Rapat Terbatas Tanggal 2013-08-23 Jam 10:00:00

Rapat Terbatas | Tanggal 23 Agustus 2013 | Pukul 10:00:00
Progres Report Hasil Ratas Tanggal 21 Agustus 2013

Agenda Rapat Terbatas, yaitu masalah perkembangan ekonomi terakhir untuk menyerasikan upaya pemerintah untuk mengatasi gejolak perekonomian.

  1. Ketika Indonesia berdampak oleh krisis ekonomi global pada tahun 2008, dengan kebersamaan dan kerja sama semua pihak, pemerintah dapat meminimalkan dampak krisis, sehingga perekonomian bangsa dapat selamat dari krisis ekonomi dan tetap mengalami pertumbuhan yang positif.

3. Oleh karena itu, untuk menangani masalah ekonomi saat ini diperlukan kebersamaan kembali untuk mensinergikan, berupaya mengatasi,dan  mengelola masalah ekonomi.

4. Faktor utama ekonomi bangsa Indonesia mengalami tekanan adalah:

  1. faktor global dan regional;
  2. faktor dalam negeri.

Oleh karena itu, solusinya harus menyentuh kedua sebab tersebut, baik faktor global maupun faktor domestik.

5. Presiden mengucapkan terima kasih kepada  berbagai pihak yang secara maraton mengatasi masalah ekonomi, termasuk pertemuan substantif dengan dunia usaha, Apindo, Kadin, dan para pemimpin bisnis. Pertemuan tersebut dinilai sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen semua pihak untuk bersama mengatasi masalah ekonomi.

  1. Presiden telah menyampaikan kepada masyarakat bahwa pemerintah sedang menangani permasalahan perekonomian terkini, dan sedang menyiapkan respon kebijakan dan kebijakan aksi yang segera dilakukan. Pada hari ini, pemerintah akan mengumumkannya sebagai langkah pemerintah, dan pada tanggal 24 Agustus 2013 keputusan kebijakan tersebut akan dijalankan oleh pemerintah.
  2. Apabila sudah ditetapkan keputusan, maka jajaran pemerintah agar meniadakan hambatan apa pun. Oleh karena itu, para menteri agar memberikan briefing kepada para Dirjen dan semua jajaran birokrasi yang ada di kementerian/lembaga agar paham bahwa situasi ekonomi ini memerlukan kebijakan dan langkah tindak yang cepat dan tepat.

8. Presiden sudah membaca draf solusi tersebut, tetapi Presiden ingin mendengarkan langsung dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan, tindakan apa yang akan dilakukan pemerintah, terutama kebijakan dan langkah tindakan untuk mengatasi defisit neraca berjalan, stabilisasi nilai tukar rupiah dan indeks harga saham, menjaga pertumbuhan ekonomi terutama melalui percepatan dan realisasi investasi serta menjaga daya beli rakyat. Pemerintah juga ingin menjaga sektor riil, dan dapat dicegah gelombang PHK yang tidak harus terjadi.

9. Selain itu, pemerintah juga memerlukan langkah lainnya dalam jangka pendek dan jangka menengah yang dampaknya harus dapat dirasakan oleh masyarakat.

10. Kebijakan yang sudah diputuskan agar dilakukan segera dan diperlukan monitoring oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, tetapi menteri teknis juga memerlukan desk yang bekerja 24 jam untuk memastikan semua kebijakan dapat dilakukan. Presiden juga ingin adanya interaksi antara para dunia usaha dengan pemerintah dapat dijalankan.

11. Para gubernur agar dilibatkan dalam penanganan situasi ekonomi. Dengan demikian semua pihak dapat bekerja bersama.

12. Para menteri terkait bersama para pimpinan dunia usaha agar dapat memberikan keterangan pers untuk menyampaikan kebijakan dan aksi pemerintah dengan tujuan yang jelas, sehingga dapat mencapai sasaran yang jelas dan tepat. Apabila hal tersebut dapat dilaksanakan, maka pemerintah dapat mengatasi gejolak ekonomi.