Info Sidang
Sidang Kabinet
  1. 05 Desember 2018,  14:30:00
  2. 29 November 2018,  10:30:00
  3. 21 November 2018,  09:00:00

 

 

Kuesioner

Apakah pencarian informasi mengenai persidangan kabinet cukup mudah?

  • Ya
  • Tidak
  • Tidak Tahu
  • Mungkin

Apakah informasi mengenai sidang kabinet sudah lengkap?

  • Ya
  • Tidak
  • Tidak Tahu
  • Mungkin

Apakah informasi persidangan kabinet selalu up to date?

  • Ya
  • Tidak
  • Tidak Tahu
  • Mungkin

Apakah informasi persidangan kabinet bermanfaat?

  • Ya
  • Tidak
  • Tidak Tahu
  • Mungkin
Rapat Terbatas Tanggal 02 October 2018 Pukul 10:30:00
Rapat Terbatas | Tanggal 02 Oktober 2018,  Pukul 10:30:00
Pembahasan : Penanganan Dampak Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Palu dan Donggala

1. Agenda Rapat Terbatas (Ratas) membahas Penanganan Dampak Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Palu dan Donggala.

2. Ratas ini akan membahas lebih detail penanganan dampak bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong. Setelah Presiden meninjau kondisi di lapangan, terdapat 4 prioritas utama yang harus segera ditangani oleh pemerintah, yaitu:

a. Berkaitan dengan evakuasi, penyelamatan, dan pencarian para korban yang belum ditemukan: 

1) Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dibantu oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) agar menambah jumlah personel yang bertugas, sehingga dapat menjangkau lebih banyak ke wilayah-wilayah yang terdampak, seperti masuk ke Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong. 

2) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar membantu pengerahan alat-alat berat meskipun telah banyak yang masuk ke Palu. Lakukan pengerahan alat-alat berat dari daerah di sekitar Sulawesi Tengah dan dapat menggunakan alat-alat berat yang dimiliki oleh pihak swasta. 

b. Berkaitan dengan pertolongan medis: 

1) Berdasarkan pantauan Presiden di lapangan, tenda-tenda yang digunakan untuk penanganan para korban masih sangat kurang. Oleh karena itu, kementerian yang masih memiliki tenda-tenda besar agar segera dikirimkan ke Palu, Donggala, Parigi Moutong, dan Sigi, terutama yang berkaitan dengan penanganan para korban di lapangan, termasuk kapal rumah sakit TNI agar segera didorong ke lokasi bencana. 

2) Menteri Kesehatan agar memperbanyak jumlah rumah sakit lapangan, karena tidak memungkinkan para korban dirawat di dalam gedung rumah sakit. Selain itu, pastikan ketersediaan obat-obatan dan tenaga medis agar semua hal tersebut benar-benar tersedia. 

c. Berkaitan dengan penanganan pengungsi di titik-titik pengungsian: 

1) Pastikan ketersediaan bahan makanan, kebutuhan untuk wanita, bayi, dan anak-anak, terutama ketersediaan air bersih dan mandi, cuci, kakus (MCK) bagi pengungsi, karena sangat darurat, mengingat listrik masih dalam kondisi padam dan ketersediaan air bersih sangat sulit di lapangan. 

2) Dari sisi keamanan, TNI dan Polri agar menjaga distribusi logistik, sehingga benar-benar sampai kepada masyarakat. 

d. Berkaitan dengan perbaikan infrastruktur:

1) Perbaikan airport dan jalan-jalan yang terkena longsor agar segera diselesaikan.

2) Listrik merupakan kebutuhan yang vital dan prioritas, mengingat penanganan medis di rumah sakit tidak dapat berjalan dan air bersih tidak dapat diperoleh tanpa adanya listrik. 

3) Pastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong dalam kondisi melimpah, sehingga masyarakat dapat terlayani apabila ingin membeli BBM.

4) Kementerian PUPR agar membantu penanganan perbaikan runway airport, sehingga airport di Palu dapat beroperasi normal kembali. Dengan demikian, mobilisasi logistik dan evakuasi korban dapat segera dilakukan.

5) Menteri Perhubungan agar mendorong pesawat-pesawat komersial dapat beroperasi dengan normal kembali. 

3. Penanganan gempa bumi dan tsunami, termasuk penanganan korban di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong agar dikoordinasi oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) dan dikomandani langsung oleh Wakil Presiden. 

4. Pemerintah Indonesia akan menerima bantuan dari luar negeri yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. 

5. Presiden telah menerima telepon dari pemimpin-pemimpin negara lain, seperti  Raja Arab Saudi Salman bin Abdul-Azis Al Saud, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison yang menanyakan kebutuhan yang diperlukan di lapangan. Oleh karena itu, Menko Bidang Polhukam hari ini agar segera menyampaikan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan di lapangan kepada para pemimpin negara tersebut. Kebutuhan yang paling penting di lapangan adalah tenda yang masih sangat kurang. Selain itu, kebutuhan logistik diharapkan pada 2 atau 3 Oktober 2018  telah melimpah di lokasi bencana dan obat-obatan medis tidak mengalami kekurangan. Hal-hal lain yang dibutuhkan agar hari ini dapat segera diputuskan dan disampaikan kepada negara-negara yang ingin membantu.