Sidang Kabinet Paripurna Tanggal 07 September 2020 Pukul 10:00:00

Sidang Kabinet Paripurna | Tanggal 07 September 2020 | Pukul 10:00:00
Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi untuk Penguatan Reformasi Tahun 2021

          Bismillahirrahmanirrahim.

          Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

          Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semuanya.

          Om swastiastu.

          Namo buddhaya.

          Salam kebajikan.

          Yang saya hormati, Bapak Wakil Presiden. Yang saya hormati, para Menko (Menteri Koordinator, red.), Bapak/Ibu Menteri seluruh jajaran Kabinet Indonesia Maju yang saya hormati.

          Pagi hari ini di dalam Sidang Kabinet Paripurna, saya ingin menyampaikan beberapa hal.

Yang pertama, ini yang perlu saya ingatkan sekali lagi bahwa kunci dari ekonomi kita agar baik adalah kesehatan yang baik. Kesehatan yang baik akan menjadikan ekonomi kita baik. Artinya, fokus kita tetap nomor satu adalah kesehatan, adalah penanganan Covid (Covid 19, Coronavirus Disease 2019, red.), karena memang kuncinya ada di sini.

          Sehingga sekali lagi, saya ingin perintahkan jajaran Komite Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi (Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, red.), Menteri Kesehatan, dan juga TNI/Polri (Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia, red.) betul-betul agar yang berkaitan dengan urusan penanganan Covid itu betul-betul menjadi fokus kita. Ekonomi akan mengikuti. Sekali lagi, kalau penanganan Covid baik, kalau kesehatan baik, ekonomi akan juga membaik.

          Hati-hati, ini perlu saya sampaikan, hati-hati yang namanya klaster kantor. Yang kedua, klaster keluarga. Hati-hati! Yang terakhir juga, klaster pilkada (pemilihan kepala daerah, red.). Hati-hati ini! Agar ini selalu diingatkan. Karena yang selalu kita kejar-kejar adalah tempat-tempat umum, tempat-tempat publik, tetapi kita lupa bahwa sekarang kita harus berhati-hati di klaster-klaster tadi yang saya sampaikan.

 

 

          Klaster keluarga, karena kita sampai di rumah sudah merasa aman. Nah, justru di situlah yang kita harus hati-hati.

          Dalam perjalanan masuk kantor, kita juga sudah merasa aman, sehingga kita juga lupa di dalam kantor, protokol kesehatan.

          Dan yang ketiga, saya minta ini Pak Mendagri (Menteri Dalam Negeri, red.), urusan yang berkaitan dengan klaster pilkada. Ini betul-betul ditegasi betul, diberikan ketegasan betul. Polri juga, berikan ketegasan mengenai ini, aturan main di pilkada. Karena jelas di PKPU-nya (Peraturan Komisi Pemilihan Umum, red.) sudah jelas sekali. Jadi ketegasan saya kira  Mendagri, nanti dengan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilihan Umum, red.), biar betul-betul ini diberikan peringatan keras.

          Kemudian yang berkaitan dengan testing. Saya minta untuk urusan tes ini Kementerian Kesehatan saya minta dibuat desain perencanaan yang betul-betul, yang baik. Jangan sampai yang saya lihat provinsi ... ada provinsi yang sudah melakukan testing-nya tinggi sekali, tapi ada provinsi yang testing-nya masih rendah sekali. Jadi desain perencanaan itu harus betul-betul komprehensif, menyangkut berapa jumlah lab (laboratorium, red.) yang harus ada di sebuah provinsi, berapa reagen yang harus terdistribusi pada sebuah provinsi. Perencanaan itu kita perlukan, sehingga kelihatan nanti kasus-kasus positif ini berada di wilayah atau provinsi yang mana.

          Dan strategi jejaring lab, strategi jejaring lab ini penting. Jadi bukan berdasarkan wilayah administrasi, tetapi sekali lagi, desain untuk perencanaan harus betul-betul ada dan disiapkan.

          Terakhir, masalah kesehatan ini betul-betul harus tertangani dengan baik. Masalah kesehatan ini harus betul-betul tertangani dengan baik, karena memang kita ingin secepat-cepatnya restart di bidang ekonomi. Jangan sampai kita urusan kesehatan, urusan  Covid ini belum tertangani dengan baik, kita sudah men-starter ... restart di bidang ekonomi. Ini juga sangat berbahaya.

          Saya rasa itu sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Terima kasih.