Rapat Terbatas Tanggal 10 August 2018 Pukul 14:00:00

Rapat Terbatas | Tanggal 10 Agustus 2018 | Pukul 14:00:00
Penanganan dampak bencana gempa bumi di NTB

1. Agenda Rapat Terbatas (Ratas) membahas Penanganan Dampak Bencana Gempa Bumi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
2. Sejak gempa bumi yang terjadi di Provinsi NTB, Presiden terus memonitor setiap hari, jam, dan menit, proses penanganan dampak bencana gempa bumi. Presiden telah mendapatkan laporan update di lapangan mengenai jumlah korban meninggal, luka-luka, dan jumlah kerusakan rumah, sekolah, dan fasilitas umum.
3. Sejak terjadi gempa bumi, Presiden telah memerintahkan langsung Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) untuk segera bergerak dan fokus pada upaya-upaya evakuasi, termasuk evakuasi wisatawan yang berada di sekitar Pulau Lombok, memberikan perawatan kepada korban, dan penanganan pengungsi.
4. Evakuasi korban gempa bumi yang belum ditemukan agar menjadi prioritas. Presiden mendapatkan laporan dari lapangan bahwa proses pencarian korban gempa bumi terus dilakukan secara intensif yang dibantu dengan penggunaan alat-alat berat. Penanganan pengungsi dan korban gempa bumi agar dipastikan ketersediaan logistik, tenda, selimut, makanan, terutama makanan untuk bayi, obat-obatan, pasokan air, dan listrik.
5. Setelah tanggap darurat gempa bumi selesai, maka pemerintah akan masuk ke rehabilitasi dan rekonstruksi guna memperbaiki kondisi fisik bangunan, baik rumah maupun fasilitas umum.
6. Presiden memerintahkan kepada Kepala BNPB, seluruh pimpinan Kementerian/Lembaga (K/L), dan pemerintah daerah, baik provinsi dan kabupaten/kota untuk melakukan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat secara lebih gencar, terutama di daerah-daerah yang rawan bencana. Dengan demikian, masyarakat memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam.