Sidang Kabinet Paripurna Tanggal 2013-07-08 Jam 14:00:00

Sidang Kabinet Paripurna | Tanggal 08 Juli 2013 | Pukul 14:00:00
(1) Evaluasi Pelaksanaan Penanganan Asap di Riau; (2) Penanganan Korban Gempa di

Agenda pembahasan Sidang Kabinet Paripurna adalah Evaluasi Pelaksanaan Penanganan Asap di Riau, Penanganan Gempa di Aceh dan Kedepannya, dan Persiapan Awal Menyongsong Bulan Ramadhan.

2.    Dua pembahasan terpenting dalam Sidang Kabinet Paripurna adalah:

a.   langkah-langkah lanjutan pengelolaan dan dampak bencana alam, baik yang bencana yang terjadi di Riau dan Aceh;

b.   kesiapan pemerintah dalam rangka menghadapi Bulan Ramadhan, termasuk pelayanan dan kesiapan mudik lebaran.

3.    Khusus untuk pengeloaan pasca bencana di Aceh, Presiden mendapat laporan dari pimpinan Satgas yang bekerja di lapangan, kesimpulannya bahwa langkah pasca tanggap darurat terus dilakukan oleh pemerintah. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa langkah yang dilakukan, baik oleh pemerintah pusat dan daerah sudah dipenuhi sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan cepat dan lebih baik.

4.     Khusus untuk mengatasi bencana asap di Riau, telah mencapai progress yang baik dan terjadi perubahan yang signifikan. Saat ini (dalam waktu 2 minggu) hampir semua tempat sudah normal dan pulih. Namun, Presiden ingin mendengar apa langkah yang telah dan akan dilakukan untuk menuntaskan bencana asap yang terjadi di Riau.

5.    Wakil Presiden sudah memimpin rapat koordinasi dan telah mengambil langkah-langkah yang seharusnya dilakukan, baik pada tingkat nasional maupun daerah. Oleh karena itu, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat diharapkan dapat melaporkan langkah yang sedang dan telah dilakukan oleh Satgas dalam menangani becana asap.

6.    Dalam rangka menghadapi bulan Ramadhan, Presiden berharap Pemerintah dapat memberikan perhatian dan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, khususnya yang menjalani ibadah puasa dan mudik lebaran, karena penyesuaian harga BBM berdampak terhadap kenaikan harga bahan pokok, termasuk kenaikan biaya transportasi. Oleh karena itu, Presiden mengajak jajaran pemerintah dan dunia usaha untuk memberikan perhatian, bantuan, dan pelayanan yang lebih dibandingkan tahun 2012 kepada masyarakat.