Info Sidang
Sidang Kabinet
  1. 14 Agustus 2018,  13:30:00
  2. 10 Agustus 2018,  14:00:00
  3. 07 Agustus 2018,  10:00:00

 

 

Kuesioner

Apakah pencarian informasi mengenai persidangan kabinet cukup mudah?

  • Ya
  • Tidak
  • Tidak Tahu
  • Mungkin

Apakah informasi mengenai sidang kabinet sudah lengkap?

  • Ya
  • Tidak
  • Tidak Tahu
  • Mungkin

Apakah informasi persidangan kabinet selalu up to date?

  • Ya
  • Tidak
  • Tidak Tahu
  • Mungkin

Apakah informasi persidangan kabinet bermanfaat?

  • Ya
  • Tidak
  • Tidak Tahu
  • Mungkin
Rapat Pleno Komite Nasional Keuangan Syariah Tanggal 05 February 2018 Pukul 15:3
Rapat Pleno Komite Nasional Keuangan Syariah | Tanggal 05 Februari 2018,  Pukul 15:30:00
Pembahasan : 1. Perkembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah; 2. Pencapaian Master Plan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (AKSI); 3. Quick Wins Sektor Ekonomi dan Keuangan Syariah.

(Menteri Keuangan Sri Mulyani)

Bapak Presiden meminta supaya pengembangan dari sektor keuangan seimbang dengan ekonominya sendiri. Ekonomi itu berarti dari sektor riil-nya pelaku-pelaku usaha dibidang industri makanan halal, pakaian, pariwisata, semuanya bisa dikembangkan, sehingga bisa memunculkan setiap inisiatif instrumen syariah yang memiliki tempat untuk investasi yang juga berkembang secara baik.

 

(Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro)

Ada 3 hal yang menjadi quickwins yang akan didorong lebih lanjut oleh Sekretaris Dewan Pengarah Komite Nasional Keuangan Syariah.

  1. Meningkatkan industri atau sektor riil yang halal atau yang syariah. Karena Indonesia saat ini posisinya sebagai pasar dari produk halal. Tetapi, eksportir busana muslim terbesar di dunia adalah Cina, Indonesia tidak masuk 5 besar. Ini menjadi perhatian karena Pemerintah ingin Indonesia bisa berkiprah di pasar tersebut agar bisa mendorong ekspor. Presiden menginstruksikan agar segera dibuat roadmap pengembangan sektor riil atau industri manufaktur halal. Dan untuk menunjang hal tersebut, akan segera dibahas aturan lanjutan dari undang-undang halal, yang nanti bisa memberikan kepastian bagi dunia usaha dan tidak memberatkan mereka dalam beroperasi.

 

  1. Perlunya bank syariah berskala besar, karena bank syariah yang ada relatif skalanya masih kecil, demikian juga kegiatannya. Sehingga Pemerintah berupaya agar ada bank syariah skala besar, yang basis utamanya dari BUMN yang akan menggandeng swasta.

 

  1. Penguatan dana sosial keagamaan, untuk zakat dan wakaf. Bank wakaf mikro akan terus dikembangkan untuk bisa mengurangi kemiskinan di berbagai daerah, karena ini adalah kredit skala kecil yang harapannya bisa membantu orang-orang yang berbasis pesantren. Pengumpulan zakat juga akan diintensifkan, dan akan diarahkan untuk langsung ikut menanggulangi masalah kemiskinan di Indonesia.