Sidang Kabinet Paripurna Tanggal 2014-07-17 Jam 10:30:00

Sidang Kabinet Paripurna | Tanggal 17 Juli 2014 | Pukul 10:30:00
Persiapan Dalam Rangka Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1435 H/2014

 

Pointers Pengantar Presiden:

  1. Agenda utama Sidang Kabinet Paripurna mendengarkan laporan kesiapan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1435 H/2014.

  2. Presiden akan mendengarkan paparan dari Menteri Perhubungan terkait transportasi, Menteri Pekerjaan Umum terkait infrasturktur jalan, Menteri Perdagangan terkait kestabilan harga barang pokok, Menteri ESDM terkait kecukupan bahan bakar minyak untuk menunjang transportasi dan Kapolri terkait keamanan mudik lebaran.

  3. Situasi politik sosial dan keamanan di seluruh tanah air terjaga dengan baik pasca Pemilu 9 Juli lalu.

  4. Presiden menerangkan ada 2 titik kritis, yaitu pertama tanggal 22 Juli 2014 ketika KPU mengumumkan perolehan suara dan kedua adalah apabila ada perselisihan yang dibawa ke Mahkamah Konstitusi yang akan berdampak politik.

  5. Presiden mengajak masyarakat luas untuk wajib mengawal sekaligus mengawasi bahwa Komisi Pemilihan Umum benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik.

  6. Presiden dalam setiap kesempatan mengatakan bahwa berada di tengah, karena ingin obyektif dan menjadi solusi setiap permasalahan. Walaupun berbeda partai politik, Presiden ingin seluruh menteri juga dapat menjadi solusi setiap permasalahan bangsa.

  7. Terkait perkembangan kondisi luar negeri, Presiden menyampaikan perkembangan situasi di Palestina belum pulih. Mesir dan PBB menawarkan konsep gencatan senjata (cease fire concept) yang bersifat temporer untuk mengurangi korban dari pihak sipil. Namun dari kedua belah pihak baik Israel maupun Palestina belum sepakat. Presiden meminta Menteri Luar Negeri dan diplomat kita bekerja terus menerus, target kita adalah gencatan senjata dari dari kedua belah pihak harus dihentikan.

  8. Skema bantuan kemanuasiaan yang riil dari Indonesia kepada Palestina dijadikan contoh oleh negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan Gerakan Non Blok (GNB), karena telah memberikan bantuan yang nyata tidak hanya retorika.

Kedeputian Persidangan Sekretariat Kabinet