Sidang Kabinet Paripurna Tanggal 2013-07-25 Jam 13:00:00

Sidang Kabinet Paripurna | Tanggal 25 Juli 2013 | Pukul 13:00:00
Masalah Ekonomi: 1) Nilai Tukar; 2) Stabilitas Harga; 3) Ketersediaan Bahan Poko

1. Agenda pembahasan Sidang Kabinet Paripurna adalah membahas perkembangan situasi perekonomian bangsa, mengembangkan kebijakan, dan solusi untuk menghadapi dan mengatasi masalah ekonomi.

2.   Presiden telah menyampaikan pesan kepada menteri terkait agar dapat mengemukakan tiga hal penting, yaitu:

a. perkembangan situasi ekonomi bangsa dan perkembangan perekonomian global maupun regional yang memiliki dampak, baik langsung maupun tidak langsung terhadap perekonoian bangsa;

b. kebijakan dan langkah tindakan yang perlu dilakukan pemerintah agar perekonomian bangsa tetap dapat bertahan dan tumbuh;

c.   langkah yang harus dilakukan pemerintah dari sisi ekonomi terhadap kegiatan mudik lebaran secara nasional, misalnya stabilitas harga, ketersediaan bahan pokok, dan lain-lain.

3. Masalah ekonomi sangat menentukan. Ketika ekonomi terjaga, maka pemerintah dapat mengatasi masalah ekonomi. Apabila Indonesia terkena masalah ekonomi, maka implikasinya dapat luas, misalnya masuk ke dalam ranah politik, sosial, maupun keamanan. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan dapat mengelola masalah perekonomian dengan baik.

4.  Perekonomian global mempunyai pilar utama dan secara regional memiiliki tiga piliar, yaitu pilar Eropa, pilar Asia, dan pilar Amerika. Masalah ekonomi yang sedang melanda pilar tersebut, antara lain:

a. pilar Eropa sedang goyah, milsanya ledakan pengangguran yang besar dan debt to GDP ratio yang diluar kewajaran;

b. pilar Asia, dua negara Asia juga sedang mengalami masalah, yaitu Tiongkok dan India. Oleh karena itu, perekonomian Indonesia diperkirakan akan terdampak dari masalah ekonomi global tersebut.

5.   Presiden ingin mengajak untuk memiliki cara pandang yang jernih dan rasional untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu:

a. apabila situasi ekonomi regional dan global sedang bermasalah, maka hampir pasti ada tantangan untuk pertumbuhan bangsa, tantangan stabilitas harga, dan persoalan dengan nilai tukar. Apabila kebijakan pemerintah sudah benar, maka akan tetap ada permasalahan yang berkaitan dengan masalah ekonomi bangsa. Apabila kebijakan pemerintah tidak ditentukan, maka permasalahan akan bertambah rumit;

b. pemerintah ingin bersama-sama memastikan bahwa ditengah situasi ekonomi yang sedang sulit, pemerintah dapat menetapkan kebijakan dan menjalankan dengan sungguh-sungguh, sehingga diharapkan dapat mengurangi dampak perekonomian global dan regional.

6.    Masalah ekonomi saling terkait antara satu bidang dengan bidang lainnya, maka diharapkan jajaran pemerintah dapat terlibat dan jangan menganggap masalah ekonomi hanya menjadi domain jajaran pemerintah bidang ekonomi.

7. Presiden telah menerima Badan Amil Zakat Nasional (Basnaz) dan bersyukur karena ada kenaikan penerimaan zakat sebesar 27%. Tahun 2012 mencapai Rp2,7 triliun.

8.    Presiden berdiskusi dengan Ketua Umum Basnaz, Prof Didin Hafidhuddin bahwa masih ada potensi besar apabila dapat terbangun kesadaran umat, terutama kelompok ekonomi kelas menengah dapat terkumpul besaran zakat yang jauh lebih besar. Oleh karena itu, pemerintah berdiskusi untuk memikirkan langkah apa yang dapat dilakukan pemerintah untuk meningkatkan penerimaan zakat. Selain itu, juga perlu memastikan bahwa pengelolaannya berlangsung secara benar, akuntabel, dan digunakan dengan benar.

9.  Apabila langkah yang dilakukan oleh Basnaz telah berlangsung secara tepat, maka dapat sinrkron dengan langkah pemerintah dalam menyelesaikan masalah kemiskinan.

10. Terkait dengan perkembangan sosial, Presiden menyerukan agar semua pihak dapat menghormati dan menjaga bulan suci Ramadhan. Jangan sampai ada kekerasan, konflik, perusakan, dan tindakan anarkis. Ketika terjadi pelanggaran hukum, maka hukum harus ditegakkan dengan tegas.

11. Bangsa Indonesia agar bersyukur, karena dapat melaksanakan ibadah puasa dengan tenang tidak seperti di negara sahabat Mesir, Pakistan, Suriah, Iran, dan Afganistan.