Rapat Terbatas Tanggal 28 May 2020 Pukul 09:30:00

Rapat Terbatas | Tanggal 28 Mei 2020 | Pukul 09:30:00
Insentif bagi Petani dan Nelayan Dalam Rangka Menjaga Ketersediaan Bahan Pokok

1. Agenda Rapat Terbatas (Ratas) membahas mengenai Insentif bagi Petani dan Nelayan dalam rangka Menjaga Ketersediaan Bahan Pokok.

2. Terdapat beberapa skema besar program yang dapat digunakan untuk membantu para petani dan nelayan di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), yaitu:

a. Pertama, melalui Program Jaring Pengaman Sosial. Pastikan sebanyak 2,7 juta petani dan buruh tani miskin serta 1 juta nelayan dan petambak harus masuk dalam Program Bantuan Sosial (Bansos) yang diadakan pemerintah, baik berupa Program Keluarga Harapan (PKH), Bansos Tunai, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, Paket Sembako, dan Program Gratis Subsidi Listrik. Tujuan utama dari skema program tersebut adalah untuk meringankan beban biaya konsumsi rumah tangga dari keluarga-keluarga yang kurang mampu, termasuk didalamnya adalah petani dan nelayan miskin.

b. Kedua, melalui Program Subsidi Bunga Kredit. Program tersebut telah berjalan dan telah disiapkan Rp34 triliun untuk merelaksasi pembayaran angsuran dan pemberian subsidi bunga kredit yang disalurkan lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR), Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), Pembiayaan Ultra Mikro (Umi), Pengadaian, dan perusahaan pembiayaan lainnya. Penundaan angsuran dan subsidi kepada para penerima bantuan permodalan yang dilakukan beberapa kementerian, seperti Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP), Calon Petani Calon Lokasi (CPCL), dan lainnya, baik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Pertanian.

c. Ketiga, pemberian stimulus untuk modal kerja yang penting bagi usaha pertanian, kelautan, dan perikanan. Bagi petani dan nelayan yang bankable, penyalurannya melalui perluasan Program KUR. Sedangkan, bagi yang tidak bankable, maka penyalurannya dapat melalui pembiayaan UMi, Mekaar, dan skema program lainnya melalui kementerian. Oleh karena itu, Presiden meminta prosedur dan akses agar dipermudah, dibuat sederhana, dan tidak berbelit-belit, sehingga petani dan nelayan serta petambak dapat memperoleh dana-dana yang dibutuhkan.

d. Keempat, melalui instrumen bantuan non fiskal, yaitu kebijakan kelancaran supply chain, sehingga usaha pertanian dan perikanan diharapkan dapat lebih baik melalui ketersediaan bibit, pupuk, dan alat-alat produksi yang telah diberikan beberapa tahun lalu.