Sidang Kabinet Paripurna Tanggal 2013-07-29 Jam 11:00:00

Sidang Kabinet Paripurna | Tanggal 29 Juli 2013 | Pukul 11:00:00
Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2014

Agenda pembahasan Sidang Kabinet Paripurna adalah Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2014.

2. Tanggal 29 Juli 2013, Presiden menerima International Trade Union Confederation/Asia Pasific Labour Network The International Trade Union Confederation/Asia-Pacific Labour Network (ITUC/APLN). Saat KTT APEC di Vladivostok, Rusia, Presiden Vladimir Putin menyampaikan kepada Presiden Indonesia agar dalam APEC yang diselenggarakan di Indonesia, peran dari ITUC/APLN dapat diwadahi secara tepat dan proposional. Labour Union tersebut bekerja sama dalam kerangka G-20 dan forum kerja sama lainnya.

  1. Mrs. Sharan Burow, Sekretaris Jenderal ITUC mengatakan kepada Presiden Indonesia bahwa kebijakan, langkah, dan regulasi dianggap bagus dan dapat mewadahi para buruh/ para pekerja.

4. Terkait dengan regulasi tentang buruh, pemerintah tidak perlu memilih antara demokrasi dan pembangunan ekonomi, karena keduanya dapat diformulasikan oleh pemerintah. Selain itu, dalam pembangunan ekonomi, Indonesia juga tidak perlu memilih antara kepentingan bisnis yang harus maju atau mengutamakan kesejahteraan para buruh, karena keduanya dapat diwadahi dengan cara yang tepat oleh pemerintah.

  1. Presiden telah berpesan kepada Menteri Luar Negeri agar dapat membicarakan masalah perburuhan dengan tepat dan juga membicarakannya dengan jajaran pemerintah bidang perekonomian sehingga dapat meletakkan labour union dalam KTT APEC di Indonesia pada bulan Oktober.
  2. Perkembangan situasi di Mesir masih berbahaya, karena terjadi konflik horisontal yang tidak dapat dicegah dan memakan banyak korban. Dalam peristiwa tersebut, Presiden berpesan bahwa dahulu ketika terjadi reformasi, Presiden mengajak kepada semua pihak untuk bersama melakukan perubahan dan mengatasi situasi.
  3. Terkait dengan unjuk rasa yang terjadi di Indonesia untuk menunjukkan simpati atas peristiwa yang terjadi di Mesir, hal tersebut dibenarkan untuk dilakukan dengan catatan tidak menimbulkan permasalahan di dalam negeri, karena Indonesia tidak terkait dengan perisitwa yang terjadi di Mesir.
  4. Presiden telah menerima surat dari Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) bahwa rekomendasi yang disampaikan relevan dengan langkah kebijakan pemerintah. Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet agar dapat mengagendakan sesi khusus untuk mendengarkan pandangannya.
  5. Draf RAPBN dan nota keuangan ada sedikit perbedaan dari pembahasan sebelumnya dan meminta Wakil Presiden untuk mengecek drafnya dan pada hari ini akan dilakukan pembahasan, karena memerlukan keabsahan sebelum dibahas di DPR.

10.Presiden memberikan penjelasan terkait beberapa isu, misalnya nilai tukar rupiah dan makro ekonomi yang dianggap memburuk. Hal ini telah dijelaskan bahwa pemerintah dan Bank Indonesia telah bekerja untuk menjaga stabilitas ekonomi bangsa. Oleh karena itu, rakyat tidak perlu panik, karena pemerintah akan bekerja untuk menjaga dan melakukan upaya stabilisasi ekonomi.