Sidang Kabinet Paripurna Tanggal 03 January 2018 Pukul 14:00:00

Sidang Kabinet Paripurna | Tanggal 03 Januari 2018 | Pukul 14:00:00
Program dan Kegiatan Tahun 2018

1. Agenda Sidang Kabinet Paripurna membahas tentang Program dan Kegiatan Tahun 2018.
2. Presiden menyampaikan terima kasih kepada para menteri, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jaksa Agung, dan para kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) atas kerja keras dan kerja sama yang dilakukan selama tahun 2017. Meskipun tahun 2018 merupakan tahun politik, tetapi para menteri, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan para kepala LPNK diharapkan agar tetap fokus bekerja, terutama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengatasi ketimpangan, dan menurunkan angka kemiskinan.
3. Berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi:
a. Kepercayaan dunia internasional kepada Indonesia semakin tinggi setelah melihat upaya-upaya yang telah dikerjakan, baik dalam reformasi perizinan, deregulasi, maupun perbaikan dalam kemudahan berusaha.
b. Fitch Rating’s telah mengumumkan peningkatan peringkat Indonesia dari yang sebelumnya BBB- (triple B minus) menjadi BBB (triple B) dengan outlook stabil. Faktor utama yang mendukung adalah upaya Indonesia untuk terus meningkatkan ketahanan ekonomi terhadap guncangan, terutama guncangan eksternal, sehingga secara konsisten pemerintah terus dapat menjaga stabilitas tersebut. Upaya-upaya yang telah dikerjakan pemerintah pada 2017 harus terus diperbaiki pada 2018.
4. Berkaitan dengan upaya penanggulangan kemiskinan dan ketimpangan sosial:
a. Presiden mendapatkan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa pada September 2017 jumlah penduduk miskin di Indonesia mengalami penurunan menjadi sebesar 26,58 juta orang atau 10,12%. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 0,52% apabila dibandingkan dengan bulan Maret 2017, yaitu sebesar 27,77 juta orang. Jumlah tersebut juga berkurang apabila dibandingkan dengan September 2015 yang mencapai 11,13% dan September 2016 yang mencapai 10,70%.
b. Meskipun jumlah penduduk miskin mengalami penurunan, tetapi pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah (PR) untuk menurunkan indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan, baik di pedesaan maupun di perkotaan. Oleh karena itu, Presiden mengingatkan agar:
1) Angka inflasi dan stabilitas harga-harga bahan pokok terus dikendalikan.
2) Program Beras Sejahtera (Rastra) dan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang direncanakan untuk didistribusikan pada awal tahun agar dapat segera dijalankan secara tepat waktu dan tepat sasaran.
3) Program cash for work, baik melalui skema dana desa ataupun melalui program padat karya di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) harus segera dikerjakan dan dijalankan. 
4) Presiden mendapatkan laporan dari Menteri Keuangan terkait anggaran desa sebesar 20% telah dapat dicairkan pada Januari 2018, sehingga anggaran tersebut seharusnya dapat langsung dieksekusi untuk mendukung program cash for work.
5. Berkaitan dengan peningkatan investasi Sumber Daya Manusia (SDM):
a. Pada 2018, pemerintah diharapkan agar memberikan perhatian pada peningkatan investasi SDM karena jumlah penduduk Indonesia saat ini sebesar 250 juta jiwa dan 60% diantaranya merupakan anak-anak muda. Oleh karena itu, bonus demografi tersebut harus menjadi kekuatan dan peluang bagi Indonesia melalui peningkatan pendidikan dan pelatihan vokasi yang telah mulai dijalankan sejak 2017.
b. Pemerintah harus terus memperbaiki piramida kualifikasi tenaga kerja Indonesia agar dapat menjadi tenaga kerja yang terlatih dan terampil, sehingga semua dapat terserap oleh industri-industri di Indonesia. Keahlian dan keterampilan yang diajarkan di sekolah-sekolah vokasi harus benar-benar tersambung dengan dunia kerja dan kebutuhan industri.
c. Pemerintah tidak boleh melupakan calon tenaga kerja yang saat ini mayoritas masih berpendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), sehingga harus di-upgrade, diperbaiki, dan ditingkatkan kompetensinya, misalnya melalui program pelatihan kerja, pemagangan, dan program sertifikasi yang telah dimulai, tetapi perlu diperluas sesuai kebutuhan industri. 
6. Presiden mengingatkan bahwa Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2018 telah diserahkan pada akhir tahun 2017. Oleh karena itu, seluruh Kementerian/Lembaga (K/L) agar segera mengeksekusi program dan kegiatan kerja yang telah direncanakan. Jangan sampai kebiasaan-kebiasaan lama yang business as usual, rutinitas, dan monoton terus dilakukan, sehingga kebiasaan tersebut harus dibuang. Pemerintah harus menjadikan tahun 2018 sebagai tahun melaksanakan pekerjaan sejak awal, sehingga diharapkan kemiskinan, ketimpangan, dan keterbelakangan dapat dituntaskan. 
7. Presiden mengapresiasi kekompakan para menteri yang tergabung dalam grup band “Elek Yo Ben” (Jelek Ya Biar), karena dapat menunjukkan kekompakan pemerintah dalam bekerja.