Rapat Terbatas Tanggal 31 July 2018 Pukul 11:00:00

Rapat Terbatas | Tanggal 31 Juli 2018 | Pukul 11:00:00
Strategi Kebijakan Memperkuat Cadangan Devisa

1. Agenda Rapat Terbatas (Ratas) membahas Strategi Kebijakan Memperkuat Cadangan Devisa.
2. Strategi kebijakan memperkuat cadangan devisa diperlukan agar daya tahan ekonomi Indonesia semakin kuat dan meningkat, terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Dua hal penting yang utama dan perlu diperhatikan bersama-sama adalah pengendalian impor dan peningkatan ekspor.
3. Pada Ratas sebelumnya, Presiden telah memerintahkan agar mandatory pemakaian biodiesel segera dijalankan. Presiden akan meminta update pelaksanaannya setiap waktu, karena berdasarkan data yang diterima Presiden, upaya tersebut berpotensi menghemat devisa dari impor bahan bakar minyak (BBM) dalam jumlah US$21 juta setiap hari.
4. Lakukan evaluasi kembali secara detail impor barang-barang yang tidak bersifat strategis dan perlu dihentikan, dikurangi, atau diturunkan jumlah impornya.
5. Hal yang tidak kalah penting adalah mengenai peningkatan penggunaan kandungan dalam negeri atau Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang telah dibicarakan kira-kira 1,5 sampai dengan 2 tahun yang lalu, tetapi dalam implementasi dan pelaksanaan masih berjalan setengah-setengah.
6. Pertumbuhan industri substitusi impor agar terus didorong, khususnya industri hulu yang menghasilkan bahan baku, petrochemical, dan lain-lainnya yang sangat diperlukan. Hal tersebut sebagaimana telah disampaikan Presiden beberapa waktu yang lalu.
7. Terkait dengan peningkatan ekspor, pemerintah harus memiliki sebuah strategi yang detail mengenai produk-produk ekspor yang perlu diperkuat dan ditingkatkan, serta fokus melihat kendala yang dihadapi eksportir di negara-negara yang menjadi tujuan utama ekspor Indonesia.
8. Pemerintah telah bertemu dengan eksportir-eksportir kecil, sedang, dan besar. Dari pertemuan tersebut terdapat beberapa hal yang akan disampaikan Presiden secara detail. Apabila terdapat hambatan-hambatan perdagangan agar segera diselesaikan.
9. Situasi negara saat ini membutuhkan dolar. Oleh karena itu, seluruh Kementerian/Lembaga (K/L) agar tidak main-main dan harus serius menghadapi hal tersebut.
10. Presiden tidak bersedia melakukan Ratas berulang-ulang apabila pelaksanaan dan implementasi tidak berjalan dengan baik.