Sidang Kabinet Paripurna Tanggal 2013-09-18 Jam 14:00:00

Sidang Kabinet Paripurna | Tanggal 18 September 2013 | Pukul 14:00:00
Masalah Perekonomian

  1. Presiden sampaikan agenda Sidang Kabinet kali ini yakni untuk mengetahui tentang kondisi perekonomian Indonesia;

2.     Presiden mengingatkan kembali bahwa pada Sidang 25 Juli 2013 telah sampaikan arahan;

3.    Presiden menyampaikan bahwa krisis yang dialami sekarang ini bukan yang pertama terutama tahun 2005 dan 2008. Situasi global maupun dalam negeri menjadi alasan terjadinya krisis;

4.    Presiden menyampaikan bahwa seluruh jajaran kabinet memahami situasi agar kebijakan yang dilakukan dapat selaras;

5.    Presiden pada Sidang 25 Juli 2013 menginstruksikan agar kinerja Kabinet saat ini bukanlah business as usual;

6.    Presiden juga mengajak para anggota parlemen dan kepala daerah tingkat provinsi dan daerah untuk memiliki sense dan pemahaman yang sama. Hal ini agar dapat selaras dengan yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat;

7.    Presiden ingatkan kembali arahan pd tgl 25 Juli 2013 yakni sebagai berikut:

  1. Pertama, menjaga pertumbuhan. Untuk itu perlu dibebaskan hambatan terhadap investasi. Kemudian, memastikan APBN agar pro crisis solution. Untuk itu perlu menjaga konsumsi rumah tangga;
  2. Kedua, kontrol inflasi/stabilitas harga;
  3. Ketiga, jangan sampai terjadi PHK. Presiden sampaikan bahwa pada puncak krisi terjadi tahun 2008-2009 Indonesia tetap dapat menyerap tenaga kerja. Hal itu dapat dilakukan dengan pembangunan infrastruktur terus berlanjut. Selain itu, KUR juga tidak boleh berhenti agar dana untuk masyarakat terus berjalan;
  4. Yang keempat, jaring pengaman sosial harus terus dilaksanakan. Dana kompensasi BBM, program pengurangan kemiskinan hrs terus dijalankan.

8.    Empat (4) arahan yg disampaikan Presiden pd sidang 25 Juli lalu tersebut masih relevan dan terus dijalankan oleh jajaran Kabinet. Presiden pun melihat bahwa seluruh Kabinet bekerja dan mengajak agar seluruh anggota Kabinet untuk terus bekerja;

9.    Presiden pada sidang kali ini ingin mendengarkan bagaimana paket kebijakan yg telah dilaksanakan sekarang ini. Selain itu, Presiden senang dengan koordinasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah;

10. Kemudian, Sidang Kabinet tgl 10 September, Presiden sampaikan tentang good news dan bad news.

  1. Good news-nya adalah nilai rupiah makin baik. Good news lainnya bahwa harga saham relatif menguat tajam dan tidak ada rumor baru yg dikhawatirkan;
  2. Bad news-nya adalah defisit neraca berjalan dan defisit neraca perdagangan.Hal ini karena perkembangan geopolitik yang belum baik baik terutama di tingkat global.

11. Selain itu, pada tanggal 10 September 2013, Presiden juga sampaikan instruksi agar seluruh paket kebijakan pengelolaan ekonomi atau paket Agustus untuk dijalankan. Presiden menginstruksikan agar investasi terus berjalan. Kemudian,  harga yang terjangkau, serta terjadinya keseimbangan supply and demand menjadi target sasaran

12. Selain itu, Presiden ingin memangkas perizinan. Presiden ingin agar kebijakan investasi yang dijalankan menjadi satu pintu atau dirampingkan agar tidak terjadi penyimpangan baik di pusat maupun daerah.

13. Presiden sampaikan saat Pertemuan G-20 di St. Petersburg, Rusia dibicarakan pula tentang kondisi perekonomian negara anggota G-20. Di tingkat global juga terjadi good news dan bad news.

a.    Good news yakni beberapa negara maju mengalami perbaikan ekonomi. Contohnya Amerika dan Jepang mengalami perbaikan ekonomi dan negara lain tumbuh rata-rata 1% perekonomiannya;

b.    Bad news yakni kondisi negara BRICS dan emerging market sedang mengalami tekanan baru seperti Indonesia, Turki, dan sejumlah negara mengalami tekanan baru.

14. Ukuran pada poin di atas adalah itu yakni pertumbuhan, nilai tukar (currency), dan pengangguran. Nilai tukar rupiah termasuk yang mengalami penurunan cukup tajam meskipun bukan yang terburuk;

15. Presiden menginstruksikan agar masyarakat tidak perlu panik menghadapi krisis ini.

16. Presiden memandang bahwa negara BRICS dan emerging market Hal yg menjadi debat saat G-20 yakni bagaimana mengatasi kekurangan domestiknya. Untuk itu perlu adanya policy coordination dari antar negara anggota G-20.

17. Presiden berharap recovery dan pertumbuhan dapat terjadi di semua negara G-20. Dengan demikian, tidak ada tekanan baru bagi negara BRICS dan emerging market.

18. Bagaimanapun, kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah Presiden untuk terus dijalankan dan pengelolaan ekonomi dalam negeri untuk terus dikelola dengan baik karena kontrol ada pada Indonesia sendiri.

19. Presiden meminta seluruh anggota kabinet menjelaskan kepada masyarakat, dunia usaha, dan para pengamat terkait kebijakan yang diambil oleh Pemerintah.