Rapat Terbatas Tanggal 28 May 2020 Pukul 10:30:00

Rapat Terbatas | Tanggal 28 Mei 2020 | Pukul 10:30:00
Tatanan Normal Baru di Sektor PariwisataYang Produktif dan Aman Covid-19

1. Agenda Rapat Terbatas (Ratas) membahas Tatanan Normal Baru di Sektor Pariwisata yang Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

2. Berkaitan dengan tatanan normal baru di sektor pariwisata yang produktif dan aman Covid-19, berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan oleh para pimpinan kementerian atau lembaga (K/L):

a. Pandemi Covid-19 akan membuka sebuah perubahan tentang tren pariwisata di dunia, sehingga isu health, hygiene, safety, dan security akan menjadi pertimbangan utama bagi wisatawan yang berniat melancong. Selain itu, preferensi liburan akan bergeser ke alternatif liburan yang tidak banyak orang, seperti solo travel tour, wellness tour, dan termasuk juga di dalamnya, seperti virtual tourism serta staycation. Oleh karena itu, para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif harus benar-benar mengantisipasi terjadinya perubahan tren tersebut. Pemerintah juga harus dapat mendeteksi arah perubahan tersebut. Berkaitan dengan hal itu, setelah pandemi berlalu, pemerintah harus melakukan inovasi dan perbaikan-perbaikan, sehingga dapat cepat beradaptasi dengan perubahan tren yang kemungkinan besar akan terjadi di dunia pariwisata global.

b. Mengingat isu utama adalah mengenai keselamatan dan kesehatan, maka protokol tatanan normal baru di sektor pariwisata harus benar-benar menjawab isu utama tersebut, mulai dari protokol kesehatan yang ketat di sisi transportasi, hotel, restoran, dan di area-area wisata yang ada. Sebagai perbandingan, para pimpinan K/L agar melakukan benchmark dengan negara lain yang telah menyiapkan hal tersebut dengan kondisi new normal di sektor pariwisata.

c. Pemerintah benar-benar harus menyiapkan sebuah standar baru menjadi sebuah culture baru dan kebiasaan baru di sektor pariwisata. Selain itu, diperlukan sosialisasi masif, diikuti uji coba, dan simulasi-simulasi serta pengawasan agar standar protokol kesehatan benar-benar dijalankan di lapangan, karena hal itu memiliki risiko yang besar. Pada saat ditemukan imported case yang terdampak pada kesehatan, maka citra pariwisata buruk akan melekat dan akan menyulitkan pemerintah untuk memperbaiki kembali citra. Oleh karena itu, pemerintah agar benar-benar menghitung dan mengalkulasi serta melaksanakan manajemen pengawasan di lapangan.

d. Pemerintah harus menyiapkan strategi khusus dalam promosi pariwisata Indonesia di era new normal. Pemerintah perlu berfokus terlebih dahulu untuk mendorong pariwisata domestik dan wisatawan domestik. Untuk itu, para pimpinan K/L agar mengidentifikasi daerah-daerah wisata dan tujuan destinasi wisata yang memiliki Angka Reproduksi Dasar (R0) maupun Angka Reproduksi Efektif (Rt) di bawah 1, sehingga pemerintah benar-benar dapat membuka sektor pariwisata secara bertahap, tetapi dengan pengendalian protokol yang ketat. Berkaitan dengan hal tersebut, Presiden meminta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) agar menyiapkan program promosi berwisata di dalam negeri yang aman Covid-19, termasuk menggencarkan promosi produk-produk lokal dan atraksi pariwisata.

e. Presiden menegaskan bahwa pemerintah harus benar-benar melakukan pengawasan atas kondisi di lapangan dengan ketat sebelum pemerintah membuka sektor pariwisata dibuka, sehingga wisatawan baik domestik maupun luar negeri dapat berwisata dengan aman serta masyarakat dapat produktif, terutama bagi pelaku-pelaku pariwisata.

f. Berkaitan dengan waktu untuk membuka sektor pariwisata, pemerintah agar benar-benar tidak perlu tergesa-tergesa, tetapi tahapan-tahapan yang telah disampaikan di atas agar dilalui dan dikontrol dengan baik.