Info Sidang
Sidang Kabinet
  1. 12 November 2019,  14:00:00
  2. 12 November 2019,  13:00:00
  3. 11 November 2019,  13:00:00

 

 

Kuesioner

Apakah pencarian informasi mengenai persidangan kabinet cukup mudah?

  • Ya
  • Tidak
  • Tidak Tahu
  • Mungkin

Apakah informasi mengenai sidang kabinet sudah lengkap?

  • Ya
  • Tidak
  • Tidak Tahu
  • Mungkin

Apakah informasi persidangan kabinet selalu up to date?

  • Ya
  • Tidak
  • Tidak Tahu
  • Mungkin

Apakah informasi persidangan kabinet bermanfaat?

  • Ya
  • Tidak
  • Tidak Tahu
  • Mungkin
Rapat Terbatas Tanggal 15 July 2019 Pukul 13:30:00
Rapat Terbatas | Tanggal 15 Juli 2019,  Pukul 13:30:00
Pembahasan : Pagu Indikatif Tahun Anggaran 2020

Menteri Keuangan (Sri Mulyani)

Hari ini kami membahas mengenai Pagu anggaran untuk 2020 yang masih merupakan gerak sangat awal yang merupakan juga melaporkan hasil pembahasan dengan DPR kepada Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden dan Kabinet. Beberapa yang nanti akan menjadi bahan di dalam Nota Keuangan 2020 tentunya nanti menyangkut beberapa hal. Saya sebetulnya tidak dalam posisi untuk menjelaskan karena nanti tanggal 16 Agustus, Bapak Presiden akan menyampaikan Nota Keuangan.

Tapi untuk rambu-rambu besar saja, tahun 2020 kami akan mendesain APBN untuk mendukung program-program pembangunan di dalam rangka tahun pertama RPJPM 2020-2024, juga untuk menampung visi misi presiden terpilih dan juga prioritas serta janji kampanye. Jadi APBN 2020 didesain di dalam rangka untuk mendukung program-program tersebut.

Mengenai asumsi makro mungkin kami belum bisa sampaikan sekarang, karena nanti  di dalam nota keuangan. Namun ada di dalam range yang sudah dibahas dengan DPR pada saat pembahasan awal.

Kita akan mendesain untuk nota keuangan nanti adalah pertumbuhan pajaknya akan diupayakan cukup tinggi namun realistis, di mana untuk PPH dan PPN akan didesain berdasarkan pertumbuhan ekonomi 5 tahun terakhir ini. Dan tentu, kita juga masih akan di dalam proses untuk membahas undang-undang perpajakan yang nanti pengaruhnya terhadap tarif dan penerimaan negara mungkin baru akan dirasakan pada akhir tahun 2020 atau awal 2021.

Untuk 2020 nanti juga akan ada penyesuaian. Diharapkan ada penyesuaian tarif cukai maupun untuk tambahan barang kena cukai baru, seperti plastik yang bisa meningkatkan dari sisi penerimaan tapi lebih diandalkan di dalam mengendalikan konsumsi.

Kita berharap pada tahun 2020 akan ada beberapa belanja yang merupakan janji dari Presiden waktu itu. Pertama, sesuai dengan arahan Bapak Presiden untuk destinasi dari pariwisata akan mendapatkan prioritas dari sisi keseluruhan belanja yang menyangkut belanja infrastruktur, baik itu di tempat Menteri PUPR, maupun Menteri Perhubungan, Menteri Pariwisata dan juga menteri yang lain yang terkait, seperti Bekraf dan menteri yang menyangkut dana desa di dalam rangka untuk memperbaiki kapasitas dari infrastruktur dasar.

Kita juga akan memasukkan di 2020 perluasan dari MRT. Yang ini juga akan menambah fase kedua yang diharapkan akan bisa menambah rute Lebak Bulus- Bundaran HI yang pertama ke fase kedua, yaitu Bundaran HI-Kampung Bandan. Ini semuanya akan masuk di dalam RAPBN 2020 karena menyangkut subsidiary loan agreement nanti ke Pemerintah DKI Jakarta.

Kemudian untuk beberapa pos yang berhubungan dengan janji presiden, seperti Kartu Indonesia Pintar Kuliah akan ditambah jumlah beasiswa baru, yang sekarang ini jumlahnya adalah sekitar 380 siswa akan ada tambahan baru sekitar 400.000 siswa yang ini kemudian akan kita jaga pada empat tahun ke depan. Dengan demikian ada dua kali lipat jumlah beasiswa untuk Kartu Indonesia Pintar Kuliah.

Kita juga akan mendesain lebih dari 10 triliun untuk Kartu Pra Kerja, yaitu satu juta melalui pelatihan digital dan satu juta untuk pelatihan reguler. Saat ini desain programnya masih dibahas antara menteri terkait di bawah koordinator Menko Perekonomian.

Dari sisi Kartu Sembako yang akan dimasukkan di dalam desain. Apa yang disebut Kartu Sembako adalah me-redesain apa yang sekarang dikenal oleh masyarakat dari sisi Rastra yang juga merupakan penguatan. Jadi jumlah rumah tangganya maupun nanti dari sisi jumlah manfaat yang akan diberikan per keluarganya akan ditingkatkan pada tahun 2020. Sementara dari sisi itu pra kerja, sembako maupun kuliah yang merupakan prioritas bapak presiden yang telah disampaikan selama ini.

Mungkin itu yang paling bisa saya sampaikan. Mohon maaf saya belum bisa sangat detail, karena pertama, ini masih merupakan Pagu Indikatif yang akan dibahas bersama seluruh kementerian/lembaga dalam waktu 10 hari ke depan. Dan kemudian untuk kita sampaikan di rapat paripurna yang nanti akan sebagai basis terakhir bagi kita mencetak nota keuangan yang akan disampaikan Bapak Presiden di DPR pada tanggal 16 Agustus.