tanggal 22 Desember 2017,  Pukul 19:30:00
Pembahasan : Penanganan Dampak Erupsi Gunung Agung Pada Sektor Pariwisata Bali

(Sekretaris Kabinet Pramono Anung)

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Rekan rekan wartawan,

Pada hari ini Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden memimpin Rapat Terbatas yang diadakan di Bali. Tujuan utamanya untuk menunjukan kepada dunia bahwa Bali sekarang aman, dan Bali benar-benar siap untuk menerima wisatawan.

Dan hal yang terpenting yang diputuskan oleh Bapak Presiden, yang nanti juga akan disampaikan oleh Bapak Gubernur bahwa istilah atau status mengenai tanggap darurat itu ditiadakan atau dicabut, tidak ada lagi. Sehingga dengan demikian tidak menimbulkan multitafsir bagi negara-negara yang selama ini menganggap bahwa status tanggap darurat itu membuat mereka menjadi “ketakutan” sehingga mereka mengeluarkan travel ban. Nanti akan disampaikan oleh Bapak Gubernur.

Hal yang berkaitan dengan pariwisata bukan hanya Bali, tetapi juga diputuskan destinasi baru di antaranya (Danau, red) Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo yang sudah siap.

Sebagai informasi, bagian dari bahwa Bali betul betul aman, Bapak Wapres dan keluarga dari tanggal 29 Desember sampai dengan 1 Januari akan berlibur di Bali, menghabiskan waktu tahun baru di Bali. Sekaligus ini menunjukan bahwa Bali betul-betul aman.

Kepada Pak Menteri Pariwisata kami dipersilakan.

 

(Menteri Pariwisata Arief Yahya)

Baik terima kasih, Mas Pram.

Rekan-rekan media yang saya cintai,

Jadi kehadiran Pak Presiden disini tanpa banyak bicara sudah bicara banyak, bahwa Bali normal, istilahnya. Hal itu bisa ditunjukan dari angka kehadiran, kedatangan wisman (wisatawan mancanegara) yang biasanya rata-rata 15.000 sempat turun menjadi 2.000, hari ini sudah mencapai 12.300. Jadi kalau 12.300 kira-kira sudah sekitar 80 persen dari kondisi normal. Nah, saya mohon rekan-rekan media di sini menjaga suasana yang sudah kondusif ini, bahwa Bali itu normal.

Jadi saya ulang lagi, bahwa Bali itu normal, kecuali daerah yang (berjarak, red) 2 - 8 kilometer (dari Gunung Agung, red) itu sudah tidak perlu dibahas lagi. Mohon selesai itu. Bahkan istilah tanggap darurat pun kita cabut. Untuk selanjutnya karena Bali itu normal kita akan melakukan promosi besar-besaran dengan kode hot deal yang akan kita jalankan selama satu triwulan ini. Tadi sudah saya bilang, anggarannya sebesar Rp100 miliar yang kita serahkan sepenuhnya nanti kepada Pak Gubernur untuk memimpin pemasaran di Bali.

Lalu terkait dengan perizinan, sudah kita selesaikan dengan Menhub tadi sudah rapat 3 jam di sini untuk memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan yang hadir di Bali. Mungkin demikian dari saya. Terima kasih.