Sidang Kabinet Paripurna Tanggal 18 July 2018 Pukul 14:30:00

Sidang Kabinet Paripurna | Tanggal 18 Juli 2018 | Pukul 14:30:00
RAPBN Tahun Anggaran 2019

  1. Agenda Sidang Kabinet Paripurna membahas tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran (TA) 2019.
  2. Seluruh jajaran pemerintah agar terus waspada dan bersiap diri dengan berbagai langkah strategis menghadapi dampak ketidakpastian global, terutama yang dipicu oleh kebijakan normalisasi moneter di Amerika Serikat maupun adanya perang dagang antara Amerika Serikat dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Namun, Presiden meyakini daya tahan perekonomian Indonesia masih lebih baik apabila dibandingkan dengan negara-negara lain. Kunci untuk menghadapi ketidakpastian perekonomian global, antara lain:
    1. Sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang tepat dan diorkestrasi dengan baik, sehingga menjadi harmonis.
    2. Mengeluarkan langkah-langkah terobosan berkaitan dengan insentif-insentif untuk investasi dan memacu ekspor sebagaimana disampaikan dalam Rapat Terbatas (Ratas) sebelumnya.
    3. Mengeluarkan langkah-langkah terobosan dalam rangka peningkatan sektor pariwisata yang dapat mendatangkan devisa secara cepat.
  3. Seluruh Kementerian/Lembaga (K/L) agar fokus dan segera menyelesaikan program-program yang telah direncanakan di tahun 2018. Pelaksanaan proyek strategis agar dipastikan segera dieksekusi tepat waktu dengan tetap menjaga governance tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh rakyat.
  4. Dalam penyusunan RAPBN TA 2019, para pimpinan K/L agar memastikan postur anggaran realistis dan sehat, jangan sampai ada yang mengada-ada, sehingga benar-benar dapat memperkuat fondasi perekonomian dalam negeri dan mampu mengantisipasi ketidakpastian perekonomian global.
  5. Pemerintah agar terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang telah dicapai, mendorong daya saing, investasi, dan ekspor. Begitu pula di bidang pendapatan, reformasi perpajakan menjadi kunci, bukan hanya untuk menegakkan kemandirian pembiayaan pembangunan nasional, tetapi juga harus ditempatkan sebagai sebuah instrumen untuk menjaga iklim usaha dan menggerakkan perekonomian nasional.
  6. Fokus pada upaya untuk memperkuat pelaksanaan program prioritas, terutama peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penguatan skill dan produktivitas SDM, serta peningkatan di bidang pelayanan kesehatan dan pendidikan.