Info Sidang
Sidang Kabinet
  1. 16 Mei 2018,  14:00:00
  2. 15 Mei 2018,  10:30:00
  3. 04 Mei 2018,  09:00:00

 

 

Kuesioner

Apakah pencarian informasi mengenai persidangan kabinet cukup mudah?

  • Ya
  • Tidak
  • Tidak Tahu
  • Mungkin

Apakah informasi mengenai sidang kabinet sudah lengkap?

  • Ya
  • Tidak
  • Tidak Tahu
  • Mungkin

Apakah informasi persidangan kabinet selalu up to date?

  • Ya
  • Tidak
  • Tidak Tahu
  • Mungkin

Apakah informasi persidangan kabinet bermanfaat?

  • Ya
  • Tidak
  • Tidak Tahu
  • Mungkin
Rapat Pleno Komite Nasional Keuangan Syariah Tanggal 05 February 2018 Pukul 15:3
Rapat Pleno Komite Nasional Keuangan Syariah | Tanggal 05 Februari 2018,  Pukul 15:30:00
Pembahasan : 1. Perkembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah; 2. Pencapaian Master Plan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (AKSI); 3. Quick Wins Sektor Ekonomi dan Keuangan Syariah.
  1. Agenda Rapat Pleno Komite Nasional Keuangan Syariah membahas Perkembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah, Pencapaian Master Plan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (AKSI), dan Quick Wins Sektor Ekonomi dan Keuangan Syariah.
  2. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan sektor keuangan dan ekonomi syariah. Untuk itu, pemerintah sangat serius untuk menggarap potensi tersebut dan Presiden melihat angka-angkanya menunjukkan peningkatan.
  3. Pada sektor industri keuangan syariah, aset perbankan syariah terus meningkat dan pada 2017 tercatat sebesar Rp435 triliun atau sekitar 5,8% dari total aset perbankan Indonesia. Begitu pula dengan pasar modal syariah angkanya terus membaik. Indonesia adalah penerbit terbesar untuk International Sovereign Sukuk. Pangsa pasar sukuk Indonesia mencapai 19% dari seluruh sukuk yang diterbitkan berbagai negara.
  4. Total aset industri keuangan non bank syariah juga naik 2 kali lipat dalam 5 tahun terakhir. Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam pengumpulan dana sosial keagamaan, seperti dana haji, dana zakat, dana wakaf, dana infak, dan sedekah.
  5. Dalam ekonomi syariah banyak potensi yang dapat dikembangkan dan harus segera digarap, mulai dari bidang industri fashion, busana muslim, industri makanan halal, industri farmasi, dan sektor pariwisata.
  6. Indonesia memiliki tingkat konsumsi makanan halal terbesar di dunia. Indonesia masuk 5 besar negara dengan konsumsi produk obat-obatan dan kosmetik halal terbesar di dunia. Indonesia adalah pasar terbesar ke-5 di dunia untuk konsumsi busana muslim.
  7. Dalam ekonomi pariwisata, Indonesia juga menduduki peringkat ke-4 dengan jumlah kunjungan turis terbanyak dari anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Potensi sektor pariwisata masih sangat menjanjikan. Pengeluaran wisata muslim global 2016 mencapai US$169 miliar atau 11,8% dari pengeluaran konsumsi wisata global.
  8. Dalam pengembangan ekonomi syariah jangan sampai Indonesia hanya menjadi target pasar dan produk industri negara-negara lain atau hanya sekedar menjadi konsumen. Dengan potensi pasar yang besar, Indonesia harus menjadi penggerak utama perekonomian syariah.
  9. Dalam pengembangan industri keuangan syariah harus benar-benar bermanfaat bagi hal-hal yang produktif, termasuk mendukung upaya penanggulangan kemiskinan dalam rangka menekan angka ketimpangan.
  10. Data yang diterima Presiden masih menunjukkan bahwa penggunaan pembiayaan syariah adalah 41,8%. Sebagian besar masih digunakan untuk konsumsi, sedangkan pembiayaan untuk modal kerja dan investasi masing-masing baru mencapai 34,3% dan 23,2%.
  11. Pada 2018, Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Syariah dan Bank Wakaf Mikro, terutama yang berlokasi di pesantren-pesantren agar lebih diperbanyak jumlahnya dan diperluas, sehingga mencakup seluruh wilayah Indonesia.
  12. Reformasi dan pembenahan harus pula dilakukan dalam pengelolaan zakat dan wakaf, sehingga dapat mendukung program pengentasan kemiskinan dan mengurangi ketimpangan.
  13. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, para menteri, atau pimpinan lembaga terkait lainnya agar menyampaikan paparan dan penjelasan terkait Perkembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah, Pencapaian Master Plan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (AKSI), dan Quick Wins Sektor Ekonomi dan Keuangan Syariah.