Rapat Terbatas Tanggal 14 August 2018 Pukul 13:30:00

Rapat Terbatas | Tanggal 14 Agustus 2018 | Pukul 13:30:00
Lanjutan Strategi Kebijakan Memperkuat Cadangan Devisa

  1. Agenda Rapat Terbatas (Ratas) membahas Lanjutan Strategi Kebijakan Memperkuat Cadangan Devisa.
  2. Presiden pernah menyampaikan pada Ratas sebelumnya bahwa memperkuat cadangan devisa merupakan hal sangat penting yang harus dilakukan agar ketahanan ekonomi Indonesia semakin kuat, terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global, termasuk dampak yang terakhir terjadi pada perekonomian Turki.
  3. Pemerintah juga harus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah pada nilai yang wajar, inflasi yang rendah, dan defisit transaksi berjalan yang aman.
  4. Apabila melihat dari sisi fiskal saat ini, Menteri Keuangan telah me-manage dan mengelola defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang ada, yaitu sebesar 2,12% dengan sangat hati-hati dan pada 2019 akan turun di bawah 2%.
  5. Anggaran belanja modal harus terus diperbesar dan Presiden melihat anggaran untuk keperluan tersebut sudah mulai kelihatan besarannya.
  6. Pengelolaan dari sisi moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia sudah sangat hati-hati (prudent). Upaya tersebut akan terus didukung Pemerintah. Sementara, dari sisi pengelolaan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terlihat bahwa CAR (Capital Adequacy Ratio) perbankan Indonesia masih sangat kuat, yaitu berada pada posisi 22%, sehingga hal-hal tersebut yang harus terus dijaga bersama.
  7. Untuk memperkuat cadangan devisa, Presiden ingin memastikan hal yang telah dibahas dalam Ratas sebelumnya benar-benar ada perkembangannya di lapangan. Presiden akan meng-update satu per satu problem di lapangan yang menjadi hambatan, sehingga Pemerintah dapat benar-benar memperkuat cadangan devisa Indonesia.
  8. Pada minggu yang lalu, Presiden telah menyampaikan mengenai percepatan pelaksanaan mandatory biodiesel B20 dan peningkatan penggunaan kandungan dalam negeri atau Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), terutama untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) besar yang sebelumnya banyak menggunakan komponen-komponen impor. Hal tersebut agar menjadi perhatian seluruh pimpinan Kementerian/Lembaga (K/L).
  9. Kementerian Perdagangan dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai agar benar-benar mencermati pengendalian impor secara detail dan cepat, sehingga impor barang-barang yang sangat penting dan sangat tidak penting dapat diketahui.
  10. Berkaitan dengan terobosan untuk meningkatkan daya saing ekspor Indonesia telah disinggung dan dibahas pada Ratas sebelumnya, termasuk permasalahan yang berkaitan dengan investasi, seperti diluncurkannya Online Single Submission (OSS). Dampak dengan adanya OSS tersebut agar dilihat oleh pimpinan K/L terkait.
  11. Perlunya percepatan pembangunan infrastruktur yang mendukung pariwisata, terutama di lokasi-lokasi pariwisata prioritas yang telah ditetapkan Pemerintah, karena sektor pariwisata akan cepat mampu menambah dan memperkuat cadangan devisa Indonesia.