Sidang Kabinet Paripurna Tanggal 2014-07-11 Jam 14:00:00

Sidang Kabinet Paripurna | Tanggal 11 Juli 2014 | Pukul 14:00:00
Perkembangan Situasi Pasca Pemilihan Presiden

Pointers Pengantar Presiden:

  1. Agenda Sidang Kabinet Paripurna membahas Masalah Perkembangan Situasi Pasca Pemilihan Presiden.

  2. Sidang Kabinet Paripurna memiliki tiga agenda, yaitu:

  1. perkembangan situasi politik dan keamanan pasca pemungutan suara Pilpres tahun 2014;

  2. perkembangan situasi internasional, khususnya aksi kekerasan yang terjadi di Gaza, Palestina;

  3. program 100 hari terakhir Kabinet Indonesia Bersatu  (KIB) II. Pemerintah perlu mengadakan langkah yang tepat untuk melakukan program 100 hari terakhir.

  1. Pemungutan suara Pilpres tahun 2014 telah berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Presiden telah mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia, karena telah berkontribusi untuk menjaga keamanan bahkan sebagian pemimpin negara sahabat telah mengucapkan selamat atas kelancaran berlangsungnya Pilpres tahun 2014.

  2. Terlepas dari kondisi di atas, ada realitas dimana kedua pasangan Capres dan Cawapres saling klaim atas kemenangannya. Presiden telah bertemu dengan kedua pasangan tersebut langsung pada malam hari tanggal 9 Juli 2014 di Cikeas. Dalam pertemuan tersebut, Presiden didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Menteri Sekretaris Negara, dan Sekretaris Kabinet.

  3. Atas permintaan Presiden, kedua belah pihak telah setuju dan memiliki komitmen untuk memelihara situasi yang aman dan tertib di masyarakat dan sepakat untuk menunggu hasil perhitungan suara secara resmi oleh KPU.

  4. Presiden meminta agar ekspresi kemenangan yang diluapkan oleh kedua tim pemenangan tidak meningkatkan ketegangan atau tensi dan tidak menimbulkan konflik horisontal atau bentrokan secara fisik di lapangan.

  5. Dalam konteks ini, peran KPU menjadi sangat penting dan critical. Hasil perhitungan secara resmi yang akan ditetapkan oleh KPU sangat ditunggu oleh masyarakat.

  6. Preisden telah berkomunikasi dengan Ketua KPU dan menyarankan agar KPU mengundang, mengajak, dan melibatkan kedua pasangan beserta timnya untuk bersama-sama melakukan pengawasan perhitungan oleh KPU. Hal ini penting agar mereka melihat langsung proses dari hari ke hari sehingga pada saat pengumuman dapat mengerti bahwa perhitungan telah dilaksanakan secara cermat dan berjalan diatas kebenaran.

  7. Terkait dengan peran pers dan media massa, Presiden berharap agar pers bisa ikut menahan diri dan tidak terlalu partisan dalam pemberitaan yang dapat memicu naiknya tensi yang dapat mengakibatkan benturan secara horisontal. Bila pers dapat memberitakan secara berimbang dan tidak berpihak, pers tetap mendapatkan kepercayaan dari rakyat.

  8. Jajaran Polri dan TNI terus mengemban tugas dan mengawal situasi dari sisi keamanan, hingga kembali normal.

  9. Presiden ingin menyampaikan bahwa posisi Presiden jelas, baik secara pribadi maupun sebagai Kepala Negara yaitu berada di tengah dan menjadi bagian dari solusi serta mengelola situasi dengan sebaik-baikmya.

  10. Ada yang mengira bahwa Presiden dapat mempengaruhi hasil dari pemungutan suara. Hal ini tidak benar karena tidak ada kewenangan Presiden untuk ikut campur dan menetapkan hasil Pemilu.

  11. Secara moral Presiden ikut bertanggung jawab agar keseluruhan jalannya Pilpres dapat berjalan damai dan demokratis. Dan pada tanggal 20 Oktober 2014, Presiden secara resmi mengakhiri tugas dan digantikan oleh Presiden baru dari hasil Pemilu Tahun 2014. Presiden berharap kepada semua pihak untuk bersama-sama menepati agenda nasional dan tidak boleh terganggu atau mundur dari jadwal dari tanggal yang telah ditetapkan.

  12. Serangan militer Israel terhadap Palestina dinilai telah melampaui batas, tidak proporsional dan kenyataannya telah banyak korban sipil yang jatuh. Indonesia mengecam aksi militer tersebut dan aktif menjalankan diplomasi pada tingkat PBB, tingkat Organisasi Konferensi Islam, dan tingkat Gerakan Non Blok.

  13. Praktek diplomasi Indonesia yang dijalankan adalah :

  1. aksi militer Israel harus dihentikan;

  2. gencatan senjata harus diadakan dengan pengawasan PBB;

  3. cegah dan hentikan balas membalas terhadap serangan  dari kedua belah pihak; dan

  4. melaksanakan bantuan kemanusiaan yang menyangkut orang tua dan anak-anak.

  1. Sore ini Presiden dijadwalkan untuk berkomunikasi dengan Presiden Iran dalam kapasitasnya sebagai Ketua Gerakan Non Blok untuk berdiskusi terkait situasi terkini di Palestina dan langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh anggota Gerakan Non Blok.

  2. Presiden berharap agar anggota kabinet fokus dan aktif tuntaskan pekerjaan pemerintahan di 100 hari terkahir ini. Kepala Bappenas dan Kepala UKP4 bertugas untuk menyiapkan agenda dan pekerjaan rumah para menteri yang harus dirampungkan. Prioritaskan yang paling penting dan menentukan untuk dijalankan merujuk kepada RPJMN tahun 2009 -2014, RKP 2014, dan APBNP 2014, dan instruksi Presiden yang telah dikeluarkan,  baik secara tertulis maupun lisan.

  3. Pada hari Senin 14 Juli 2014, apa yang telah dilakukan oleh Bappenas dan Kepala UKP agar dilaporkan kepada Presiden dan Wakil Presiden akan membantu untuk mengoordinasikannya.

  4. Sidang Kabinet Paripurna selanjutnya akan membahas bidang perekonomian termasuk membahas persiapan menghadapi lebaran dan Idul Fitri.

     

 

Kedeputian Persidangan Kabinet Sekretariat Kabinet