Rapat Terbatas Tanggal 23 November 2020 Pukul 09:30:00

Rapat Terbatas | Tanggal 23 November 2020 | Pukul 09:30:00
Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

  1. Agenda Rapat Terbatas (Ratas) membahas Laporan Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
  2. Dalam Ratas ini akan mengevaluasi mengenai penanganan Covid-19 dan PEN. Berkaitan dengan hal tersebut, berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan oleh para pimpinan kementerian/lembaga (K/L):
  1. Komite Penanganan Covid-19 dan PEN, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, dan seluruh gubernur agar benar-benar dapat mengatur urusan yang berkaitan dengan Covid-19 dan ekonomi dalam sebuah keseimbangan yang baik. Hal tersebut penting mengingat strategi pengaturan keseimbangan antara “rem” dan “gas” telah mulai menunjukkan hasil terutama dalam pengendalian Covid-19 maupun ekonomi sebagai berikut:
  1. Data mengenai perkembangan kasus Covid-19 per 22 November 2020, yaitu:
  1. Rata-rata kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 12,78% atau lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia sebesar 28,41%. Angka tersebut merupakan hal yang baik.
  2. Rata-rata kesembuhan memiliki tren membaik yakni mencapai 84,03% atau lebih baik dari angka kesembuhan dunia yang mencapai 69,20%. Angka tersebut agar terus diperbaiki.
  1. Di bidang ekonomi, sebagaimana telah disampaikan Presiden pada minggu yang lalu, tren pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik yakni -5,32% pada kuartal II 2020 menjadi -3,49% pada kuartal III 2020. Angka tersebut harus terus diperbaiki agar pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2020 menjadi lebih baik dibandingkan kuartal III 2020.
  1. Dengan berbagai capaian dalam penanganan Covid-19 dan PEN, Komite Penanganan Covid-19 dan PEN, Satgas Penanganan Covid-19, dan para gubernur agar tetap waspada dan benar-benar mengatur strategi “rem” dan “gas” yang sejak awal telah Presiden disampaikan. Jangan sampai kendur dan berisiko memunculkan adanya gelombang kedua Covid-19 karena akan membuat Indonesia menjadi kembali mundur (setback). Untuk itu, langkah-langkah pencegahan dan intervensi terhadap potensi-potensi kegiatan yang melanggar protokol kesehatan harus dilakukan dengan ketegasan. Selain itu, tindakan pencegahan agar dilakukan sedini mungkin.
  2. Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), dan Satgas Penanganan Covid-19 di daerah untuk memberikan perhatian khusus pada proses pemilihan kepala daerah (Pilkada). Hal tersebut penting mengingat pelaksanaan Pilkada akan berlangsung kurang lebih 2 minggu lagi sehingga diharapkan tidak menganggu pekerjaan besar pemerintah dalam penyelesaian masalah Covid-19 dan ekonomi. Untuk itu, penegakan aturan dan penerapan disiplin protokol kesehatan harus dilakukan secara ketat terutama pada hari pencoblosan dan masa kampanye dalam beberapa kurun waktu terakhir ini.
  3. Berkaitan dengan libur panjang Desember 2020 akan dibahas pula secara khusus dalam Ratas ini.
  4. Berkaitan dengan persiapan vaksinasi, Presiden telah melihat pelaksanaan simulasi vaksinasi berjalan baik di lapangan. Untuk itu, simulasi agar terus dilakukan. Presiden akan mengecek kembali 1-2 kali simulasi vaksinasi sehingga pelaksanaan vaksinasi nantinya benar-benar pada kondisi yang sudah sangat baik. Selain itu, hal terpenting adalah agar pemerintah terus melihat, serta mengevaluasi mekanisme dan proses distribusi dari vaksin sehingga perjalanan vaksin ke berbagai daerah dapat berjalan aman dan lancar.   
  5. Berkaitan dengan PEN, para pimpinan K/L agar memberikan perhatian khusus untuk hal-hal yang terkait dengan lapangan kerja dan pembukaan lapangan kerja. Hal yang dibutuhkan saat ini adalah meningkatkan konsumsi rumah tangga dengan mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta usaha besar agar mulai bergerak. Selain itu, realisasi anggaran di beberapa program telah berjalan dengan baik, misalnya realisasi program subsidi gaji telah mencapai 82%, dan realisasi program bantuan Presiden (Banpres) produktif untuk pemberian bantuan modal kerja kepada usaha mikro telah mencapai 79%. Hal tersebut agar terus didorong sehingga dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat.
  1. Dalam Ratas ini, Presiden ingin mendapatkan laporan mengenai perkembangan vaksin yang mencakup waktu kedatangan vaksin di Indonesia mengingat saat ini seharusnya telah dilakukan penyelesaian proses administrasi dan pembayaran, serta persentase kesiapan vaksinasi mencakup proses distribusi, persiapan cold chain dan chiller, hingga proses administrasi menuju ke tahapan-tahapan di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) termasuk penggunaan Emergency Use Authorization (EUA).